Kisah pria Aceh berjalan kaki 136 km demi akad nikah viral. (Dok. Video : Instagram @handoko_115)
ACEH, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Kisah perjuangan seorang pria Aceh berjalan kaki demi akad nikah viral di media sosial. Peristiwa tersebut menyentuh hati warganet dari berbagai daerah di Indonesia.
Pria bernama Handoko membagikan perjalanannya melalui akun Instagram @handoko_115. Ia berjalan kaki dari Takengon menuju Lhoksukon demi melangsungkan akad nikah.
Perjalanan tersebut dilakukan karena akses jalan tertutup akibat bencana alam di Aceh. Akibat longsor, kendaraan tidak dapat melintas di sejumlah jalur utama.
Jarak Takengon menuju Lhoksukon mencapai sekitar 136 kilometer. Waktu tempuh perjalanan tersebut memakan lebih dari tiga hari berjalan kaki.
Dalam unggahannya, Handoko menuliskan keterangan sebagai berikut. “Rela jalan kaki dari Takengon ke lhoksukon demi akad nikah” Selanjutnya, video yang diunggah memperlihatkan medan perjalanan yang ekstrem.
Jalur berlumpur, bebatuan, dan titik longsor harus dilewati tanpa kendaraan. Terlihat pula material longsor berupa tanah dan batu menutup badan jalan. Bahkan, beberapa ruas aspal tampak terputus akibat ambles.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari warganet. Lebih lanjut, Handoko menjelaskan medan terberat berada di jalur longsor. Ia memperkirakan tujuh kilometer jalan terputus total.
“Saya berjalan dari Buntul sampai Gunung Salak kurang lebih empat jam perjalanan. Sampai Gunung Salak baru saya numpang lagi sama orang sampai Lhokseumawe. Sampai Lhokseumawe baru saya lanjut lagi ke Lhoksukon,” jelasnya.Ia juga menyebut perjalanan dilakukan bersama rekan di sebagian rute.
“(Jalan kaki) Bersama teman empat orang sampai di Kem cuma dari Kem ke Lhokseumawe sama kawan saya dari Kuala Simpang,” lanjut Handoko.
Rintangan berat pun tidak terelakkan selama perjalanan tersebut. “Rintangannya melewati jalan yang putus dan lumpur, harus mendaki di tebing yang berada di sungai.”
Akibat kondisi jalan, Handoko berangkat tanpa keluarga. Ia mengaku sedih menjalani akad tanpa kehadiran orang tua
“Tidak ada yang ikut saya berangkat sendiri dari rumah. Sayang akad tanpa kehadiran orang tua dan abang saya. Karena jalan putus jadi saya memutuskan berangkat akad sendirian. Dan kebetulan ada saudara kuliah di Lhokseumawe dia saya minta buat jadi saksi,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi keluarganya dilaporkan aman. Namun, dampak bencana di kampung halaman masih terasa.
“Alhamdulillah (keluarga) aman semua cuma dampaknya yang parah kak beras langka, bahan bakar dan bahan pangan lainnya.”
Saat ini, Handoko berada di Lhoksukon. Ia menyebut kondisi pangan di daerah tersebut relatif lebih aman.
“Untuk saat ini saya berada di Lhoksukon jadi masih aman yang susah itu di Takengon dan bener meriah. Harus jalan kaki juga kalau mau beli beras,” pungkasnya. (*IM/Red)
