Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • Kebakaran di Kebayoran Lama Hanguskan 18 Rumah
  • Berita

Kebakaran di Kebayoran Lama Hanguskan 18 Rumah

Salwa Saumi September 23, 2026
Kebakaran di Kebayoran Lama

Kebakaran di Kebayoran Lama Hanguskan 18 Rumah

Post Views: 8

WWW.GOLANEDUCATION.COM – Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Teuku Nyak Arif, Rukun Tetangga 05 Rukun Warga 01, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa yang terjadi di pemukiman padat penduduk tersebut menghanguskan belasan bangunan warga setempat serta menyebabkan ratusan penduduk terdampak secara langsung. Berdasarkan hasil pendataan resmi dari otoritas terkait di lokasi bencana, insiden amukan api ini berujung pada dampak sosial yang merugikan sedikitnya seratus lima puluh jiwa warga sekitar.

Di samping melahap bangunan hunian masyarakat, amukan si jago merah yang membubung tinggi di wilayah perkotaan tersebut juga merusak sedikitnya delapan belas unit rumah tinggal milik warga serta empat unit tempat usaha. Seluruh areal bangunan yang hangus terbakar tersebut berdiri di atas lahan permukiman seluas seribu dua ratus lima meter persegi. Luasnya dampak kerusakan materiil yang ditimbulkan oleh insiden meluasnya kobaran api tersebut membuat nilai kerugian finansial yang ditanggung oleh para korban mencapai angka yang tergolong sangat besar.

Sehubungan dengan besarnya dampak sosial serta material yang melanda warga di permukiman tersebut, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Asril Rizal, memberikan konfirmasi resmi mengenai penanganan serta pendataan jumlah korban di lapangan. Dalam keterangan resminya kepada media, pimpinan instansi penanggulangan bencana wilayah Jakarta Selatan tersebut menegaskan kepastian kondisi keselamatan jiwa seluruh warga di lokasi musibah. Terkait dengan kondisi keselamatan penduduk serta jumlah warga yang kehilangan tempat bernaung pasca-insiden tersebut, Asril Rizal secara langsung menyatakan: “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal” (23 September 2026).

Selain memaparkan data jumlah penduduk yang terdampak akibat rusaknya belasan unit rumah dan tempat usaha tersebut, pimpinan instansi pemadam kebakaran wilayah Jakarta Selatan itu turut membeberkan kalkulasi kerugian finansial yang dialami oleh masyarakat korban musibah. Estimasi nilai kerugian ekonomi tersebut mencakup akumulasi kerusakan fisik bangunan yang runtuh beserta berbagai harta benda milik warga. Menegaskan besaran angka estimasi dampak ekonomi atas bencana yang melanda kawasan permukiman di Kebayoran Lama tersebut, Asril Rizal mengungkapkan: “Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp 1,2 miliar” (23 September 2026).

Mengenai kronologi awal terjadinya insiden bencana tersebut, pihak penanggulangan kebakaran menerima laporan darurat dari masyarakat setempat yang menyaksikan gumpalan asap serta kobaran api yang kian membesar pada pukul dua puluh tiga puluh satu Waktu Indonesia Barat melalui saluran telepon darurat. Warga sekitar yang melihat pergerakan titik api langsung menghubungi layanan pemadam kebakaran guna mendapatkan bantuan penanganan secepat mungkin di lokasi kejadian. Sinyal informasi cepat dari masyarakat tersebut membuat jajaran petugas di pos pemadam terdekat dapat langsung melakukan mobilisasi armada menuju titik lokasi penanganan.

Guna menaklukkan kobaran api yang menjalar di atas lahan seluas seribu dua ratus lima meter persegi tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan mengerahkan kekuatan armada serta personel dalam jumlah besar. Sebanyak dua puluh empat unit kendaraan mobil pemadam kebakaran beserta seratus dua puluh delapan personel dikerahkan secara bertahap menuju lokasi bencana demi mengisolasi pergerakan titik api. Pengerahan pasukan dan selang pemadam dalam jumlah besar ini dilakukan secara intensif agar amukan si jago merah tidak merembet semakin luas ke area sekitarnya.

