Kapolri Tambah 4 Hari KRYD Pengamanan Arus Balik Jaga Masyarakat Sampai di Rumah (Dok. Tangkapan Layar)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Kapolri tambah KRYD 4 hari pengamanan arus balik menjadi langkah strategis yang diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Listyo Sigit Prabowo setelah melakukan peninjauan kondisi lalu lintas di pusat kendali jalan tol.
Pertama-tama, keputusan untuk memperpanjang masa pengamanan arus balik selama empat hari ke depan dilakukan meskipun Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah berakhir. Namun demikian, Polri tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang masih berada dalam perjalanan kembali ke kota asal.
Selain itu, langkah ini dijalankan melalui skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Skema tersebut memungkinkan aparat kepolisian tetap siaga di berbagai titik strategis, terutama di jalur tol dan arteri utama yang menjadi pusat arus balik.
Kapolri menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Melainkan, didasarkan pada kondisi riil di lapangan yang menunjukkan masih adanya kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya.
Pengumuman ini disampaikan usai Kapolri meninjau langsung situasi arus balik di Jasa Marga Toll Road Command Center yang berlokasi di Jatiasih, Bekasi, pada Rabu (25/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kapolri memantau pergerakan kendaraan secara real-time serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
Di sisi lain, kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara juga menunjukkan bahwa pengamanan arus balik merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Dengan demikian, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan pengaturan lalu lintas selama periode ini.
Kemudian, Kapolri menjelaskan secara rinci alasan utama di balik kebijakan tersebut. Salah satunya adalah masih tingginya jumlah kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.
“Polri saat ini menambahkan kegiatan operasinya. Karena hari ini operasi (Operasi Ketupat) sudah selesai, kita tambahkan tiga atau empat hari dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Ini semua menjadi bagian dari upaya untuk supaya rangkaian arus balik betul-betul terjaga dengan baik,” ujar Jenderal Sigit.
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 2,5 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta selama masa mudik. Namun hingga saat ini, baru sekitar 2,04 juta kendaraan yang kembali masuk ke ibu kota.
Oleh karena itu, masih terdapat sekitar 500 ribu kendaraan yang perlu diantisipasi pergerakannya. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat kepolisian.
Tidak hanya itu, Kapolri juga mengungkapkan adanya potensi puncak arus balik susulan yang diperkirakan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada pola pergerakan kendaraan serta data historis arus mudik dan balik pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan adanya tambahan waktu pengamanan melalui KRYD, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diurai secara bertahap. Selain itu, pengendalian arus kendaraan juga menjadi lebih optimal.
Langkah antisipatif ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi lonjakan volume kendaraan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, Kapolri juga menyoroti tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa jajarannya tidak boleh lengah.
“Walaupun secara nasional (angka laka lantas) kita turun, namun kita harapkan sampai dengan arus balik nanti jumlah laka lantasnya tidak terlalu signifikan. Keselamatan masyarakat sampai di rumah adalah yang utama,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil. Oleh sebab itu, berbagai upaya preventif terus dilakukan guna menekan angka kecelakaan.
Selanjutnya, Kapolri juga memberikan imbauan kepada para pemudik yang masih berada di perjalanan maupun yang baru akan kembali ke kota tujuan.
“Kemudian, yang selalu kita ingatkan bahwa kita harus menjaga agar masyarakat betul-betul bisa kembali sampai di rumah dengan selamat. Oleh karena itu, mohon untuk terus diingatkan oleh seluruh rekan-rekan dan juga tentunya anggota yang bertugas untuk selalu mengingatkan untuk tidak memaksakan diri, yang ngantuk agar beristirahat sebentar,” ujar Jenderal Sigit.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Ada rest area di jalur tol, kemudian juga ada tempat-tempat istirahat yang ada di jalur arteri, baik itu di pos-pos pelayanan, pos terpadu, ataupun jalur-jalur jembatan timbang yang sudah disiapkan. Sehingga kemudian kita betul-betul bisa menekan jumlah laka lantas,” sambungnya.
Pengamanan arus balik ini tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga berbagai instansi terkait. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Pratikno, Dudy Purwagandhi, serta Aan Suhanan.
Selain itu, hadir pula pimpinan dari berbagai lembaga dan perusahaan terkait transportasi seperti Rivan Achmad Purwantono dan Muhammad Awaluddin.
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa pengamanan arus balik merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi intensif lintas sektor.
Dengan demikian, kebijakan Kapolri tambah 4 hari KRYD pengamanan arus balik menjadi langkah strategis dalam menjamin keselamatan masyarakat. Tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan setiap pemudik dapat kembali ke rumah dengan selamat.
Melalui sinergi yang kuat antara Polri dan berbagai stakeholder, diharapkan seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.(*HA/Red)
