Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

www.golandigital.com
  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • Dorong Inovasi Nasional, Kemdiktisaintek Kucurkan Rp1,7 Triliun untuk Belasan Ribu Riset Kampus
  • Berita

Dorong Inovasi Nasional, Kemdiktisaintek Kucurkan Rp1,7 Triliun untuk Belasan Ribu Riset Kampus

Olivia Rilan Jedahul April 13, 2026
Kemdiktisaintek salurkan riset 2026

Kemdiktisaintek Salurkan Rp1,7 Triliun

Post Views: 17

JAKARTA, GOLANNUSANTARA.COM – Kemdiktisaintek salurkan Rp1,7 triliun riset 2026 menjadi langkah strategis pemerintah. Program ini memperkuat ekosistem penelitian nasional. Selain itu, kebijakan ini mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Pemerintah juga menegaskan komitmen pada sains dan teknologi sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat pendanaan riset 2026 mencapai Rp1,7 triliun. Dana tersebut mendukung 18.215 kegiatan riset. Program ini tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pendanaan ini bukan hanya dukungan finansial. Program ini juga menjadi solusi atas tantangan nasional berbasis riset.

Program ini melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa. Selain itu, institusi pendidikan tinggi negeri dan swasta ikut berpartisipasi. Keterlibatan ini menunjukkan pendekatan inklusif pemerintah. Seluruh elemen akademik dilibatkan dalam pembangunan berbasis riset.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan penyaluran dana melalui sembilan program utama. Program tersebut meliputi Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu, terdapat Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Konsorsium Unggulan. Program lain mencakup Inovasi Seni Nusantara dan PUI-PT. Ada juga Program Mahasiswa Berdampak, Pengujian Prototipe, serta PHC-Nusantara. Kesembilan program ini mencakup seluruh tahapan riset. Tahapan dimulai dari penelitian dasar hingga implementasi.

Program ini dirancang sesuai kebijakan Diktisaintek Berdampak. Fokusnya adalah penyelesaian masalah strategis nasional. Prioritas meliputi stunting dan ketahanan pangan. Selain itu, ada kemandirian energi dan air. Program juga menargetkan penurunan tuberkulosis. Isu lain mencakup pengelolaan sampah dan pemulihan pascabencana di Sumatera. Fokus ini berbasis kebutuhan masyarakat. Hasil riset diharapkan memberi solusi nyata.

Ia juga mengapresiasi seluruh penerima pendanaan. Apresiasi diberikan atas capaian yang diraih. Para peneliti dinilai telah bekerja keras. Mereka melalui proses seleksi yang ketat. Proposal yang dihasilkan berkualitas tinggi.

“Selamat kepada seluruh penerima. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti untuk menyiapkan proposal, melaksanakan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan karya riset dan inovasi yang berdampak,” ujar Menteri Brian kutip Senin, 13 April 2026.

Menteri Brian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Hasil riset tidak boleh berhenti di akademik. Riset harus memberi manfaat bagi masyarakat dan industri. Kolaborasi melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri. Sinergi ini memperkuat ekosistem inovasi nasional.

“Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kita demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman juga memberikan penjelasan. Skema pendanaan difokuskan pada pemanfaatan hasil riset. Pendekatan ini mengarah pada dampak nyata. Fokusnya tidak hanya pada publikasi ilmiah.

“Program ini diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan strategis nasional, memperkuat ekosistem riset, serta mendorong percepatan hilirisasi hasil riset ke masyarakat dan industri. Pada saat yang sama, kolaborasi lintas perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar pemanfaatan hasil riset dapat berlangsung lebih luas dan berdampak,” tegasnya.

Penerima pendanaan berasal dari seluruh provinsi. Sebanyak 40 persen berasal dari perguruan tinggi negeri. Sisanya, 60 persen berasal dari perguruan tinggi swasta. Distribusi ini menunjukkan pemerataan akses. Pendanaan tidak terpusat pada satu wilayah saja.

Dari sisi bidang, sektor kesehatan mendapat alokasi terbesar. Persentasenya mencapai 27 persen. Ketahanan pangan memperoleh 25 persen. Hilirisasi dan industrialisasi mendapat 16 persen. Digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor mencapai 15 persen. Sisanya dialokasikan untuk energi dan manufaktur. Bidang lain mencakup maritim dan pertahanan. Komposisi ini mengikuti prioritas nasional.

