Kontrakan Penuh Sampah di Serpong Viral (Foto : Dok. TikTok @fitrieka95_)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Kontrakan penuh sampah di Serpong menjadi sorotan publik setelah sebuah video kondisi hunian 3 petak yang sangat kotor viral di media sosial.
Pertama-tama, sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @fiitrieka95_ memperlihatkan kondisi kontrakan yang dipenuhi sampah di wilayah Serpong, Tangerang Selatan. Dalam video tersebut, terlihat berbagai jenis sampah seperti kantong plastik, kemasan kopi, galon air, kardus, hingga botol plastik yang menumpuk tanpa terkendali.
Bahkan, kondisi kontrakan disebut sudah tidak memiliki ruang gerak sama sekali akibat tumpukan sampah tersebut. Hal ini tentu mengejutkan warganet yang melihatnya.
“Lihat sampahnya astaghfirullahaladzim. Ya Allah, mau ke kamar mau mandi nggak bisa jalannya,” kata narasi dalam video tersebut, dikutip dari TikTok @fitrieka95_, Minggu (29/3/2026).
Selain itu, di antara tumpukan sampah masih terdapat berbagai perabotan rumah tangga seperti alat olahraga, dispenser, meja lipat, rak, mesin cuci, kipas angin, serta matras tipis. Menariknya, tempat tidur penghuni berada di pojokan ruang tengah dan dikelilingi oleh sampah.
Selanjutnya, kondisi kontrakan penuh sampah di Serpong ini baru terungkap saat momen mudik Lebaran. Pada saat itu, penghuni diketahui sedang tidak berada di tempat.
Namun demikian, kecurigaan muncul ketika terdengar suara kipas angin yang masih menyala dari dalam kontrakan. Fitri bersama pemilik kontrakan yang merupakan bibinya kemudian memutuskan untuk memeriksa kondisi tersebut.
Ketika diperiksa, kontrakan ternyata tidak terkunci dan langsung memperlihatkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Fitri mengaku terkejut saat melihat isi kontrakan tersebut.
“(Kondisi kontrakan) udah penuh sampah dan kipas angin nyala,” ucap Fitri
Setelah mengetahui kondisi kontrakan, pemilik mengambil langkah tegas. Ia memutuskan untuk meminta penyewa segera meninggalkan kontrakan tersebut.
Karena penghuni masih dalam perjalanan mudik dan pemilik juga sedang berada di luar kota, komunikasi dilakukan melalui surat yang dititipkan di lokasi.
“Penghuni belum balik mudik, bibi saya lagi liburan ke Jogja. Jadi kasih tau si penghuni melalui surat yang dititipkan. Isi suratnya harus kosongin kontrakan,” jelasnya.
Diketahui, kontrakan tersebut telah dihuni oleh seorang pria selama kurang lebih tujuh tahun. Selama ini, pria tersebut dikenal sebagai pekerja yang tampak beraktivitas normal seperti kebanyakan orang.
Namun demikian, kondisi di dalam kontrakan menunjukkan hal yang jauh berbeda dari penampilan luarnya.
Di sisi lain, proses pembersihan kontrakan penuh sampah di Serpong juga menjadi perhatian publik. Dalam video lanjutan, terlihat sejumlah orang dikerahkan untuk membersihkan hunian tersebut.
Para petugas pembersih terlihat menggunakan perlengkapan seperti sarung tangan, masker, dan sepatu bot untuk melindungi diri dari kotoran dan potensi bahaya kesehatan.
Mereka secara bertahap mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke dalam kantong plastik besar. Seiring waktu, isi kontrakan mulai berkurang, meskipun masih menyisakan kotoran yang sulit dibersihkan.
“Kurang lebih 10 orang (bersihkan kontrakan),” kata Fitri.
Proses pembersihan tersebut berlangsung selama satu hari penuh. Sampah yang ditemukan sebagian besar berupa kemasan makanan, botol plastik, bungkus kopi, hingga plastik sekali pakai.
Selain itu, kondisi kontrakan juga dipenuhi oleh hewan seperti kecoak, tikus, dan ulat yang berkembang akibat lingkungan yang kotor.
Lebih lanjut, kejadian ini menyebabkan kerugian materiil bagi pemilik kontrakan. Kondisi rumah yang sangat kotor tentu membutuhkan biaya tambahan untuk proses pembersihan dan perbaikan.
Tidak hanya itu, penyewa diketahui meninggalkan kontrakan tanpa memberikan ganti rugi atas kerusakan dan kondisi yang ditinggalkan. (*GTC/Red)
