Literasi Digital Perlindungan Data Pribadi (Dok. Pribadi)
BOGOR, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pentingnya Pelindungan Data Pribadi Sekolah kini menjadi prioritas utama bagi institusi pendidikan di era digital. Dalam upaya mendukung implementasi regulasi keamanan digital nasional di sektor pendidikan, tim dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBSI, sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini secara khusus memberikan edukasi mendalam terkait implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Langkah ini diambil sebagai respon nyata terhadap kerentanan data sensitif siswa dan wali murid di tingkat pendidikan anak usia dini yang seringkali menjadi sasaran empuk berbagai modus kejahatan siber.
Pelatihan yang mengusung tema “Pelatihan Peningkatan Kesadaran Pelindungan Data Pribadi untuk Pencegahan Kejahatan Siber di RA Daarul Fikri” ini dilaksanakan secara hybrid melalui platform Zoom Meeting, memungkinkan fleksibilitas bagi para peserta untuk berinteraksi meskipun berada di lokasi berbeda. Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara akademisi dan praktisi kampus yang terdiri dari Ade Surya Budiman selaku Ketua Pelaksana, didampingi oleh Erwin Setyawan yang bertindak sebagai tutor utama, serta Nur Ali Farabi dan Fahrizal sebagai anggota tim dosen. Peran aktif mahasiswa juga turut mewarnai kegiatan ini dengan kehadiran Ahmad Syamsi Ashari dan Naufal Haryadi yang membantu pendampingan teknis bagi para peserta.
Ketua Pelaksana PKM, Ade Surya Budiman, menjelaskan bahwa melalui dukungan LPPM UBSI, timnya dapat menjangkau mitra strategis seperti RA Daarul Fikri yang mengelola data pribadi anak di bawah umur yang sangat krusial. Menurutnya, penerapan prinsip UU PDP adalah benteng pertahanan pertama sekolah untuk memitigasi risiko kejahatan siber seperti pencurian data atau penipuan digital. Ade juga menyampaikan apresiasi kepada LPPM UBSI yang telah memfasilitasi kegiatan edukasi ini agar manfaat akademis dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pendidikan di wilayah Bogor, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang sadar privasi di era transformasi digital.

Potret antusiansme peserta pada kegiatan literasi digital terkait perlindungan data pribadi.
Suasana antusiasme tetap terasa meski sebagian peserta bergabung secara daring melalui ruang Zoom. Para pengajar dan staf administrasi RA Daarul Fikri diajak menyelami materi secara interaktif oleh Erwin Setyawan selaku tutor. Dalam paparannya, Erwin menekankan hak dan kewajiban pemilik data agar sekolah memiliki fondasi hukum yang kuat dalam mengelola informasi siswa. Keseruan berlanjut saat memasuki sesi simulasi praktis, di mana peserta dipandu untuk langsung mempraktikkan teknik manajemen kata sandi yang kuat serta melakukan audit privasi pada media sosial sekolah guna menutup celah kebocoran informasi. Sebagai penutup, tim melakukan evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta yang hasilnya akan dilaporkan sebagai luaran resmi kegiatan kepada LPPM UBSI.
Pihak RA Daarul Fikri menyambut positif inisiatif ini dan berharap sinergi dengan LPPM UBSI dapat terus berlanjut di masa depan. Melalui pemanfaatan metode pembelajaran hybrid ini, kendala jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk menyerap ilmu baru. Dengan bekal literasi digital yang lebih kokoh, RA Daarul Fikri kini lebih siap mengintegrasikan prinsip perlindungan data ke dalam operasional harian sekolah, mulai dari proses penerimaan siswa baru hingga pengelolaan konten publikasi digital secara lebih aman, etis, dan profesional sesuai dengan amanat undang-undang. (*RED)