Penyesuaian jadwal pengumuman dilakukan untuk kesiapan kebijakan baru. Honorarium peneliti mencapai hingga 25 persen. Kebijakan ini berlaku mulai 2026. Tujuannya menjaga tata kelola yang akuntabel. Program ini juga meningkatkan motivasi peneliti. Program Penelitian meloloskan 13.028 proposal. Jumlah usulan mencapai 83.284 proposal. Total pendanaan mencapai Rp1,04 triliun. Persaingan ini menunjukkan antusiasme tinggi akademisi.

Program Pengabdian kepada Masyarakat menetapkan 3.328 tim. Jumlah usulan mencapai 15.728. Total dana sebesar Rp167 miliar. Program ini fokus pada wilayah 3T. Kelompok rentan juga menjadi sasaran utama. Program Hilirisasi Riset Prioritas mendanai 925 proposal. Total usulan mencapai 2.488 proposal. Pendanaan mencapai Rp318 miliar. Program ini mendorong pemanfaatan hasil riset di industri.

Program Pengujian Model dan Prototipe mendukung 354 proposal. Total dana mencapai Rp46 miliar. Fokusnya pada validasi teknologi. Tahap ini penting sebelum implementasi luas. Program Konsorsium Unggulan menetapkan 102 penerima. Total dana mencapai Rp62,4 miliar. Program ini memperkuat kolaborasi lintas sektor. Konsorsium memadukan berbagai keahlian.

Sebanyak 17 Pusat Unggulan IPTEK menerima pendanaan. Total dana sebesar Rp7,85 miliar. Program ini memperkuat kelembagaan riset. Tujuannya meningkatkan daya saing global. Program Mahasiswa Berdampak mendanai 202 kegiatan. Jumlah usulan mencapai 608. Nilai dana sebesar Rp21,9 miliar. Program ini melibatkan lebih dari 10 ribu mahasiswa. Fokusnya pada pemulihan pascabencana di Sumatera.

Program Inovasi Seni Nusantara mendukung 244 karya. Total dana mencapai Rp17,5 miliar. Program ini menunjukkan dukungan pada sektor budaya. Inovasi tidak hanya terbatas pada teknologi. Program PHC-Nusantara mendanai 15 riset kolaborasi. Total proposal mencapai 72. Pendanaan sebesar Rp2,2 miliar. Kolaborasi ini melibatkan Indonesia dan Prancis. Kerja sama ini meningkatkan kualitas riset nasional.

Melalui kebijakan Kemdiktisaintek salurkan riset 2026, pemerintah berharap hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan industri. Kemdiktisaintek mengapresiasi seluruh pengusul. Program ini diharapkan menghasilkan inovasi unggul. Manfaatnya ditujukan bagi masyarakat dan industri. Pendanaan ini menjadi katalis pembangunan berbasis pengetahuan. Indonesia diharapkan semakin mandiri dan berdaya saing global.(*ORJ/RED)

Tags: hilirisasi teknologi inovasi indonesia pendanaan riset program pemerintah riset kampus

Post navigation

Previous Kolom Abu Kelabu 500 Meter Iringi Erupsi Terbaru Gunung Lewotobi Laki-laki
Next Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Lebih Modern Lewat Aturan Hak Penamaan

Related Stories

Polri Berantas Haji Ilegal Lewat Satgas Haji Nasional Polri berantas haji ilegal
  • Berita

Polri Berantas Haji Ilegal Lewat Satgas Haji Nasional

April 15, 2026
Gibran Tingkatkan Industri Gim Nasional untuk Ekonomi Kreatif penguatan industri gim nasional
  • Berita

Gibran Tingkatkan Industri Gim Nasional untuk Ekonomi Kreatif

April 15, 2026
Siswa SMP di Siak Tewas Terkena Ledakan Senpi Rakitan Saat Tugas Sekolah evaluasi praktikum KBM
  • Berita

Siswa SMP di Siak Tewas Terkena Ledakan Senpi Rakitan Saat Tugas Sekolah

April 14, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

agus fatoni badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara fenomena alam gaya hidup sehat kebijakan pemerintah kerukunan umat beragama literasi digital pahlawan nasional pengabdian masyarakat prabowo subianto program makan bergizi gratis purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital umkm universitas bina sarana informatika

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy