Pria Ini Viral Pakai Baju Lebaran 10 Tahun (Dok. Instagram @akhsannurkholish)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Fenomena baju Lebaran 10 tahun merujuk pada kebiasaan Akhsan Nurkholish yang mengenakan pakaian yang sama setiap perayaan Idul Fitri selama satu dekade penuh, yakni dari tahun 2016 hingga 2026. Kemeja putih dengan aksen garis di bagian kerah dan saku tersebut bukan hanya sekadar pakaian biasa, melainkan simbol dari nilai hidup yang ia pegang teguh.
Akhsan Nurkholish merupakan seorang pria asal Cianjur yang bekerja di perusahaan swasta. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai pribadi sederhana yang lebih memilih menghabiskan waktu luang dengan bersepeda dibanding mengikuti tren media sosial.
Lebih lanjut, sebagai anak sulung dari dua bersaudara, Akhsan menunjukkan karakter yang mandiri dan memiliki prinsip hidup yang kuat. Hal ini terlihat jelas dari keputusan uniknya yang kini menjadi inspirasi banyak orang.
Kebiasaan ini dimulai sejak tahun 2016 dan berlangsung secara konsisten hingga tahun 2026. Momen tersebut terjadi setiap perayaan Idul Fitri, yang umumnya dirayakan di sekitar kediamannya di Cianjur.
Fenomena ini menjadi viral bukan tanpa alasan. Di satu sisi, masyarakat saat ini cenderung mengikuti tren fast fashion yang mendorong konsumsi berlebihan. Namun di sisi lain, Akhsan justru menunjukkan bahwa gaya tidak harus selalu baru.
Unggahan tersebut menjadi viral setelah dibagikan di Instagram dan mendapatkan perhatian luas dari warganet. Hingga saat ini, postingan tersebut telah memperoleh lebih dari 29,7 ribu interaksi.

“Cuma orang konsisten yg bisa stylish pake baju yg itu itu aja. Cuma orang yg punya taste yg ngliat pakaian bukan dari harga tp dari nilai, fungsi dan relevansi ke dirinya. Emg cuma orang konsisten kan yg bisa keliatan menarik walaupun pake baju itu itu aja, murah dan ga trendy Dan somehow cuma orang yg punya taste yg bisa mengerti dan ngeliat sebuah pakaian dari sejarah nya dan estetika timeless nya. Kamu boleh bangga kamu konsisten pake baju itu itu aja, keren dan punya taste kalo beli segala sesuatu bukan karena ‘FOMO!’Sepuluh tahun bukan cuma soal pakaian yg sama, tapi soal nilai yg tetep dijaga. Dan mungkin, selama masih layak dan masih aku suka, tradisi ini akan terus ada. Intinya, konsistensi dan taste itu bukan soal siapa lebih baik. Tapi soal keberanian buat stay true sama diri sendiri. Pake baju yg itu itu aja tiap lebaran bukan kekurangan. Itu prinsip.minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin,” dalam unggahan Instagram @akhsan
“After 6thn gabeli baju lebaran, finally tahun ini beli baju lebaran karna baju yg udh 6thn itu bolong parah dan udh gabisa dibenerin. bonus nya, tahun ini bukan cuma beli baju lebaran buat diri sendiri, tapi bisa beliin buat bapa, ibu, adik, kaka, dan ponakan2ku๐ฅน,” ujar pengguna Instagram @alyaafdhlhh.
“Konten mahal ini๐๐๐,” takjub akun @azharhy.
“Yang terbaik. bukan yang terbaru,” timpal akun @rizkydoyannaspad.
Lebih dari sekadar kebiasaan, keputusan Akhsan mencerminkan filosofi hidup yang mendalam. Ia menegaskan bahwa pilihannya bukan didasari keterbatasan ekonomi, melainkan prinsip hidup yang ia yakini.
“Saya cuma ngerasa baju itu masih layak, masih nyaman dipake terus secara pribadi saya suka. Nah dari situ akhirnya jadi kebiasaan, dan tanpa sadar sudah berjalan selama satu dekade,” ungkap Akhsan.

“Alasannya sederhana, saya pengin pakai sesuatu itu berdasarkan nilai dan fungsi, bukan karena tuntutan tren atau sekadar ingin terlihat baru. Hal yang sama saya tulis di caption ‘cuma orang yang punya taste yang melihat pakaian bukan dari harga tapi dari nilai, fungsi dan relevansi ke dirinya.’ Buat saya, pakaian juga punya cerita dan makna, bukan cuma soal harga atau gaya,” tambahnya.

Meski viral dan mendapat perhatian luas, Akhsan tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa tindakannya bukan untuk mencari sensasi, melainkan bentuk kejujuran terhadap diri sendiri.
“Saya nggak nyangka postingan ini bisa dapet perhatian sebesar ini dari warga di Instagram. Buat saya ini bukan tentang nggak mampu beli yang baru, tapi lebih ke pilihan untuk tetap konsisten dan ‘stay true’ dengan apa yang saya percaya,” tutupnya.
