Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

www.golandigital.com
  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • Gelondongan Kayu Banjir Sumatera Diduga dari Illegal Logging
  • Berita

Gelondongan Kayu Banjir Sumatera Diduga dari Illegal Logging

Gabriela Tiara Christi December 1, 2025
gelondongan kayu

Gelondongan kayu banjir Sumatera menjadi bukti dugaan illegal logging yang memperparah bencana di Sumatera (Dok. Tangkapan Layar)

Post Views: 88

JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, menjadi salah satu tokoh yang menyoroti fenomena mencolok berupa gelondongan kayu terbawa banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera. Ia menyampaikan pernyataan resmi kepada wartawan pada Minggu (30/11/2025), menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai fenomena biasa. Sebaliknya, menurut Johan, tumpukan kayu yang terseret arus merupakan tanda kerusakan hutan yang sangat serius.

“Pertama, saya menyampaikan dukacita mendalam atas korban jiwa dan kerugian besar yang dialami masyarakat akibat banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera. Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi sinyal keras bahwa kerusakan hutan kita sudah pada tingkat yang sangat serius,” ujar Johan.

Menurut Johan Rosihan, kuat dugaan bahwa gelondongan kayu tersebut berasal dari praktik penebangan pohon yang tidak bertanggung jawab. Ia menilai lemahnya pengawasan membuat aktivitas perambahan hutan berlangsung tanpa kendali.

“Tumpukan dan potongan kayu besar yang terbawa arus banjir menjadi indikasi kuat adanya pembalakan liar, praktik perambahan, serta lemahnya pengelolaan dan pengawasan kawasan hutan. Polanya selalu sama: ketika hulu rusak, hilir pasti menanggung bencana,” tegas Johan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi di berbagai wilayah seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga merupakan hasil dari degradasi hutan dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS).

Johan Rosihan memaparkan empat langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan yang dipimpin oleh Raja Juli Antoni. Ia menegaskan bahwa reformasi tata kelola hutan menjadi sangat mendesak.

“Satu, melakukan audit menyeluruh atas izin dan aktivitas pemanfaatan kawasan hutan di daerah terdampak.Dua, menindak tegas praktik pembalakan liar dan aktor-aktor yang bermain di balik mafia kayu.”ujar Johan

“Tiga, melaksanakan restorasi hutan dan rehabilitasi DAS secara terstruktur, berbasis peta fungsi kawasan.Empat, memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini bencana terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.” tambahnya

Sebagai akibat lanjutan, pemerintah pusat dan daerah kini dihadapkan pada tekanan publik untuk memperketat pengawasan hutan serta mengungkap asal-usul kayu-kayu tersebut.

“Banjir bandang ini mempertegas perlunya reformasi tata kelola hutan, termasuk melalui pembahasan Revisi UU Kehutanan yang sedang kami dorong di Komisi IV agar perlindungan hutan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama negara.” ujarnya

“Tumpukan-tumpukan kayu adalah teguran keras atas keberpura-puraan kita tentang perlindungan hutan, hutan lestari, serta ungkapan sejenisnya.” tambahnya

Fenomena ini menjadi viral di media sosial, terutama setelah video kayu-kayu besar bermunculan di berbagai platform. Banyak warganet yang menghubungkan temuan tersebut dengan praktik illegal logging yang sudah lama menjadi ancaman bagi ekosistem hutan di Sumatera.

Meski banjir bukan hal baru di Indonesia, keberadaan gelondongan kayu berukuran besar dalam jumlah masif menimbulkan tanda tanya besar. Publik beranggapan bahwa elemen kayu tersebut bukan berasal dari proses alam semata, melainkan dari aktivitas manusia.

Secara geografis, gelondongan kayu dalam jumlah besar ditemukan di beberapa lokasi strategis yaitu Tapanuli tengah, Tapanuli Selatan, hingga Sibolga. Hingga saat ini, belum diketahui asal-usul gelondongan kayu tersebut.

Bahkan, menurut laporan warga, gelondongan kayu memenuhi garis pantai, memperlihatkan betapa kuatnya arus yang membawa material dari kawasan hulu menuju pesisir. (*GTC/Red)

Tags: banjir bandang sumatera illegal logging kerusakan hutan pengawasan kawasan hutan restorasi hutan

Post navigation

Previous Prabowo Tinjau Langsung Daerah Terdampak Bencana
Next Perintah Prabowo Tangani Bencana di Sumatera

Related Stories

Prabowo Panggil Menteri Bahas Banjir dan Libur prabowo
  • Berita

Prabowo Panggil Menteri Bahas Banjir dan Libur

December 15, 2025
Polisi Buru Debt Collector Aniaya Warga Depok debt collector
  • Berita

Polisi Buru Debt Collector Aniaya Warga Depok

December 15, 2025
Banjir Bali, Puluhan Turis Asing Dievakuasi turis
  • Berita

Banjir Bali, Puluhan Turis Asing Dievakuasi

December 15, 2025

Advertising room

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

agus fatoni budaya lokal cerita mistis fenomena alam gaya hidup sehat kerukunan umat beragama kesehatan mental kpk literasi digital pengabdian masyarakat politik indonesia prabowo subianto sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi umkm universitas bina sarana informatika wisata mistis

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink JSB Verified

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Mengunakan Jasa Advertorial
  • Meggunakan Jasa Backlink

Kerjasama:

Golan Nusantara Bekerjasama dibidang: Artikel Press Release, Artikel Endorsement, Liputan event, Program afiliasi, Iklan Banner, Backlink/Content Placement

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy