Ilustrasi Pria Sebar Brosur Jasa Seks di Pamulang
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pria sebar brosur jasa seks di Pamulang menjadi sorotan publik setelah aksinya viral di media sosial. Kejadian ini tidak hanya menghebohkan warga Tangerang Selatan, tetapi juga memicu perhatian aparat kepolisian dan pihak sekolah tempat pelaku pernah bekerja.
Kejadian mengejutkan terjadi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), ketika seorang pria tertangkap warga tengah menyebarkan brosur berisi penawaran jasa seksual. Pria sebar brosur jasa seks di Pamulang ini kemudian viral di media sosial setelah aksinya direkam warga setempat.
Selain itu, isi brosur yang dibagikan pelaku memuat rincian tarif yang berbeda berdasarkan kategori, mulai dari pelajar hingga orang dewasa. Hal ini pun menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Batam RT 004 RW 008, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan pada Kamis (26/3/2026). Awalnya, seorang warga yang sedang beraktivitas tiba-tiba dihampiri oleh pelaku yang tidak dikenal.
Selanjutnya, pelaku memberikan selembar brosur yang berisi penawaran layanan seksual kepada warga tersebut. Dalam brosur itu, tercantum berbagai tarif yang mengejutkan, yakni Rp 20 ribu untuk pelajar, Rp 50 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 100 ribu untuk orang dewasa.
Tak hanya itu, pelaku juga menyertakan nomor kontak yang dapat dihubungi. Situasi ini tentu saja membuat warga merasa tidak nyaman dan terganggu.
Kapolsek Pamulang, AKP Galih Febri Saputra, menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan saksi.
“Awalnya ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga tersebut sambil menawarkan dan memberikan sebuah lembaran yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” jelas Galih, dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Kemudian, setelah memberikan brosur tersebut, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Namun demikian, warga yang menerima brosur tersebut merasa kesal dan melaporkan kejadian itu kepada keluarganya.
Tidak berhenti di situ, warga bahkan mencoba memancing pelaku agar kembali ke lokasi.
“Kemudian warga tersebut sempat kesal dan mencoba memancing si pelaku untuk datang ke lokasi tempat dia menawarkan lembaran tersebut,” ujarnya.
Setelah berhasil diamankan oleh warga, identitas pelaku mulai terungkap. Pria tersebut diketahui berinisial IK dan ternyata pernah bekerja sebagai guru di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Depok.
Lebih lanjut, pihak sekolah langsung mengambil tindakan tegas setelah mengetahui video viral tersebut. Pada Jumat (27/3/2026), pelaku dipanggil oleh kepala sekolah untuk dimintai klarifikasi.
“Kemudian, dari pihak sekolah langsung memanggil pelaku yang menjabat operator dan guru di MTs dan langsung disanksi PHK dengan Surat Keputusan Nomor: 398/539/MTs.i/S/III/2026 Ditetapkan di Depok tanggal 27 Maret 2026,” papar Galih.
Dengan demikian, status pelaku sebagai tenaga pendidik resmi diberhentikan karena dinilai mencoreng nama baik institusi.
Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan oleh warga, ditemukan obat bernama Telado di dalam barang milik pelaku. Obat tersebut diketahui merupakan bagian dari terapi untuk penderita HIV.
“Si pelaku sempat dibawa ke rumah warga untuk dimintai keterangan dan dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun,” jelas Galih.
Lebih lanjut, pihak berwenang berencana melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap pelaku.
“Dan apabila hasilnya positif, dinas kesehatan akan berkoordinasi dengan atasnya untuk melakukan test HIV kepada anak-anak dan guru di sekolah tersebut,” ucapnya.
Di sisi lain, pihak sekolah juga memberikan pernyataan terkait kondisi pelaku. Kepala MTs berinisial EF mengungkapkan bahwa pelaku memang telah mengidap HIV sejak lama.
“Bahwa benar jika yang bersangkutan terjangkit HIV dari tahun 2014,” ujar Kepala MTs di Depok berinisial EF, lewat pesan singkat, Selasa (31/3/2026).
Namun demikian, pihak sekolah memastikan bahwa tidak ada keterlibatan siswa maupun guru lain dalam tindakan pelaku.
“Tidak ada (guru dan murid yang jadi korban IK), dan menurut pengakuan yang bersangkutan juga tidak pendekatan sama sekali dengan murid di sekolah,” sambungnya. (*GTC/Red)
