JAKARTA, GOLANNUSANTARA.COM-Menkes dorong hidup sehat menjadi langkah penting pemerintah untuk menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia. Penyakit tersebut masih menjadi penyebab kematian tertinggi hingga saat ini. Upaya itu kembali ditegaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peluncuran program Nutri Level dan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, PT Lippo Malls Indonesia, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk di Jakarta Selatan. Program itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sejak dini agar risiko penyakit kronis bisa ditekan.
Jakarta menjadi lokasi peluncuran gerakan kesehatan tersebut. Program itu membawa pesan penting tentang perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai ancaman penyakit tidak menular kini semakin serius karena berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Akibatnya, jumlah penderita diabetes terus meningkat. Kasus stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal juga mengalami kenaikan setiap tahun.
Dalam kesempatan itu, Budi menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan kesehatan nasional. Karena itu, dukungan dunia pendidikan, sektor swasta, dan fasilitas layanan kesehatan sangat diperlukan agar kampanye hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah.
“Penyakit tidak menular sekarang menjadi penyebab kematian terbesar. Karena itu, pola hidup sehat harus mulai dibangun dari sekarang,”kata Budi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan pengobatan jangka panjang yang membutuhkan biaya besar dan waktu lama.
Masalah penyakit tidak menular memang menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai sekitar 11,3 persen populasi atau setara dengan 30 juta orang. Kondisi itu menunjukkan bahwa diabetes tidak lagi menyerang kelompok tertentu saja. Kini, kasus diabetes ditemukan pada berbagai usia termasuk usia produktif.
Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan. Salah satunya ialah layanan cuci darah bagi pasien gagal ginjal akibat komplikasi diabetes. Beban pembiayaan kesehatan nasional pun terus meningkat karena penyakit kronis membutuhkan penanganan jangka panjang dengan biaya besar. “Biaya pengobatan diabetes dan cuci darah terus meningkat setiap tahun. Karena itu pencegahan jauh lebih penting,”jelasnya.
Pemerintah menilai pencegahan harus menjadi fokus utama karena banyak penyakit tidak menular sebenarnya dapat dihindari. Hal itu dapat dilakukan apabila masyarakat memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga kesehatan tubuh. Edukasi tentang pentingnya mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak kini menjadi perhatian serius pemerintah.
Dalam acara tersebut, Kementerian Kesehatan juga memperkenalkan program Nutri Level. Program itu merupakan sistem pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman siap saji. Tujuannya untuk membantu masyarakat memahami kandungan nutrisi dalam produk yang dikonsumsi setiap hari. Dengan begitu, masyarakat dapat menentukan pilihan makanan yang lebih sehat.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui kadar gula, garam, dan lemak dalam produk sebelum mengonsumsinya. Informasi itu membantu masyarakat memilih makanan yang lebih sehat. Kesadaran membaca informasi nutrisi diyakini mampu menurunkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Pemerintah juga ingin meningkatkan usia hidup sehat masyarakat dari 60 tahun menjadi 65 tahun. Langkah itu dilakukan agar masyarakat tidak hanya berumur panjang tetapi juga tetap sehat dan produktif.
Menurutnya, usia panjang tidak akan berarti apabila masyarakat hidup dalam kondisi sakit kronis selama bertahun-tahun. Karena itu, perubahan pola hidup sehat harus dimulai sejak usia muda agar kualitas hidup masyarakat Indonesia dapat meningkat secara menyeluruh.
Pola hidup sehat yang dimaksud mencakup berbagai kebiasaan sederhana. Masyarakat dianjurkan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Konsumsi sayur dan buah juga perlu diperbanyak. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi makanan cepat saji dan menghindari rokok. Menjaga kualitas tidur setiap hari juga dianggap penting. Kebiasaan tersebut dinilai mampu mencegah munculnya penyakit kronis di kemudian hari.
Selain menghadirkan program Nutri Level, Kementerian Kesehatan juga memperkuat program cek kesehatan gratis di berbagai daerah. Program itu bertujuan mendeteksi lebih awal risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi pasien semakin parah.
Pemeriksaan kesehatan rutin dinilai sangat penting karena banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Banyak masyarakat baru menyadari dirinya mengidap diabetes atau hipertensi saat kondisinya sudah cukup berat. Akibatnya, pasien membutuhkan pengobatan intensif. Karena itu, pemeriksaan berkala menjadi bagian penting dalam gerakan hidup sehat.
Kerja sama lintas sektor yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama PT. Lippo Malls Indonesia, Universitas Pelita Harapan, dan PT. Siloam International Hospitals Tbk menjadi bagian dari strategi edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan program kesehatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Keterlibatan pusat perbelanjaan, institusi pendidikan, dan rumah sakit dinilai sangat penting. Kolaborasi itu dapat memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah berharap pesan hidup sehat tidak hanya disampaikan melalui fasilitas kesehatan. Edukasi juga diharapkan hadir di ruang publik yang sering dikunjungi masyarakat.
Budi menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dalam sektor kesehatan hanya dapat tercapai apabila masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Program kesehatan tidak bisa dijalankan pemerintah sendiri. Harus menjadi gerakan bersama agar dampaknya lebih besar,”pungkasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa gerakan hidup sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Gerakan itu juga membutuhkan dukungan aktif masyarakat. Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari lingkungan keluarga karena kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi kondisi kesehatan dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat. Dengan begitu, angka penyakit tidak menular dapat ditekan pada masa mendatang. Program edukasi kesehatan yang konsisten juga diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat Indonesia.
Menkes dorong hidup sehat tidak hanya menjadi slogan kampanye kesehatan. Langkah tersebut juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.(*RED/ORJ)
