Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 Resmi Digelar
WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran umat Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan yang berlangsung pada 23 April 2026 di Kota Pematangsiantar ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi, solidaritas, serta komitmen menjaga kerukunan antar umat beragama di Indonesia.
Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 digelar secara resmi di Gedung Aula Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar pada Rabu (23/4/2026). Acara tersebut diawali dengan kebaktian sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus landasan spiritual dalam menjalankan kepengurusan baru. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan, yang kemudian berlanjut dengan prosesi pelantikan yang penuh makna.
Dalam pelantikan tersebut, Pdt. Dr. Jaswan Hutagalung, M.Pd resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Majelis Umat Kristen Indonesia (DPD MUKI) Kota Pematangsiantar untuk masa bakti 2026-2031. Pengukuhan ini menjadi tonggak awal kepemimpinan baru dalam membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan inklusif.

Paduan suara TRUST Choir dari Institut Agama Kristen Renatus tampil memeriahkan acara Pelantikan DPD MUKI Kota Pematangsiantar 2026
Kegiatan pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 dipimpin langsung oleh Ketua DPW MUKI Provinsi Sumatera Utara, Pdt. Dedy Mauritz W. Simanjuntak, yang hadir bersama jajaran pengurus wilayah. Kehadiran perwakilan dari pusat MUKI Jakarta juga menambah legitimasi acara tersebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi secara nasional.
Dukungan dari pemerintah daerah turut terlihat melalui kehadiran perwakilan Wali Kota Pematangsiantar. Selain itu, unsur Forkopimda seperti Kapolsek Siantar Barat, Dewan Pengawas PDAM Tirta Uli, serta para mahasiswa dari berbagai institusi di Siantar juga turut meramaikan acara. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam pelantikan DPD MUKI Siantar 2026, susunan kepengurusan yang baru juga diumumkan secara resmi. Pdt. Dr. Jaswan Hutagalung dipercaya sebagai ketua, didampingi oleh Pdt. Jepri Simbolon, S.PAK sebagai sekretaris, dan Pdt. Harlon Tony Swandi Sinaga, M.Th sebagai bendahara.
Struktur kepengurusan ini diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara efektif dan profesional. Di samping itu, dewan penasehat dan dewan pengawas juga turut diresmikan sebagai bagian dari sistem kontrol dan penguatan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua DPW MUKI Sumatera Utara menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalankan organisasi. Ia menekankan bahwa MUKI harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi umat Kristen, sekaligus tetap menjaga keharmonisan dengan umat beragama lainnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus mempererat solidaritas internal umat Kristen di Pematangsiantar. Namun demikian, kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak tetap menjadi prioritas utama guna menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran organisasi keagamaan tidak hanya terbatas pada lingkup internal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga stabilitas nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD MUKI Siantar yang baru, Pdt. Jaswan Hutagalung, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyatakan kesiapan untuk membawa organisasi MUKI ke arah yang lebih maju dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan tanggung jawab umat Kristen dalam kehidupan berbangsa. Selain itu, ia juga bertekad untuk membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak serta aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Meskipun tergolong sebagai pemimpin muda, Jaswan mengakui pentingnya peran para senior dalam mendukung jalannya organisasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk bergandengan tangan demi kemajuan MUKI di masa depan.
Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 tidak hanya menjadi ajang formalitas, tetapi juga menampilkan semangat kolaborasi yang kuat. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengurus, pemerintah, hingga mahasiswa yang turut memberikan dukungan.
Sebagai bentuk apresiasi, paduan suara TRUST Choir dari Institut Agama Kristen Renatus turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu berjudul “Sahat Ula Tohonami”. Penampilan tersebut berhasil menciptakan suasana yang lebih hangat dan penuh kebersamaan.
Dengan adanya unsur seni dalam acara tersebut, nuansa pelantikan menjadi lebih hidup dan tidak monoton. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa organisasi keagamaan juga mampu menghadirkan pendekatan budaya dalam setiap kegiatannya.
Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 diharapkan menjadi awal yang baik bagi perjalanan organisasi dalam lima tahun ke depan. Dengan kepengurusan baru yang solid, MUKI diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi umat Kristen yang inklusif dan progresif.
Organisasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang ada, termasuk dalam menjaga toleransi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Oleh karena itu, peran aktif seluruh pengurus dan anggota menjadi kunci keberhasilan organisasi.
Dengan semangat yang telah ditunjukkan dalam acara pelantikan, optimisme terhadap masa depan MUKI Siantar semakin menguat. Kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut dan berkembang menjadi kekuatan nyata dalam masyarakat.
Pelantikan DPD MUKI Siantar 2026 menjadi simbol nyata bahwa persatuan dan solidaritas antar umat beragama dapat terwujud melalui kerja sama yang baik. Acara yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
Dengan mengedepankan dialog dan kolaborasi, MUKI diharapkan mampu menjadi jembatan antara umat Kristen dengan berbagai elemen masyarakat lainnya. Hal ini penting untuk menciptakan kehidupan berbangsa yang harmonis dan seimbang.
Mari dukung peran aktif organisasi keagamaan seperti MUKI dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa. Bagikan informasi ini kepada masyarakat luas agar semangat toleransi dan kolaborasi semakin menyebar dan menginspirasi banyak pihak. (*ORJ/RED)
