Kakek Pensiunan Guru Dituding Jukir Liar di Jakut. (Foto : Dok. Ilustrasi AI)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pada awalnya, video yang beredar luas di media sosial tersebut menunjukkan seorang laki-laki lanjut usia yang berada di depan Masjid Al Araf, Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Dalam video itu, pria lansia pensiunan guru tersebut dituding sebagai juru parkir liar oleh seorang penjual bakso.
“Adapun isi video tersebut memperlihatkan seorang laki-laki lanjut usia yang diusir oleh pihak penjual bakso karena yang bersangkutan meminta uang parkir di lokasi penjualan bakso,” katanya.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cilincing, Aiptu Sudarmanto, segera melakukan klarifikasi langsung di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat serta mencegah kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Pada Senin (9/2), Aiptu Sudarmanto menemui pria lansia yang dituduh sebagai jukir liar. Dari hasil pertemuan tersebut, terungkap fakta yang berbeda dari tuduhan dalam video viral.
“Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Bapak Candra Harahap, seorang pensiunan guru,” kata Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menggali latar belakang kehidupan Candra Harahap. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada Aiptu Sudarmanto, Candra merupakan pensiunan guru yang saat ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Seiring berjalannya waktu, kondisi hidup yang dihadapi Candra semakin sulit. Ia mengaku mengalami musibah terkait dana pensiun yang seharusnya menjadi penopang hidup di masa tua.
“Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, tapi uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain,” ucapnya.
Akibat musibah tersebut, Candra terpaksa mencari penghasilan dengan cara memulung rongsokan. Saat ditemui oleh Bhabinkamtibmas, ia sedang mencari barang bekas di wilayah RT 03 RW 01 Kelurahan Sukapura.
Namun demikian, penghasilan dari memulung tidak menentu dan jauh dari kata cukup. Candra mengaku harus bekerja apa saja demi bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Sehari-hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak tiga, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan,” kata Candra.
Terkait tuduhan sebagai juru parkir liar, Candra dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengatur atau meminta uang parkir seperti yang dituduhkan dalam video viral tersebut.
“Saya mah cuma duduk-duduk saja, nggak pernah markir-markir gitu. Tanya aja orang-orang,” ucapnya.
Selain kondisi ekonomi yang memprihatinkan, kehidupan pribadi Candra juga penuh keterbatasan. Ia diketahui sudah tidak tinggal bersama ketiga anaknya dan menjalani hari-hari seorang diri.
Candra sempat mengajak petugas kepolisian ke tempat tinggalnya, sebuah kontrakan sederhana di lantai dua kawasan padat penduduk di Tipar Cakung. Di dalam kontrakan tersebut, terlihat kardus-kardus bekas serta karung plastik yang berisi barang hasil memulung.
“Tinggal sendiri, ngontrak sebulan Rp 250 ribu,” ucap Candra. (*GTC/Red)
