PLN Hadir untuk Masyarakat Maybrat
MAYBRAT, GOLANNUSANTARA.COM– Listrik masuk 19 kampung Maybrat menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama PT PLN (Persero). Program ini bertujuan menghadirkan pemerataan energi di wilayah pedalaman Papua Barat Daya. Masyarakat di kawasan tersebut telah lama hidup tanpa akses listrik yang memadai. Kondisi itu membuat aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi berjalan dengan keterbatasan. Kehadiran jaringan listrik diharapkan menjadi awal perubahan besar bagi masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama PT PLN (Persero) resmi memulai tahapan awal pembangunan jaringan listrik di wilayah pedalaman Papua Barat Daya. Sebanyak 19 kampung di sejumlah distrik terpencil ditargetkan mulai menikmati aliran listrik pada tahun anggaran 2026. Program tersebut menjadi bagian dari pemerataan energi nasional yang kini dipercepat pemerintah pusat.
Program listrik masuk 19 kampung Maybrat diawali dengan survei infrastruktur oleh tim teknis PLN di Distrik Aifat Timur dan Distrik Mare Selatan. Survei itu dilakukan untuk memetakan kondisi geografis wilayah. Tim juga menentukan jalur pembangunan jaringan listrik darat di kawasan yang masih minim pembangunan.
Pemerintah daerah menilai proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi. Program ini juga menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat pedalaman Papua Barat Daya. Selama bertahun-tahun warga di sejumlah kampung masih bergantung pada penerangan seadanya. Akibatnya, aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi sangat terbatas.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan listrik di Maybrat. Pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. Berbagai sektor pelayanan publik juga diproyeksikan berkembang lebih optimal. Kehadiran listrik diyakini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kampung yang selama ini kesulitan menjalankan usaha.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat PT PLN. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan komitmen dalam menindaklanjuti usulan pemerintah daerah terkait pembangunan jaringan listrik. Ia juga menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN menjadi momentum penting bagi pemerataan pembangunan di Papua Barat Daya.
“Masyarakat di sejumlah wilayah ini telah melewati beberapa dekade tanpa akses pencahayaan yang layak. Kehadiran program ini adalah kebutuhan mendasar yang sangat dinantikan,” ujar Karel saat mendampingi tim survei di lapangan.
Pembangunan listrik masuk 19 kampung Maybrat juga menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Sebagian lokasi berada di kawasan pegunungan dan sulit dijangkau kendaraan. Infrastruktur dasar yang masih terbatas membuat distribusi material membutuhkan pengamanan ekstra agar pekerjaan berjalan lancar.
Pemerintah Kabupaten Maybrat menempatkan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Aparat TNI dan Polri akan dilibatkan untuk membantu pengamanan jalur distribusi material. Mereka juga mendukung pembersihan area pembangunan dan pengawalan pekerja selama proses konstruksi berlangsung.
Karel Murafer mengimbau masyarakat di wilayah Aifat Raya dan Mare Raya untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Dukungan masyarakat dianggap sangat penting bagi kelancaran proyek tersebut. Pemerintah berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kami menjamin keselamatan para kontraktor dan tim teknis selama proses konstruksi berlangsung, didukung penuh oleh kesadaran masyarakat yang menginginkan perubahan,” tambahnya.
Program listrik masuk 19 kampung Maybrat merupakan tindak lanjut usulan strategis pemerintah daerah kepada Pemerintah Pusat. Program ini bertujuan mengatasi ketimpangan pembangunan infrastruktur di kawasan pedalaman Papua Barat Daya. Pemerintah daerah berharap proyek tersebut menjadi pintu masuk pembangunan sektor lain. Beberapa sektor yang diprioritaskan meliputi pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, dan ekonomi masyarakat.
Keberadaan listrik diyakini akan memberikan dampak besar bagi masyarakat pedalaman. Anak-anak sekolah nantinya dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang memadai. Fasilitas kesehatan juga dapat meningkatkan pelayanan karena tersedianya sumber energi yang stabil.
Manager UP2K Papua Barat Daya, Erwinton Naibaho, menjelaskan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui anggaran tahap pertama proyek tersebut. Kabupaten Maybrat bahkan menjadi salah satu daerah dengan alokasi proyek kelistrikan terbesar di Papua Barat Daya tahun ini.
“Survei pendahuluan telah rampung di beberapa titik krusial seperti Kampung Sori, Sabah, Faan Kahrio, hingga wilayah Mare Timur. Sebanyak 19 kampung menjadi fokus utama akselerasi pada fase pertama 2026,” urai Erwinton.
Survei yang dilakukan PLN tidak hanya berfokus pada pemasangan jaringan listrik. Tim teknis juga memetakan kebutuhan teknis di setiap kampung. Pengukuran jalur kabel dan lokasi tiang listrik dilakukan secara detail. Kondisi lingkungan sekitar juga diperhatikan agar pembangunan berjalan sesuai standar keamanan.
Tahapan survei menjadi bagian penting dalam proyek tersebut. Kondisi geografis di wilayah Maybrat berbeda dengan daerah perkotaan. Sebagian kampung berada di kawasan berbukit dengan akses jalan terbatas. Karena itu, perencanaan matang diperlukan sebelum konstruksi dimulai.
Manager UP3 Sorong, Deni Muhammad Abrar, menegaskan komitmen pihaknya dalam menyelesaikan proyek kelistrikan secara bertahap. Menurutnya, sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Maybrat menjadi faktor penting dalam mengatasi tantangan teknis di lapangan.
“Tanggung jawab kami adalah memastikan kawasan yang sebelumnya gelap kini bisa terintegrasi dengan jaringan listrik. Secara teknis tantangannya dinamis, namun komitmen kami dan dukungan penuh dari Bupati menjadi akselerator utama proyek ini,” pungkas Deni.
Pembangunan listrik masuk 19 kampung Maybrat menjadi harapan baru bagi masyarakat pedalaman. Kehadiran listrik dinilai mampu mempercepat perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini juga diharapkan membuka peluang pemerataan pembangunan yang lebih luas di Papua Barat Daya.
Masyarakat berharap proyek tersebut berjalan sesuai target. Pada tahun 2026 seluruh kampung yang masuk tahap pertama diharapkan sudah menikmati penerangan listrik. Harapan itu menjadi simbol perubahan besar bagi warga yang selama puluhan tahun menanti kehadiran infrastruktur energi.
Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua melalui pemerataan infrastruktur dasar. Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan. Infrastruktur energi juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pendidikan dan kesehatan.
Dengan dimulainya survei lapangan, proyek listrik masuk 19 kampung Maybrat diharapkan berjalan lancar hingga tahap konstruksi selesai. Pemerintah daerah optimistis program tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan Kabupaten Maybrat. Proyek ini juga diharapkan membawa perubahan nyata bagi generasi mendatang. (*ORJ/RED)
