Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Bogor
BOGOR, GOLANNUSANTARA.COM– Sekolah Rakyat Bogor menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Keduanya meninjau langsung proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memperoleh hak pendidikan yang layak. Kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang pendidikan.
Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada observasi fasilitas pendidikan, tetpai juga ruang dialog antara pemerintah, calon siswa, dan orang tua. Program Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk intervensi sosial. Program ini ditujukan untuk menekan angka putus sekolah di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa banyak anak dari keluarga kurang mampu memiliki semangat belajar yang tinggi. Namun, mereka sering terkendala kondisi ekonomi yang tidak mendukung.
“Orang tuanya mungkin belum sukses, tetapi anak-anaknya harus menjadi orang-orang yang sukses. Yang paling penting, apa pun keadaan orang tuamu, kamu harus tetap bangga dan hormat kepada ayah dan ibumu, kepada keluargamu yang bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya,” kata Gus Ipul.
Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan humanis pemerintah, tujuannya adalah membangun motivasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Anak-anak diharapkan tetap percaya diri. Mereka juga tidak boleh merasa rendah diri terhadap latar belakang ekonomi.
Dalam konteks Sekolah Rakyat Bogor, program ini hadir sebagai solusi konkret, menjawab tantangan akses pendidikan di berbagai daerah Indonesia. Fokus utamanya adalah anak yang berisiko putus sekolah termasuk mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga menghadirkan seorang siswa untuk berbagi pengalaman nyata tentang dampak program. Vikar Ziyad Rasya (13) menceritakan perubahan besar yang ia rasakan. Perubahan itu terjadi setelah ia masuk program ini.
“Jadi sebelum di sini, saya hidup dengan keluarga yang kurang mampu dan waktu itu hampir putus sekolah. Tetapi semenjak ada Sekolah Rakyat, saya di sini sangat berkecukupan, mulai dari makan, kasih sayang, sampai kegiatan sekolah,” ujar Rasya.
Pengalaman tersebut menunjukkan dampak sosial yang signifikan, sekolah Rakyat Bogor membantu anak-anak yang berada dalam kondisi rentan pendidikan. Ia juga menambahkan bahwa lingkungan belajar sangat mendukung perkembangan siswa.
“Di sini tidak ada bullying. Semuanya diberi kasih sayang yang setara. Benar-benar berbeda sekali rasanya. Biasanya di rumah ikut dagang, tetapi di sini benar-benar kita fokus belajar dan mengikuti kegiatan-kegiatan lain dari wali asuh atau wali asrama,” katanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik. Sekolah juga menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara sosial. Gus Ipul menanyakan langsung proses belajar di kelas, tujuannya untuk melihat efektivitas metode pembelajaran.
“Ceritakan, bagaimana kalau kamu belajar di kelas?” katanya. Siswa tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran berlangsung menyenangkan. Metode pengajaran juga mudah dipahami.
“Di sini, sama guru-gurunya dijelaskan dengan jelas, dengan detail, benar-benar agar kami bisa belajar dan fokus belajar. Guru-guru di sini selain mengajar, juga membuat permainan kecil-kecilan untuk membuat suasana kelas seru,” ujar Rasya.
Dari pernyataan tersebut terlihat pendekatan pembelajaran yang seimbang. Sekolah Rakyat Bogor tidak hanya fokus pada akademik dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul mengapresiasi keberanian siswa tersebut. Ia menilai hal itu sebagai bentuk peningkatan rasa percaya diri.
“Kamu sudah terlihat percaya diri. Dulu pertama masuk ke sini bagaimana?” tanya Gus Ipul. “Dulu takut banget. Takut tidak punya teman, takut jauh dari orang tua. Tapi lama-kelamaan betah karena sikap teman-teman yang baik. Buat kalian yang masuk ke sini dan takut di-bully, di sini benar-benar tidak ada yang di-bully sama sekali,” jawab Rasya.
Dialog ini menunjukkan perubahan besar pada diri siswa dengan lingkungan pendidikan yang suportif memberikan dampak positif. Gus Ipul juga memperkenalkan calon siswa bernama Muhammad Al-Jabbar (15). Sebelumnya ia mengaku belum pernah bersekolah kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Program ini juga menjangkau anak yang belum pernah mengakses pendidikan formal, Gus Ipul menjelaskan bahwa proses penerimaan siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran umum. Proses dilakukan melalui pendekatan langsung oleh pendamping Kementerian Sosial.
“Tidak apa-apa. Kita ingin dari awal terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Data-data harus jujur. Kita mulai dengan kejujuran, insya Allah akan berkah dan kita akan membuat anak-anak ini sukses,” ujar Gus Ipul.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya transparansi data yang jujur dibutuhkan agar bantuan tepat sasaran. Dalam dialog dengan orang tua, pemerintah juga menekankan dukungan keluarga, dukungan ini penting untuk keberhasilan pendidikan anak.
“Siap,” jawab para orang tua, serentak, Gus Ipul kembali menegaskan pentingnya kejujuran. Orang tua diminta menyampaikan kondisi sebenarnya. “Tidak apa-apa, yang penting berani. Yang penting terbuka. Presiden kita lebih senang kalau kita jujur dan menyampaikan apa adanya,” ujarnya.
Selain dialog, kegiatan juga diisi penampilan yel-yel siswa yang menunjukkan semangat dan kebersamaan mereka. Pada akhir kegiatan, Gus Ipul memberikan pesan motivasi ia meminta siswa belajar dengan sungguh-sungguh. “Sekarang, bersekolahlah semuanya. Jadilah anak-anak yang hebat dan berani bergerak. Terima kasih,” tutup Gus Ipul.
Program Sekolah Rakyat Bogor menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan pendekatan yang digunakan bersifat inklusif. Fokusnya tidak hanya pada akademik, tetapi juga sosial dan emosional anak. Dengan program ini, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal pendidikan.(*ORJ/RED)
