Viral Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Menangis (Foto : Tangkapan Layar)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang remaja pria tampak jongkok di belakang kursi pijat sambil menangis. Video tersebut kemudian memicu perhatian publik karena disertai narasi bahwa pria tersebut dituduh mencuri gelang emas milik seorang konsumen.
“Seorang pria penjaga kursi pijat menangis sesenggukan saat bertugas. Pria tersebut diduga mendapat tekanan setelah salah satu konsumen melaporkan kehilangan gelang emas di area kerjanya,” demikian keterangan video, Kamis (5/3/2026).
Akibat viralnya video tersebut, banyak warganet memberikan simpati kepada remaja yang diketahui baru pertama kali bekerja di lokasi tersebut. Selain itu, publik juga menuntut klarifikasi dari pihak pengelola mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Berdasarkan keterangan dari Leader Kursi Sehat di Stasiun Gubeng, Echa, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, seorang konsumen perempuan yang menggunakan layanan kursi pijat mengeluhkan bahwa gelang emas miliknya hilang setelah selesai menggunakan kursi pijat yang dijaga oleh A.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengelola segera melakukan pengecekan di lokasi. Bahkan, kursi pijat yang digunakan konsumen tersebut sempat dibongkar untuk memastikan apakah gelang tersebut jatuh atau terselip di dalam mesin.
Namun demikian, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, pihak pengelola tidak menemukan gelang emas yang dimaksud.
Dalam proses klarifikasi yang dilakukan oleh pihak pengelola, konsumen perempuan tersebut menyampaikan kronologi menurut versinya. Ia mengaku bahwa saat menggunakan kursi pijat, dirinya merasa kesakitan dan sempat melepas gelang yang dikenakannya.
Echa kemudian menirukan pernyataan konsumen tersebut saat memberikan penjelasan kepada pihak pengelola.
“Tapi ibunya bilang, ‘Aku enggak mau tapi masnya (A) maksa. Aku kesakitan, waktu aku lepas gelangku sudah enggak ada”, kata Echa menirukan kalimat perempuan tersebut.
Meskipun demikian, pihak pengelola tidak langsung menyimpulkan adanya tindakan pencurian. Sebaliknya, mereka melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan membuka rekaman CCTV yang berada di area tersebut.
Langkah ini dilakukan setelah A menyampaikan pengakuannya bahwa ia tidak pernah memaksa konsumen untuk memasukkan tangan ke dalam alat pijat. Ia menyatakan bahwa dirinya hanya menjalankan prosedur kerja sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Echa menjelaskan bahwa setelah memeriksa rekaman CCTV, tidak ditemukan indikasi bahwa A melakukan tindakan yang melanggar.
Dalam rekaman yang diperiksa sejak awal hingga bagian yang diperbesar atau di-zoom, terlihat bahwa pada tangan konsumen masih terdapat satu gelang emas.
Namun demikian, konsumen tersebut tetap bersikeras bahwa sebelumnya ia mengenakan dua gelang emas.
Sementara itu, video yang memperlihatkan A sedang jongkok dan menangis di belakang kursi pijat ternyata terjadi setelah ia mendapatkan tuduhan tersebut.
Menurut Echa, kondisi tersebut merupakan reaksi emosional yang muncul karena A merasa tertekan dan syok atas tuduhan yang diterimanya.
Apalagi, remaja tersebut diketahui baru pertama kali bekerja di tempat tersebut dan langsung menghadapi situasi yang cukup berat.
Meskipun konsumen yang kehilangan gelang emas masih mempermasalahkan kejadian tersebut, ia diketahui belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Sementara itu, pihak pengelola memilih untuk memberikan waktu istirahat kepada A agar kondisi mentalnya dapat kembali stabil.
Remaja tersebut diminta untuk beristirahat di rumah selama dua hari sebelum kembali bekerja. (*GTC/Red)
