Pentas Seni SMK Dian Jakarta Dorong Kreativitas
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – SMK Dian Jakarta sukses menggelar acara tahunan Pentas Seni (Pensi) yang berlangsung dengan sangat meriah dan penuh antusiasme pada Rabu, 22 April 2026. Mengambil tempat di lingkungan SMK Dian Jakarta, kegiatan kesenian ini berlangsung sejak pukul 08:00 WIB hingga selesai. Pergelaran yang menjadi agenda rutin ini tidak hanya dinikmati oleh kalangan internal warga sekolah, tetapi juga berhasil menarik perhatian penonton dari masyarakat luar. Berdasarkan pantauan di lapangan, partisipan yang hadir memadati area sekolah mencakup rentang usia yang beragam, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sambutan hangat Kepala SMK Dian Jakarta, Vinny Alvionita Sitorus, mengawali kemeriahan acara Pentas Seni.
Rangkaian pergelaran kesenian ini secara resmi dibuka melalui sambutan hangat dari Kepala SMK Dian Jakarta, Vinny Alvionita Sitorus. Berdiri di atas panggung membawakan pidato pembukaannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen panitia, guru pendamping, hingga masyarakat yang telah antusias hadir. Kehadirannya di atas panggung untuk menyapa para hadirin secara langsung ini sekaligus menjadi representasi nyata dari dukungan penuh pihak sekolah terhadap setiap inisiatif dan kreativitas positif yang digagas oleh peserta didik.
Terkait penyelenggaraan acara tersebut, Kepala Sekolah SMK Dian Jakarta, Vinny Alvionita Sitorus, menjelaskan bahwa panggung kesenian ini berfungsi krusial sebagai laboratorium mental bagi para siswa. “Kegiatan ini difokuskan untuk mengembangkan bakat seni siswa seperti menari dan menyanyi, sekaligus melatih kepercayaan diri mereka agar tidak malu tampil di depan umum,” ujar Vinny di lokasi acara. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi komitmen penuh institusi dalam menunjang kreativitas tersebut. “Siswa difasilitasi melalui program ekstrakurikuler. Para guru pembimbing juga turun langsung memberikan dukungan moral, mengoordinasikan acara, hingga membantu mengurus kostum penampil,” urainya.

Penampilan bakat seni tari tradisional oleh para siswi di panggung Pentas Seni SMK Dian.
Dukungan penuh dari pihak sekolah ini berbuah manis dengan tingginya animo masyarakat luas yang memadati area pergelaran, mulai dari kalangan anak-anak TK, siswa SD, hingga SMP. Keberhasilan menarik perhatian audiens lintas usia ini tentu tidak terlepas dari kerja keras jajaran kepanitiaan siswa yang bertugas meramu seluruh kegiatan dari hulu ke hilir. Perwakilan panitia acara, Keyla Zahira Nurhasna, membagikan rasa syukurnya atas kelancaran pergelaran ini. “Acara berjalan seru dan saya merasa bangga serta senang melihat seluruh tim panitia bisa bekerja sama dengan sangat kompak,” ungkap Keyla.
Meskipun menuai kesuksesan yang membanggakan, proses persiapan acara ini tetap memberikan tantangan tersendiri bagi para panitia yang juga berstatus sebagai pelajar aktif. Keyla secara terbuka mengakui adanya dinamika dalam menyeimbangkan dua tanggung jawab besar tersebut. “Tantangan utamanya adalah membagi waktu dan menjaga koordinasi antara sesi latihan untuk Pensi dengan jam pelajaran sekolah yang reguler,” jelasnya. Sebagai bentuk apresiasi mendalam atas dedikasi rekan-rekannya, ia pun menyampaikan pesan moral yang inspiratif. “Saya berpesan agar para peserta lomba atau penampil bisa menunjukkan performa terbaik mereka, dan untuk sesama panitia, saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kesolidan mereka di balik layar,” tuturnya.

Antusiasme para pengunjung lintas usia dalam memeriahkan acara Pentas Seni SMK Dian Jakarta
Melihat tren positif dan partisipasi aktif dari berbagai elemen pada tahun ini, pimpinan institusi telah menyusun proyeksi strategis agar acara tersebut dapat menjadi agenda ikonik di masa mendatang. “Saya berharap acara tahunan ini bisa berskala lebih besar di tahun-tahun mendatang, mampu mengundang lebih banyak alumni serta perusahaan mitra, dan menjadi ajang promosi yang efektif untuk menarik minat pendaftaran siswa baru dari tingkat SMP,” tutup Vinny. Pada akhirnya, kolaborasi solid antara pimpinan, guru, dan siswa ini membuktikan bahwa pentas seni mampu menjadi wadah inkubasi bakat yang unggul sekaligus kampanye kehumasan yang otentik bagi sekolah.
