PT. Golan Hadirkan Trainer Kompeten Di Kelas Industri SMK Yadika 4. (Dok.Pribadi)
TANGERANG, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Langkah nyata dalam menyelaraskan kompetensi dunia pendidikan dengan kebutuhan dinamis sektor industri kembali dibuktikan melalui penyelenggaraan program Kelas Industri intensif yang melibatkan sinergi strategis antara PT Golan dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika 4 Tangerang. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ini resmi memulai agenda perdananya pada hari Selasa, 19 Mei 2026, dengan fokus utama membekali para siswa dengan keahlian teknis yang relevan di bidang infrastruktur jaringan. Melalui pelaksanaan program di Tahun Ajaran 2025/2026 ini, institusi pendidikan tersebut berkomitmen penuh untuk menghadirkan atmosfer kerja nyata langsung ke dalam lingkungan sekolah sehingga para peserta didik mampu menyerap standar profesional yang berlaku di dunia kerja saat ini.
Guna memastikan kualitas penyampaian materi berada pada tingkat tertinggi, PT Golan menerjunkan empat orang pakar sekaligus praktisi teknologi informasi yang bertindak sebagai instruktur utama sepanjang kegiatan berlangsung. Para ahli tepercaya yang didelegasikan untuk mengawal program ini adalah Firmansyah, M.Kom., Eka Kusuma Pratama, M.Kom., Jordy Lasmana Putra, M.Kom., serta Tommi Alfian Armawan Sandi, M.Kom. Kehadiran tim trainer profesional dengan latar belakang pendidikan magister komputer ini menjadi jaminan mutu bahwa ilmu yang ditransfer kepada para siswa bukan sekadar teori tekstual, melainkan sebuah keterampilan praktis yang didasarkan pada pengalaman panjang di industri teknologi.
Pada hari pertama pelaksanaan yang berpusat di lingkungan kampus SMK Yadika 4 Kota Tangerang ini, fokus pelatihan diarahkan sepenuhnya kepada para siswa kelas XI dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Berdasarkan rancangan jadwal yang telah disusun secara sistematis oleh pihak panitia, seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dimulai secara serentak sejak pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 15.30 WIB. Durasi waktu yang cukup panjang tersebut sengaja dialokasikan agar para siswa mendapatkan porsi praktik yang seimbang, di mana jalannya kegiatan juga diselingi oleh waktu istirahat terencana pada siang hari untuk menjaga konsentrasi para peserta tetap optimal.
Guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menghindari kepadatan ruang yang berlebihan, panitia menerapkan kebijakan pembagian kelompok belajar secara disiplin menjadi Kelompok A dan Kelompok B. Pada sesi pertama yang berlangsung sejak pagi hari, kelompok XI TJKT 1 A diarahkan untuk menempati Laboratorium Programming demi mendalami pengoperasian perangkat jaringan, sementara kelompok XI TJKT 1 B secara bersamaan menempati Laboratorium Software. Pembagian ruang yang terstruktur ini terbukti sangat krusial dalam mendukung kelancaran distribusi modul materi, di mana setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses fasilitas perangkat keras maupun perangkat lunak pendukung tanpa harus mengantre.
Materi utama yang menjadi hidangan pokok pada hari pertama pelatihan ini adalah konfigurasi dan optimalisasi sistem jaringan Mikrotik, sebuah teknologi vital yang menjadi standar kompetensi di berbagai perusahaan penyedia jasa internet dan korporasi skala besar. Para trainer dari PT Golan secara telaten memberikan bimbingan mulai dari konsep dasar pengalamatan protokol internet hingga simulasi pengaturan keamanan jaringan yang kompleks. Kendati materi yang dihadapi tergolong padat dan membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi, antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa kelas XI TJKT ini tetap terjaga dengan sangat baik berkat pendekatan interaktif yang diterapkan oleh para instruktur di dalam laboratorium.
Memasuki sesi siang setelah jam istirahat selesai, alur kegiatan mengalami penyesuaian di mana kelompok XI TJKT 1 A kembali melanjutkan pendalaman materi Mikrotik di Laboratorium Programming. Di sisi lain, kelompok XI TJKT 1 B yang berada di Laboratorium Software langsung dihadapkan pada agenda krusial berupa pelaksanaan Asesmen Kompetensi sesi awal. Langkah evaluasi yang dilakukan secara berkala ini sengaja diletakkan pada akhir blok pembelajaran hari pertama guna mengukur tingkat pemahaman individual siswa secara objektif, sekaligus menjadi tolok ukur bagi para trainer untuk mengetahui sejauh mana materi teknis yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh peserta.
Pentingnya integrasi antara kurikulum sekolah dan dunia profesi ini ditegaskan secara langsung oleh salah satu instruktur yang bertugas membimbing para siswa di lokasi kegiatan. “Kelas Industri hadir untuk menjembatani gap antara materi di sekolah dan kebutuhan nyata di lapangan. Sebagai trainer Mikrotik, tugas saya adalah memastikan setiap materi yang disampaikan relevan, praktis, dan bisa langsung appliquéd siswa SMK Yadika 4 di dunia kerja.” ucap Jordy Lasmana Putra selaku salah satu trainer kelas industri di smk yadika 4 pada 19 Mei 2026. Melalui pandangan tersebut, jelas terlihat bahwa program kemitraan ini memiliki visi jangka panjang untuk memangkas masa adaptasi lulusan saat mereka mulai memasuki industri digital yang kompetitif.
Keberhasilan penyelenggaraan hari pertama dari program berskala besar ini tentu tidak terwujud secara instan tanpa adanya persiapan administrasi serta manajemen yang matang dari jauh hari sebelumnya. Seluruh dokumen dan teknis pelaksanaan Kelas Industri ini telah dipersiapkan dan disahkan secara resmi di Tangerang sejak tanggal 11 Mei 2026 oleh Ketua Panitia, Liana Sakdiyah, S.Kom. Selain itu, agenda strategis ini juga diketahui serta disetujui sepenuhnya oleh Kepala SMK Yadika 4, Drs. Martin Sihaloho, yang menunjukkan komitmen kuat institusi dalam mentransformasi sekolah menjadi pusat keunggulan yang berorientasi pada mutu lulusan.
Dengan selesainya seluruh rangkaian agenda pada hari pertama ini, para siswa diharapkan mampu mempertahankan ritme belajar serta kedisiplinan yang sama untuk menghadapi sesi pelatihan di hari-hari berikutnya. Sertifikasi serta pengalaman langsung yang diberikan oleh para instruktur profesional PT Golan ini akan menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi portofolio para siswa ke depan. Melalui konsistensi pelaksanaan program semacam ini, SMK Yadika 4 tidak hanya sekadar meluluskan siswa secara akademis, melainkan berhasil mencetak generasi teknisi jaringan yang siap pakai, adaptif, serta memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun global. (*SS/Red)
