PT Golan Digital Kreatif Bekali Siswa SMK Dian Jakarta Strategi Digital Marketing (Dok. Pribadi)
WWW.GOLANNUSANTARA.COM – PT Golan Digital Kreatif, melalui unit bisnis Golan Event, sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dan Kelas Industri bagi siswa SMK Dian Jakarta pada hari ini, Senin (27 April 2026). Mengusung tema besar “Mengubah Gadget di Tangan Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis”, acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai dunia digital marketing kepada para siswa. Hadir sebagai pemateri utama sekaligus Direktur Utama PT Golan Digital Kreatif, Esron Rikardo Nainggolan, M.Kom, memaparkan pentingnya transformasi pola pikir dari era lama ke era baru. Beliau menjelaskan bahwa di masa kini, ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi murni, melainkan telah menjadi toko, kantor, dan alat produksi di mana kreativitas mampu mengalahkan anggaran besar.
Dalam pemaparannya, Esron memperkenalkan strategi “The Golan Way” yang terdiri dari tiga pilar utama untuk memenangkan persaingan digital:
- Digital Visibility: Memastikan kehadiran dan keterlihatan merek secara daring.
- Storytelling Over Selling: Menarik pelanggan melalui nilai cerita yang bermakna, bukan sekadar jualan paksa.
- Data-Driven Marketing: Pengambilan keputusan berdasarkan analisis data konsumen yang akurat seperti usia, lokasi, dan minat audiens.

Pemaparan materi mengenai pentingnya membangun visibilitas digital oleh Esron Rikardo Nainggolan.
Esron Rikardo Nainggolan menekankan bahwa pada tahun 2026, jika sebuah bisnis tidak dapat ditemukan di Google atau media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, maka bisnis tersebut dianggap tidak ada. Beliau juga memberikan pesan kuat kepada para peserta:
“Dunia digital itu adil. Ia tidak peduli kalian lulusan mana, ia hanya peduli seberapa kreatif kalian memanfaatkan platform yang ada di tangan kalian. Di PT. Golan Digital Kreatif, kami tidak hanya mencari orang pintar, kami mencari orang yang paham bahwa setiap postingan adalah peluang marketing. Jadikan media sosialmu sebagai portofolio, bukan sekadar galeri foto.”
Selain sesi materi, para siswa juga ditantang melalui kompetisi praktis seperti “The 60-Second Viral Pitch” untuk menguji kemampuan membuat konten viral yang mendorong konversi bisnis, serta “The Personal Branding Challenge” yang menugaskan siswa mengubah profil media sosial mereka menjadi portofolio profesional dalam waktu satu minggu. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya konsumtif terhadap teknologi, tetapi produktif dalam membangun ekosistem digital yang kuat demi kemajuan ekonomi kreatif di masa depan
