Polisi Tangkap 11 Orang, Sita Ribuan Tramadol di Jakpus
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA,COM – Polres Metro Jakarta Pusat menangkap 11 orang saat menggelar patroli skala besar di sejumlah titik rawan kriminalitas pada Kamis (28/5/2026) dini hari. Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian turut menyita senjata tajam, ribuan butir obat keras jenis tramadol, hingga narkotika yang diduga akan diedarkan di wilayah Jakarta Pusat. Operasi patroli itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain menyasar lokasi yang rawan tawuran dan aksi begal, patroli juga difokuskan pada titik yang diduga menjadi jalur peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan operasi tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari kepolisian dan unsur TNI. Patroli berlangsung mulai pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama serta kawasan yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 11 orang yang saat ini masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan kepemilikan narkotika, obat-obatan terlarang hingga dugaan tindak pidana lainnya,” kata Kombes Reynold Hutagalung kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jakarta Pusat. Pasalnya, sejumlah kawasan di ibu kota masih kerap diwarnai aksi kriminalitas jalanan, terutama pada malam hingga dini hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang. Dalam patroli tersebut, petugas menemukan dua pria yang membawa kunci letter T saat mengendarai sepeda motor Honda Vario. Polisi menduga kedua pria itu terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan dalam jaringan pencurian motor di wilayah Jakarta.
“Dalam patroli tersebut, petugas mengamankan dua pria yang kedapatan membawa kunci letter T saat menggunakan sepeda motor Honda Vario. Keduanya diduga terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Reynold Hutagalung, Kamis (28/5/2026).
Selain itu, patroli yang dilakukan jajaran Polsek Metro Tanah Abang berhasil mengungkap dugaan peredaran obat-obatan terlarang. Polisi menemukan barang bukti berupa tembakau sintetis seberat 33,12 gram, 1.202 butir tramadol, 116 butir Hexymer, serta plastik klip kosong yang diduga digunakan sebagai alat pengemasan obat ilegal. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa peredaran obat keras tanpa izin masih menjadi ancaman serius di Jakarta Pusat. Tramadol dan Hexymer diketahui merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Namun, dalam praktiknya, kedua obat itu kerap disalahgunakan oleh kalangan tertentu karena efek samping yang dapat memengaruhi kondisi kesadaran. Tidak hanya di kawasan Tanah Abang, petugas juga menemukan sejumlah paket kecil diduga narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis di wilayah Cempaka Putih. Obat keras jenis Excimer dan tramadol turut ditemukan dari sejumlah pengendara yang diperiksa selama operasi berlangsung.
“Sementara di wilayah Cempaka Putih, polisi juga menemukan beberapa paket kecil diduga narkotika jenis sabu, tembakau sintetis. Serta obat keras jenis excimer dan tramadol dari sejumlah pengendara yang diperiksa saat operasi berlangsung,” kata Reynold Hutagalung, Kamis (28/5/2026).
Selain mengamankan narkotika dan obat-obatan terlarang, aparat kepolisian turut menyita satu bilah celurit tanpa pemilik. Polisi menduga senjata tajam tersebut sengaja dibawa untuk aksi tawuran atau tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Petugas juga menyita sejumlah kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi surat-surat resmi maupun pelat nomor polisi. Kendaraan tersebut saat ini diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan status kepemilikannya. Langkah tegas yang dilakukan kepolisian mendapat perhatian luas dari masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, warga Jakarta memang mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas jalanan yang terjadi pada malam hingga dini hari. Oleh karena itu, patroli rutin dianggap menjadi salah satu cara efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Kendati demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa operasi seperti ini bukan hanya dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kriminalitas, melainkan juga sebagai bentuk pencegahan agar situasi keamanan tetap terkendali. Reynold Hutagalung menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan maupun pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat. Menurut dia, patroli akan terus dilakukan secara rutin dengan pola pengawasan yang diperketat di sejumlah kawasan rawan.
“Kami akan tindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Reynold Hutagalung, Kamis (28/5/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang kerap menjadi pemicu tindak kriminalitas.Di sisi lain, keberhasilan operasi tersebut juga menunjukkan pentingnya patroli rutin pada jam-jam rawan kejahatan. Selama ini, sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor, tawuran, hingga peredaran narkoba sering terjadi ketika situasi jalanan relatif sepi. Dengan kehadiran aparat di lapangan, potensi terjadinya tindak kriminal dapat ditekan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan merasa lebih aman ketika beraktivitas pada malam hari maupun dini hari.
Fenomena peredaran obat keras ilegal seperti tramadol dan Hexymer sendiri menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Pasalnya, obat-obatan tersebut kerap disalahgunakan oleh remaja dan kelompok tertentu untuk mendapatkan efek halusinasi maupun rasa tenang secara instan. Penggunaan obat keras tanpa pengawasan medis berpotensi menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan, mulai dari gangguan saraf, ketergantungan, hingga risiko kematian apabila dikonsumsi dalam dosis berlebihan. Oleh sebab itu, kepolisian terus menggencarkan operasi untuk memutus rantai distribusi obat ilegal di wilayah Jakarta. Tidak hanya menyasar pengedar, aparat juga berupaya mengidentifikasi jaringan pemasok yang diduga memasok obat-obatan tersebut ke sejumlah wilayah di ibu kota. Langkah itu dinilai penting agar penindakan tidak berhenti pada level pengguna maupun pengedar kecil saja.
Sementara itu, patroli gabungan TNI-Polri dinilai efektif dalam meningkatkan pengawasan di kawasan rawan kriminalitas. Kehadiran personel gabungan memberikan efek psikologis bagi pelaku kejahatan sehingga mereka berpikir ulang untuk melakukan aksi kriminal. Selain melakukan patroli, aparat juga memeriksa kendaraan yang melintas secara acak. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pengendara yang membawa senjata tajam, narkotika, maupun barang berbahaya lainnya. Operasi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan di sejumlah titik di Jakarta Pusat. Dalam operasi cipta kondisi yang digelar beberapa hari sebelumnya, polisi juga mengamankan 11 orang terkait kepemilikan senjata tajam dan obat-obatan terlarang. Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi tawuran, balap liar, hingga tindak kriminal jalanan lainnya.
Upaya penindakan yang konsisten dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keamanan wilayah perkotaan. Sebab, Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga berpotensi menjadi sasaran berbagai tindak kriminal. Oleh karena itu, aparat kepolisian terus mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Partisipasi warga dinilai sangat membantu dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan peredaran narkotika. Di samping itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli maupun mengonsumsi obat keras tanpa resep dokter. Selain melanggar hukum, penggunaan obat-obatan tersebut dapat membahayakan kesehatan dan memicu tindak kriminalitas lain. Secara umum, operasi patroli yang digelar Polres Metro Jakarta Pusat berlangsung aman dan kondusif. Aparat memastikan situasi keamanan tetap terkendali selama proses patroli dan pemeriksaan berlangsung.
“Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan operasi berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif,” kata Reynold Hutagalung, Kamis (28/5/2026).
Dengan adanya operasi rutin tersebut, kepolisian berharap angka kriminalitas di Jakarta Pusat dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta menjauhi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Ke depan, patroli gabungan dipastikan terus dilakukan dengan pola yang lebih masif dan menyasar titik-titik rawan kriminalitas lainnya. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menekan peredaran narkoba dan tindak kriminal jalanan di ibu kota. (*SS/Red)
