Calya Lawan Arus Gunung Sahari Viral (Dok. Instagram @info_jakartabarat)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Peristiwa Calya lawan arus Gunung Sahari terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.15 WIB di kawasan padat lalu lintas, tepatnya di Jalan Gunung Sahari Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kejadian berlangsung pada jam sibuk sore hari ketika arus kendaraan sedang ramai.
Berdasarkan video yang beredar luas di Instagram, TikTok, dan X, mobil Toyota Calya berwarna hitam tersebut tampak melaju secara ugal-ugalan. Tidak hanya melawan arus, kendaraan tersebut juga terlihat menabrak sejumlah kendaraan lain di depannya.
Selain itu, dalam rekaman video yang viral, tampak pengemudi tetap memacu kendaraannya meskipun kondisi jalan sedang padat. Situasi tersebut memicu kepanikan pengguna jalan lain yang berusaha menghindari tabrakan.
Menurut keterangan sebelum insiden terjadi, kendaraan yang dikemudikan pria berinisial HM berjalan dari arah utara menuju selatan. Namun demikian, ketika hendak diberhentikan petugas di dekat Halte Lapangan Banteng, kendaraan tersebut justru terus melaju.
“Sesampainya di dekat Halte Lapangan Banteng, pada saat hendak diberhentikan oleh petugas, kendaraan tersebut tetap melaju dan terus berjalan ke arah selatan di Jalan Gunung Sahari,” kata Ps Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Arry Utomo.
Selanjutnya, kendaraan berbelok ke kiri memasuki Jalan Gunung Sahari IV dan melaju menuju Jalan Bungur Besar Raya.
“Dan berbelok ke kiri di Jalan Bungur Besar Raya Arah Utara. Sesampainya di Jalan Gunung Sahari V, kendaraan tersebut berbelok ke kiri melawan arah ke arah timur,” sebutnya.
Tidak berhenti di situ, mobil tersebut terus melaju hingga ke Simpang MBAL dan mengarah ke Jalan Dr Sutomo. Setibanya di dekat Hotel Bintang Baru, kendaraan berputar arah.
“Hingga kembali ke Simpang MBAL dan berbelok ke kiri ke Jalan Gunung Sahari arah utara hingga sampai di Simpang Pintu Besi,” ucapnya.
Kemudian, pengemudi kembali berputar arah dengan melawan arus ke arah selatan hingga akhirnya berhenti di dekat Halte Golden Truly setelah dikepung massa.
“Pengendara berikut kendaraannya dapat diamankan di Polres Jakarta Pusat,” pungkasnya.
Tak lama setelah diunggah, video Calya lawan arus Gunung Sahari langsung menjadi trending topic di berbagai platform media sosial. Kata kunci seperti “Calya Gunung Sahari”, “Plat D”, dan “lawan arus Jakarta” ramai diperbincangkan.
Sebagian besar warganet mengecam keras tindakan pengemudi. Mereka menilai aksi tersebut sangat membahayakan, terlebih karena melibatkan kendaraan lain yang ditumpangi anak kecil dan bayi.
“Macet itu resiko,bukan alasan buat lawan arah.. Bahayain nyawa orang lain dan diri sendiri,parah!!… tuntut ganti rugi juga tuh orang,” kata @Choco_Cashew_.
“kalau di amerika udah halal buat di dor langsung pengemudi nya tuh.. udah membahayakan banyak orang,” ujar @meow_leader2.
“Padahal yg bikin macet ya dirinya sendiri juga.. makanya naik transum, biarpun kena macet gara² kendaraan pribadi, tapi seenggaknya rame² sama penumpang yg lain,” tutur @f___yp.
“Yg gue bingung itu kan di dlm ada cewe ya, apa dia ga takut kaya dibawa mati sama org gila gtu?? Buset ajal depan mata bgt jir itu mah, segala lawan arah trs nabrakin ke mana2. Hadehh, gws sih kata gue,” ujar @cutelattesz.
“Hadeuh bodoh dipelihara,. Jadi merugikan orang lain kan,. Ganti rugi tuh semua kerugian klo bisa di-ban dri berkendara selamanya,. Keliatan nih gak bisa taat aturan atau ada yg disembunyikan jangan2,” ujar @FighterShe79631.
Akibat aksinya yang dinilai membahayakan, massa yang sebagian besar terdiri dari pengemudi ojek online dan warga sekitar mengejar kendaraan tersebut. Selanjutnya, mobil berhasil dikepung dan mengalami kerusakan di beberapa bagian, termasuk kaca belakang pecah serta bodi penyok.
Dalam situasi yang semakin memanas, aparat kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan guna membubarkan massa. Langkah tersebut diambil untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis yang lebih luas.
Akhirnya, petugas berhasil mengamankan pengemudi berinisial HM (25), warga Sidoarjo, Jawa Timur, beserta satu penumpang perempuan dari amuk warga. Keduanya kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, polisi juga melakukan tes kesehatan serta tes urine guna memastikan tidak adanya pengaruh alkohol maupun narkoba saat kejadian berlangsung. Hingga saat ini, hasil pemeriksaan tersebut masih dalam pendalaman.
Lebih lanjut, kepolisian mendalami sejumlah dugaan pelanggaran dalam kasus Calya lawan arus Gunung Sahari. Tidak hanya terkait pelanggaran lalu lintas dan dugaan tabrak lari, aparat juga menyelidiki kemungkinan penggunaan pelat nomor palsu.
Mobil Toyota Calya tersebut kini telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, hingga Kamis pagi (26/2/2026), pengemudi belum ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti tambahan guna menentukan pasal yang akan dikenakan kepada pengemudi. Proses hukum akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (*GTC/Red)
