Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih menunggu kabar pencarian dari tim SAR. (Sumber: Tangkapan Layar)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih menanti kabar pencarian dari tim SAR gabungan. Pesawat tersebut ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sementara itu, suasana duka terlihat di rumah korban bernama Deden Maulana, Jakarta Selatan. Deden Maulana merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi korban kecelakaan. Selain itu, kerabat dan tetangga berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Keluarga korban masih terpukul akibat kecelakaan pesawat rute Yogyakarta menuju Makassar tersebut.
Ayah korban, Muksin, menyatakan keluarga bersiap mengikuti proses identifikasi di Makassar. Proses identifikasi dilaporkan akan dilakukan di RS Bhayangkara Makassar setelah korban ditemukan.
“Rencananya istrinya, adiknya, sama suami (adik ipar),” kata Muksin. Muksin mengaku terakhir berkomunikasi dengan korban pada Kamis, 15 Januari 2026.
Namun demikian, korban tidak berpamitan saat berangkat dinas pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Terakhir kontak hari Kamis, biasanya dia mau berangkat dinas itu suka bilang, minta didoain. Kemarin nggak ada kabar, tahu-tahu kabarnya udah pergi,” kata Muksin.
Sebelumnya, tim SAR gabungan menemukan bagian pesawat di puncak Gunung Bulusaraung, Minggu pagi. Bagian pesawat yang ditemukan meliputi badan, ekor, serta jendela pesawat ATR 42-500. Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut pencarian korban terus dilakukan.
“Yang kami utamakan saat ini pencarian korban, mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat,” kata Arif. (*IM/Red)
