Peran aktif Marga Panjaitan di Ormas Pemuda Batak Bersatu. (Dok.Pribadi)
TANGERANG, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Organisasi kemasyarakatan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Banten baru saja mengukir sejarah baru melalui proses suksesi kepemimpinan yang berlangsung dengan sangat demokratis, lancar, dan kondusif. Momentum krusial ini tidak hanya menjadi simbol keberlanjutan roda organisasi, namun juga menegaskan kembali peran strategis serta kontribusi nyata Marga Panjaitan yang telah menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ormas ini sejak awal pendiriannya hingga saat ini.
Rangkaian proses pemilihan ketua DPD Provinsi Banten dimulai dengan tahapan yang sangat ketat dan transparan. Panitia pelaksana telah menyelenggarakan proses verifikasi data, uji kelayakan (fit test), serta uji kepatutan (proper test) pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di aula HKBP Kutajaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, yang dihadiri oleh pengurus pusat dan daerah guna memastikan calon pemimpin mendatang memiliki integritas yang mumpuni.
Terdapat dua kandidat utama yang bertarung dalam bursa pemilihan kali ini, yakni St. Ridu Sinaga dan Todo Nainggolan. Kedua tokoh tersebut mengikuti seluruh tahapan dengan disiplin tinggi hingga puncaknya pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I yang digelar pada hari Sabtu, 8 Mei 2026. Bertempat di aula KNPI DPD Kota Tangerang, perhelatan Musda I berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan meskipun persaingan antar-kandidat terasa cukup kompetitif.
Berdasarkan mekanisme organisasi yang berlaku, pemilihan dilakukan melalui sistem pemungutan suara atau voting. Setelah melalui proses penghitungan suara yang transparan, Todo Nainggolan akhirnya berhasil meraih dukungan mayoritas dan terpilih sebagai Ketua DPD PBB Provinsi Banten. Keberhasilan suksesi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat demokrasi dan kekeluargaan tetap menjadi nafas utama dalam tubuh Pemuda Batak Bersatu di tanah Banten.
Berbicara mengenai eksistensi Pemuda Batak Bersatu tentu tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang pengabdian para tokoh dari Marga Panjaitan. Sejak awal, perkumpulan ini didirikan atas dasar semangat gotong royong dan solidaritas lintas marga di tengah masyarakat Suku Batak. Dalam struktur pendiri di tingkat pusat, nama-nama seperti almarhum Joner Panjaitan dikenal luas sebagai salah satu sosok sentral pendiri PBB, yang kemudian diperkuat oleh kehadiran Alfredo Panjaitan yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) sekaligus pendiri organisasi.
Khusus di wilayah Provinsi Banten, kiprah Marga Panjaitan menunjukkan dominasi positif yang sangat signifikan dalam struktur organisasi. Nama-nama besar telah mendedikasikan waktu dan pemikiran mereka, mulai dari tingkat daerah hingga ranting terkecil. Sebut saja almarhum Bornok Panjaitan yang pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), sebuah posisi yang kemudian dilanjutkan oleh Johannes NW Panjaitan. Selain menjabat sebagai Sekda, Johannes NW Panjaitan juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Musda I dan memiliki rekam jejak sebagai Penasehat DPC Kabupaten Tangerang.
Selain itu, kontribusi pemikiran juga diberikan oleh tokoh-tokoh senior seperti Nicolaus Panjaitan, yang merupakan mantan Ketua DPD sekaligus Penasehat DPD Banten saat ini. Di jajaran Dewan Pembina, terdapat nama St. Pahala Panjaitan dan Abidin Panjaitan yang senantiasa memberikan arahan strategis bagi kemajuan organisasi. Sinergi ini menunjukkan bahwa Marga Panjaitan memiliki komitmen yang tidak putus dalam menjaga marwah organisasi di tanah perantauan.
Kekuatan Marga Panjaitan tidak hanya terkonsentrasi di level pimpinan daerah, melainkan tersebar luas hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Di Kabupaten Tangerang, Wilson Panjaitan memegang peran krusial sebagai Panglima DPC, sementara di wilayah PAC Rajeg, terdapat nama Jonis Panjaitan yang bertindak sebagai Pembina dan mantan ketua, didampingi oleh St. Maringan Panjaitan selaku Penasehat serta Dimpos Panjaitan yang menjabat sebagai Wakil Ketua PAC.
Aktivitas pengembangan organisasi juga terlihat nyata di wilayah PAC Panongan melalui peran aktif Aseng Panjaitan dan Andre Panjaitan. Sementara itu, di wilayah-wilayah strategis lainnya, tercatat nama James Panjaitan sebagai mantan Ketua PAC Curug, Arifin Panjaitan di PAC Ciledug, serta Firman Panjaitan di PAC Sepatan Timur. Tidak ketinggalan, di wilayah industri Kota Cilegon, keberadaan Nasib A. Paruliyan Panjaitan dan Harapan Panjaitan memperkuat struktur DPC Cilegon dalam menjalankan program-program sosial kemasyarakatan.
Secara nasional, pengaruh Marga Panjaitan dalam membesarkan Pemuda Batak Bersatu juga merambah ke berbagai provinsi lain. Di Jawa Timur, nama H. Jannus Panjaitan menjadi tokoh kunci, sedangkan di DKI Jakarta terdapat Jois Panjaitan, serta Lilis Br. Panjaitan yang memimpin pergerakan di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini membuktikan bahwa semangat pengabdian Marga Panjaitan bersifat universal dan melampaui batas geografis.
Keterlibatan aktif Marga Panjaitan dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia bukanlah hal yang baru. Dalam konteks Pemuda Batak Bersatu, komitmen ini diterjemahkan ke dalam upaya memperkuat organisasi agar memiliki daya juang yang tangguh, daya tawar yang diperhitungkan, serta daya pikat yang tinggi di mata masyarakat luas. Solidaritas yang dibangun bukan sekadar untuk kepentingan internal, melainkan bertujuan memberikan dampak sosial yang nyata bagi sesama warga Suku Batak dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Keberhasilan Musda I Banten dan terpilihnya ketua baru diharapkan menjadi momentum bagi seluruh anggota, khususnya PBB Banten, untuk semakin solid dalam bingkai Satu Rasa Satu Jiwa. Dengan struktur yang kuat dan koordinasi yang baik antar-tingkatan, Pemuda Batak Bersatu diyakini akan terus tumbuh menjadi organisasi yang profesional, modern, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya Batak yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Kendati kepemimpinan terus berganti, esensi dari perjuangan Marga Panjaitan dalam organisasi ini tetap konsisten, yakni memastikan bahwa setiap anggota dapat merasakan manfaat dari keberadaan PBB sebagai wadah pemersatu. Melalui kolaborasi antar-marga dan sinergi dengan pemerintah serta elemen masyarakat lainnya, PBB Provinsi Banten di bawah nakhoda baru diharapkan mampu membawa perubahan positif yang lebih masif di masa mendatang. (*SS/Red)
