Alasan Inara Rusli bongkar aib rumah tangganya saat cerai dengan Virgoun, ogah disamakan dengan Mawa? (Foto : Tangkapan Layar)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Alasan Inara Rusli bongkar aib rumah tangganya saat cerai dengan Virgoun kembali menjadi sorotan publik setelah namanya terseret dalam polemik pernikahan siri dengan Insanul Fahmi dan laporan hukum dari Wardatina Mawa. Isu ini memicu perdebatan luas di media sosial, terutama terkait motif di balik keputusan Inara membuka konflik rumah tangganya ke ruang publik beberapa tahun lalu.
Perbincangan mengenai alasan Inara Rusli bongkar aib kembali menguat di tengah konflik terbaru yang melibatkan dirinya. Sebelumnya, publik lebih dulu mengenal polemik rumah tangganya dengan Virgoun, vokalis grup musik Last Child, yang berujung pada perceraian.
Namun demikian, situasi semakin kompleks ketika Inara dikabarkan menjalani pernikahan siri dengan Insanul Fahmi. Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari Wardatina Mawa yang kemudian melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Oleh karena itu, perhatian publik kembali tertuju pada masa lalu Inara.
Sebagai informasi, nama Inara Rusli memang sudah menjadi perbincangan nasional sejak 2023. Saat itu, ia secara terbuka mengungkap dugaan perselingkuhan sang suami dengan Tenri Anisa. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah berani sekaligus kontroversial karena membawa persoalan domestik ke ranah publik.
Pertanyaan publik kini mengarah pada satu hal: apakah alasan Inara Rusli bongkar aib dahulu berkaitan dengan posisinya saat ini yang dianggap serupa dengan Mawa?
Di tengah opini yang berkembang, sejumlah warganet menilai posisi Inara kini tak jauh berbeda dengan Mawa, karena keduanya sama-sama mempublikasikan persoalan rumah tangga masing-masing. Dengan demikian, perbandingan tersebut semakin ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.
Meski demikian, Inara memberikan klarifikasi terkait keputusannya di masa lalu. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil dalam kondisi yang menurutnya terpaksa dan penuh tekanan emosional.
Dalam pernyataan yang beredar melalui akun Instagram @gosip_danu, Inara menjelaskan latar belakang keputusannya untuk membuka persoalan rumah tangganya ke publik.
“Kenapa saya terpaksa melakukan itu (memilih jalan viral)? Saya sudah ditalak 3, putus secara agama. Saya sudah coba untuk minta kami duduk bareng hanya ber3 tanpa ada keluarga. Dengan tujuan agar mereka halalkan saja perbuatan mereka dibanding gonta ganti pasangan. Tapi mereka kabur,” kata Inara.
Melalui pernyataan tersebut, Inara menekankan bahwa dirinya telah berupaya menyelesaikan persoalan secara tertutup sebelum akhirnya memilih jalur publik. Dengan kata lain, keputusan tersebut menurutnya bukanlah pilihan pertama.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setelah isu tersebut viral, dirinya justru berupaya mencari jalan damai.
“Ketika viral dan masih belum genap seminggu, saya sudah coba untuk cekpos (karena dia dan manajemennya menyembunyikan keberadaannya) dan saya temui kosan tempat dy untuk meminta maaf dan mengajukan damai. Saya bilang saya akan take down semua postingan saya, dan saya rela untuk meminta maaf dan dijadikan tumbal di sosmed. Tapi dia mengatakan “no way back” terangnya.
Pernyataan ini memperlihatkan adanya upaya rekonsiliasi yang dilakukan Inara, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan. Bahkan, ia mengaku siap menanggung konsekuensi sosial demi penyelesaian damai.
Selain persoalan komunikasi, Inara juga menyinggung masalah nafkah dan hak asuh anak yang menurutnya turut memengaruhi keputusannya.
“Ketika saya masih berusaha meminta damai, ibunya datang ke rumah bukan untuk memediasi kami. Tapi untuk membawa semua pakaian dia. Ibu saya saksinya.” ujarnya.
“Dia sengaja menahan nafkah saya dan anak2 saat itu selama beberapa bulan agar saya tidak bisa memenuhi syarat untuk memegang hak asuh anak,” kata Inara.
Dari sudut pandang Inara, kondisi tersebut membuatnya berada dalam posisi sulit secara finansial maupun hukum. Oleh sebab itu, langkah membuka persoalan ke publik dianggap sebagai bentuk pembelaan diri.
Namun demikian, ia juga menyadari bahwa keputusan tersebut bukan tanpa risiko.
“Sekali lagi, apa yang saya lakukan salah, besar dosanya dan resiko hukumnya. Maka saya reminder untuk jangan mengulang kesalahan saya,” pungkasnya.
Di era digital, persoalan rumah tangga figur publik memang kerap menjadi konsumsi publik. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka konflik pribadi ke ruang publik hampir selalu memunculkan pro dan kontra.
Sebagian pihak menilai langkah Inara sebagai bentuk keberanian dalam memperjuangkan hak. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang menganggap tindakan tersebut justru memperkeruh suasana dan berdampak pada anak-anak.
Kini, ketika namanya kembali dikaitkan dengan isu pernikahan siri dan laporan hukum dari Mawa, publik kembali menyoroti konsistensi sikapnya. Perbandingan dengan pihak yang melaporkannya pun tak terhindarkan.
Meski demikian, pernyataan Inara menunjukkan adanya refleksi atas keputusan masa lalu. Ia mengakui kesalahan serta risiko hukum dan moral yang mungkin timbul.(*HA/Red)