Setelah berjuang keras di lokasi kejadian, para petugas pemadam kebakaran di lapangan akhirnya berhasil melokalisir pergerakan titik api utama pada pukul dua puluh satu dua puluh Waktu Indonesia Barat. Keberhasilan dalam memutus perambatan api tersebut kemudian dilanjutkan dengan tahap pendinginan area bangunan yang terbakar pada pukul dua puluh satu tiga puluh tiga Waktu Indonesia Barat guna memastikan tidak ada lagi bara api yang memicu penyalaan ulang. Setelah mematangkan penyiraman pada seluruh puing bangunan, seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai secara menyeluruh oleh petugas tepat pada pukul dua puluh empat nol nol Waktu Indonesia Barat.

Mengenai pemicu awal timbulnya percikan api yang berujung pada bencana pelahapan puluhan bangunan tersebut, pihak dinas penanggulangan kebakaran telah melakukan penghimpunan informasi awal di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pengamatan serta keterangan saksi mata di tempat kejadian perkara, terdapat dugaan mengenai gangguan pada instalasi kelistrikan yang menjadi sumber awal munculnya kobaran api. Menyampaikan hasil analisis sementara mengenai faktor utama pemicu musibah kebakaran di permukiman warga tersebut, Asril Rizal menyatakan: “Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah” (23 September 2026).

Di samping keterangan resmi dari pihak instansi penanggulangan bencana, fenomena awal munculnya titik api di tengah kawasan permukiman warga turut dikonfirmasi oleh pengurus lingkungan setempat yang berada di lokasi kejadian. Ketua Rukun Tetangga 05 Rukun Warga 01 Kebayoran Lama Utara, Nanang, menyebutkan bahwa titik api pertama kali terlihat muncul dari salah satu bangunan rumah kontrakan warga. Menurut penjelasannya, warga sekitar sempat berupaya bahu-membahu menundukkan kobaran api secara mandiri dengan memanfaatkan alat pemadam api ringan, namun upaya swadaya masyarakat tersebut belum berhasil menahan laju perambatan api.

Meskipun saat peristiwa tersebut berlangsung wilayah setempat masih dibasahi oleh rintikan air hujan, laju kobaran api tetap membesar hingga dengan cepat merembet ke bangunan hunian lainnya. Kendati demikian, respons cepat dari jajaran petugas pemadam kebakaran di lapangan sangat krusial dalam mencegah timbulnya kerusakan yang lebih luas di kawasan sekitar lokasi bencana. Menjelaskan situasi penanganan petugas saat peristiwa itu terjadi, Nanang menuturkan: “Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya, petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah dengan gang” (23 September 2026).

Oleh karena itu, penanganan bencana kebakaran di permukiman padat perkotaan memerlukan kecermatan serta koordinasi yang erat antara warga masyarakat dan petugas lapangan. Upaya pemadaman yang melibatkan seratus dua puluh delapan personel beserta dua puluh empat unit armada terbukti efektif memutus perambatan api di tengah kondisi cuaca yang gerimis dan ancaman perluasan area terbakar. Penuntasan pemadaman hingga pukul dua puluh empat nol nol Waktu Indonesia Barat memberikan kepastian keamanan bagi lingkungan pemukiman di sekitar area bencana.

Kendati seluruh proses pemadaman telah dinyatakan selesai dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, dampak kerugian materiil mencapai seratus lima puluh jiwa warga yang kehilangan tempat tinggal serta nilai kerusakan mencapai satu koma dua miliar rupiah. Langkah penanganan lanjutan kini berfokus pada pemulihan kondisi para penyintas bencana yang terdampak atas rusaknya delapan belas rumah tinggal dan empat tempat usaha. Kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas serta kepedulian bersama diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat korban kebakaran di Kebayoran Lama.

Tags: asril rizal gulkarmat jakarta selatan kebayoran lama utara musibah kebakaran teuku nyak arif

Post navigation

Previous Tips Memilih Antara Pengiriman Kargo Udara Darat atau Laut
Next KM Virgo Transport 8: 116 Masih Dicari

Related Stories

KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Pengendara Tak Terobos Palang KAI Daop 1 Jakarta
  • Berita

KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Pengendara Tak Terobos Palang

September 25, 2026
Catatan 3 Hakim MK Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran gibran
  • Berita

Catatan 3 Hakim MK Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran

September 24, 2026
KM Virgo Transport 8: 116 Masih Dicari KM Virgo Transport 8
  • Berita

KM Virgo Transport 8: 116 Masih Dicari

September 23, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara ekonomi kreatif iak renatus kebijakan pemerintah kemensos literasi digital pendidikan pendidikan indonesia pendidikan kristen pendidikan teologi pengabdian masyarakat prabowo subianto purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Promosi Usaha
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Digital
  • Golan Website
  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy