Nikah Sat Set di KUA Viral (Foto : Dok. Instagram @prtwnrl_.)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Fenomena nikah sat set di KUA merujuk pada konsep pernikahan sederhana yang dilaksanakan secara ringkas, efisien, dan tanpa resepsi besar. Istilah “sat set” sendiri populer di kalangan warganet untuk menggambarkan sesuatu yang cepat dan praktis.
Belakangan ini, konsep tersebut kembali viral setelah pasangan Pratiwi Nurul dan Deni membagikan momen pernikahan mereka melalui akun Instagram @prtwnrl_. Dalam unggahan tersebut, mereka menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak harus dirayakan secara mewah. Sebaliknya, akad nikah yang sakral dan intim justru menjadi inti dari pernikahan mereka.
“Sat set aja kita mah pagi akad, sore cekin di bobocabin✨,” tulis video Instagram @prtwnrl_.
Pasangan tersebut adalah Pratiwi Nurul (34 tahun) dan Deni (32 tahun), warga Jakarta Timur. Mereka resmi menikah pada 30 Januari 2026 di KUA Pulogadung.
Keputusan menikah sederhana bukanlah hal spontan. Sebaliknya, hal itu merupakan hasil diskusi dan kesepakatan matang bersama keluarga. Tiwi, sapaan akrab Pratiwi, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju pernikahan ini tidaklah mudah.
“Kita memang konsepnya mau nikah sederhana, supaya uangnya bisa ditabung, percayalah aku berada di posisi ini juga melewati gagal nikah berkali-kali. Alhamdulillah sama yang ini orang tua ku setuju dan mendukung keputusan kita berdua untuk nikah di KUA aja,” ungkap Tiwi.
Akad nikah dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB di KUA Pulogadung, Jakarta Timur. Prosesi berjalan sederhana dan hanya dihadiri keluarga inti.
Setelah resmi menjadi suami istri dan memperlihatkan buku nikah, pasangan ini tidak berlama-lama dalam suasana formal. Mereka langsung mengganti pakaian dengan jaket untuk bersiap melakukan perjalanan bulan madu menggunakan sepeda motor.
Alih-alih menghabiskan ratusan juta rupiah untuk acara satu hari, mereka memilih menabung dan mempersiapkan aset jangka panjang.
“Budget-nya kita alokasikan untuk tabungan dan DP rumah,” pungkas Tiwi menutup pembicaraan.
Selain itu, keterbatasan waktu cuti menjadi pertimbangan lain dalam menentukan lokasi bulan madu.
“Karena aku cuma dapat izin kerja sehari, dan kenapa Puncak? Karena nyari yang deket dan bisa motoran,” jelasnya.
Meskipun sederhana, jadwal hari pernikahan tetap tertata rapi.
Dimulai dari akad nikah pukul 10.00 WIB, Tiwi dan Deni kemudian berkumpul bersama keluarga sebelum melaksanakan makan siang bersama pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
“Pulang dari KUA kita ada acara makan-makan bersama keluarga dan sorenya langsung pergi ke Puncak buat honeymoon,” jelasnya.
Unggahan video pernikahan ini telah ditonton lebih dari 608 ribu kali dan menuai ribuan komentar.
“MasyaAllah samawa kk ❤️❤️❤️,” kata akun @memey_maesaroh21.
“Gak usah ngluarin duit banyak nih😂,” ujar pengguna Instagram @dib._14.
“Mamahku maunya ada resepsi katanya biar balik modal waktu kondangin temen2 nya 😩,” curhat akun @doremifasolathifah.
“Sat set tpi bikin keluarga ngamok😊,” ucap akun @sifasryana_nst. (*GTC/Red)
