Viral Nikah KUA Akademisi Tanpa Pesta Mewah. (Foto : Dok. Instagram @syalsasenja & @nikkoakbar
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Fenomena Viral Nikah KUA akademisi bermula dari unggahan akun Instagram @syalsasenja dan @nikkoakbar. Pasangan ini membagikan momen akad nikah sederhana mereka yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Purwakarta, Jawa Barat. Video tersebut sontak mencuri perhatian warganet dan telah ditonton lebih dari 3,8 juta kali.
Dalam keterangan videonya “Juara 1 mengubah standar dokter dan doktor lulusan luar negeri #nikahKUA,”
Pengantin wanita, Qonidah Salsabila Senja (28 tahun) atau yang akrab disapa Salsa, merupakan kandidat doktor (S3) di Beijing, China. Sementara itu, suaminya, dr. Nikkolai Ali Akbar Velayati (29 tahun), adalah dokter lulusan luar negeri yang kini berkarier di Bandung, Jawa Barat.
“Ga nyangka ke sana-kemari, eh jodohnya ketemu di China π¨π³Di negeri tempat aku menuntut ilmu-selain dapet gelar, beneran dapet jodoh π”
“Kenapa nikah di KUA?Karena dari dulu kami memang terbiasa mandiri.Hidup mandiri, finansial mandiri.Menang lomba? Ditabung.Punya usaha? Jalanin sendiri.Kuliah? Alhamdulillah selalu dapat beasiswa ⨔
Salsa mengungkapkan bahwa awalnya mereka hanya berencana untuk bertunangan karena akan menjalani hubungan jarak jauh (LDM). Namun, setelah mempertimbangkan efisiensi biaya dan status hukum, keputusan pun berubah.
“Awalnya kami berencana hanya tunangan, karena setelah itu kami akan menjalani LDM-saya harus kembali ke Beijing untuk menyelesaikan studi. Tapi setelah dipikirkan lagi, tunangan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan hanya bersifat selebrasi, tanpa ikatan sah secara agama maupun hukum. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung menikah dengan akad saja,”
Akad nikah dilangsungkan pada 6 Februari 2026 di KUA Purwakarta, Jawa Barat. Prosesi berlangsung sederhana dan hanya dihadiri keluarga inti.
“Kenapa KUA?Karena simpel, sakral, cuma keluarga. 2 jam selesai + foto-foto π€Lagi tren juga kan nikah simpel tapi penuh makna π” ujar Salsa.
Meski sederhana, pasangan ini tetap tampil elegan. Mempelai pria mengenakan busana Melayu/Betawi modern berwarna putih tulang dengan kain songket perak. Sementara itu, pengantin wanita tampil anggun dalam kebaya brokat putih panjang bermotif floral yang dipadukan dengan kain batik senada serta veil transparan yang simpel.
Gaya minimalist-elegan tersebut memperlihatkan bahwa kesederhanaan tidak identik dengan tampilan seadanya. Justru, konsep yang tertata dan penuh makna mampu memberikan kesan berkelas tanpa perlu kemewahan berlebihan.
“Alhamdulillah, budget yang tidak digunakan untuk resepsi kami alokasikan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Saat ini kami sudah memiliki mobil dan tabungan untuk rumah. InsyaAllah, kami tetap berencana mengadakan resepsi sederhana setelah saya menyelesaikan studi S3 dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi,”
Menariknya, pasangan ini tidak menutup kemungkinan untuk menggelar resepsi. Namun, waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan dan stabilitas kehidupan mereka.
“Gak mau resepsi? Mau banget! π€Tapi bukan sekarang. Uangnya kami tabung dulu.Aku lanjut beresin S3 dan balik ke Beijing π¨π³,mas Nikko balik Bandung buat kerja. InsyaAllah setelah lulus, kami undang kalian semua buat resepsi ⨔
“Mari menormalisasikan menikah di KUA saja. Uang resepsi bisa digunakan utk keperluan RT yg lainnya. π sakinah mawadah warohmah ya kalian. ππ½,” tulis @ayuubi_ali.
“Sederhana tapi gak semua orang bisa ππ₯ Selamat mbak doktor dan mas dokter, bahagia selalu β€οΈ,” saut @faiqahnurazizah.
“Happy wedding Nikko & istri. Seneng lihat konten positifnya bikin anak muda sadar kalau pinter itu pentingπ,” timpal akun @ekakristalia.
Tidak kalah penting, keluarga kedua mempelai turut mendukung keputusan ini.
“Saat orang tua mengetahui kami memilih menikah di KUA, Alhamdulillah mereka langsung setuju. Orang tua sudah merasa bangga dengan kami dan bahkan mengatakan bahwa keputusan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang-karena yang terpenting bukanlah pesta, melainkan kehidupan setelah menikah. Daripada berhutang, lebih baik menjalani pernikahan dengan sederhana namun bermakna,”
Di tengah tekanan sosial untuk tampil mewah, pasangan ini menunjukkan bahwa keberanian menentukan prioritas hidup jauh lebih penting. Status prestisius sebagai doktor dan dokter lulusan luar negeri tidak membuat mereka merasa harus membuktikan sesuatu melalui pesta besar.
“Doktor kandidat dan Dokter lulusan luar negeri aja nikahnya di KUA kok π€ dan engga malu, yang penting SAHπ #NikahKUA,” dalam unggahannya
