Buku Broken Strings Aurelie Moeremans mengungkap trauma masa lalu, isu child grooming, dan toxic relationship.(Sumber Foto : Tangkapan Layar)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Aurelie Moeremans dikenal sebagai aktris berbakat yang telah membintangi berbagai film dan serial populer Indonesia. Namun kali ini, Aurelie Moeremans hadir bukan sebagai pemeran layar, melainkan sebagai penulis yang berani menuturkan kisah personal melalui buku berjudul Broken Strings.
Melalui buku tersebut, Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pahit yang pernah ia alami di masa lalu. Ia menceritakan trauma mendalam akibat menjadi korban child grooming serta menjalani toxic relationship dengan seorang pria yang namanya disamarkan sebagai Bobby. Pengakuan ini menjadikan Broken Strings bukan sekadar buku autobiografi, melainkan refleksi emosional yang sarat makna.
Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans menumpahkan luka batin yang selama bertahun-tahun ia pendam. Ia mengisahkan bagaimana trauma tersebut memengaruhi cara pandangnya terhadap cinta, kepercayaan, dan harga diri.
Lebih lanjut, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa proses penyembuhan bukanlah perjalanan yang instan. Dengan bahasa yang jujur dan reflektif, Aurelie Moeremans berupaya memberi suara bagi para penyintas yang mungkin mengalami pengalaman serupa namun belum berani berbicara.
Seiring berjalannya waktu, Broken Strings mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Keberanian Aurelie Moeremans membuka kisah kelam hidupnya menuai simpati dan dukungan moral dari berbagai kalangan.
Di sisi lain, viralnya buku ini juga dipicu oleh rasa penasaran publik yang mencoba mengaitkan cerita dalam buku dengan kehidupan pribadi Aurelie Moeremans di masa lalu, termasuk deretan pria yang pernah menjalin hubungan dengannya.
Salah satu nama yang ikut terseret dalam perhatian publik adalah musisi Marcello Tahitoe atau Ello, yang diketahui pernah menjalin hubungan cukup lama dengan Aurelie Moeremans sebelum akhirnya berpisah.
Saat ditemui awak media di kawasan Senayan, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026), Ello memilih bersikap singkat dan berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Ia mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk sesi wawancara.
“Oke, habis ini gua harus cabut ya. Tipis tapi padat,” ujar Ello saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, pada Sabtu (17/1/2026). Alih-alih membahas isi buku secara mendalam, Ello justru menyampaikan apresiasi atas pencapaian Aurelie Moeremans di dunia literasi.
“Menanggapinya? Oke, saya cuma mau bilang selamat atas rilis karya literasinya,” ucap Ello singkat.
Lebih lanjut, pelantun lagu “Kisah Kita Telah Usai” tersebut mengakui bahwa Broken Strings mendapatkan respons luar biasa dari publik. Ia menilai antusiasme pembaca sebagai bukti keberhasilan Aurelie Moeremans sebagai penulis.
“Luar biasa diterima apresiasinya,” Ello menyambung. Pernyataan ini menegaskan bahwa Ello memilih memandang buku tersebut sebagai sebuah pencapaian profesional, bukan sebagai isu personal yang perlu diperdebatkan.
Meski terus dicecar pertanyaan terkait isi buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Ello tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memberikan komentar lanjutan. Ia menutup wawancara dengan menyampaikan alasan pribadi dan keluarga.
“Sekarang saya mau pulang, ketemu sama istri dan anak saya. Terima kasih,” pungkas Ello. (*GTC/Red)
