Panduan Praktis Penggunaan ChatGPT untuk Remaja Majelis Taklim Al-Hamidiyah
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Sebuah inisiatif kolaboratif untuk membangun generasi dakwah digital berhasil dilaksanakan melalui modul pelatihan yang dirancang khusus bagi Remaja Majelis Taklim Al-Hamidiyah. Kegiatan ini bertujuan membekali para remaja dengan pemahaman mengenai keahlian teknologi terkini.
Pelatihan penggunaan ChatGPT ini dipandu oleh tim pemateri yang terdiri dari Agus Yulianto, Asri Wahyuni, Mulia Rahmayu, dan Syahriani. Selama kegiatan berlangsung, tim pemateri juga turut didampingi oleh mahasiswa, yakni Rafly Febriansyah dan Muhammad Pandhu.
Fokus materi membahas mengenai ChatGPT, yakni teknologi kecerdasan buatan dari OpenAI yang dirancang agar mampu memahami dan merespons berbagai pertanyaan selayaknya manusia. Sistem yang berjalan dengan arsitektur GPT-4 ini bekerja menggunakan model bahasa besar (LLM) yang telah dilatih dengan data masif dari internet. Model ini menganalisis perintah masukan pengguna dan mencocokkan pola bahasa untuk menciptakan jawaban cerdas yang relevan dengan konteks.
Tim pemateri memaparkan fungsi praktis ChatGPT dalam kehidupan sehari-hari, seperti kemampuannya menjadi asisten virtual, membantu pembuatan konten, sarana edukasi, hingga layanan pelanggan. Ada beberapa alasan mengapa teknologi ini penting untuk dikuasai, di antaranya karena mampu memperluas pengetahuan, meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja, memiliki fleksibilitas tinggi, serta menyimpan potensi pengembangan ke depan.
Namun, di luar aspek teknis, pemateri sangat menekankan pentingnya privasi dan tanggung jawab etika bagi peserta. Remaja Majelis Taklim Al-Hamidiyah diedukasi untuk tidak memasukkan data pribadi atau informasi yang bersifat sensitif ke dalam sistem. Pengguna juga diwajibkan untuk memahami etika penggunaan agar tidak menyalahgunakan platform untuk penyebaran disinformasi.

Suasana interaktif peserta saat sesi studi kasus dan praktik pembuatan naskah konten dakwah digital dalam pelatihan Majelis Taklim Al-Hamidiyah.
Untuk menguji pemahaman, peserta melakukan studi kasus pembuatan script konten dakwah. Mereka mempraktikkan langsung materi “Menciptakan Naskah Video Dakwah Ramadhan” dengan harapan mampu menyampaikan pesan agama dalam bentuk visual yang mudah dicerna oleh masyarakat.
Agus Yulianto selaku pemateri menuturkan, pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan remaja mengenai teknologi untuk mendukung dakwah modern. Ia juga berharap peserta mengetahui norma penggunaan yang aman sehingga mampu menciptakan karya konten dakwah Ramadhan yang santai, kreatif, dan menginspirasi banyak orang.
