Apresiasi Juara Lomba Artikel Anti Narkoba PT Golan
WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Sedunia (HANI) tahun 2026, PT Golan Digital Kreatif melalui unit bisnisnya, Golan Nusantara dan Golan Event, sukses menyelenggarakan acara penyerahan hadiah secara virtual bagi para pemenang Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 pada tanggal 18 Agustus 2026 kemarin. Acara yang berlangsung khidmat sekaligus interaktif ini dihadiri langsung oleh jajaran direksi, dewan juri, serta para finalis dan pemenang dari berbagai penjuru tanah air. Pertemuan virtual melalui platform Zoom ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial penyerahan hadiah semata, melainkan juga berfungsi sebagai ruang diskusi interaktif yang mendalam untuk mengupas tuntas gagasan-gagasan kreatif di balik karya jurnalistik yang telah dinilai secara ketat oleh dewan juri profesional. Melalui penyelenggaraan kompetisi ini, pihak panitia berharap dapat membangkitkan kepedulian sosial yang tinggi di kalangan generasi muda Indonesia, sehingga kekuatan literasi digital dapat menjadi perisai kokoh dalam membentengi masyarakat dari bahaya laten penyalahgunaan narkotika yang kian marak di era digitalisasi saat ini.
Apresiasi Direktur PT Golan dan Komitmen Aksi Sosial Perusahaan
Acara yang dipandu dengan sangat apik oleh duet pembawa acara Salwa Saumi dan Naufal Aqil Hidayat ini diawali dengan sambutan hangat dari Direktur Utama PT Golan Digital Kreatif, Esron Rikardo Nainggolan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, khususnya kepada para pemenang utama yang telah mendedikasikan waktu, pikiran, serta kemampuan riset mereka untuk menghasilkan karya tulis jurnalistik yang sangat berbobot dan edukatif. Esron Rikardo Nainggolan, yang juga aktif sebagai dosen dan penulis, menegaskan komitmen berkelanjutan dari PT Golan Digital Kreatif dalam mendukung aksi-aksi sosial kemasyarakatan secara nyata. Beliau menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyelamatkan generasi penerus dari ancaman destruktif narkotika.
Selain memberikan apresiasi berupa uang tunai dan e-sertifikat resmi kepada para pemenang utama, Esron Rikardo Nainggolan juga memberikan kejutan yang luar biasa berupa penghargaan tambahan jangka panjang bagi para pemenang. Beliau mengumumkan secara resmi bahwa ketiga pemenang utama, yaitu Naufal Dwi Fakhryan, Pradikta Andi Alvat, dan Irvansyah Putra Agustama, diberikan hak istimewa untuk mengirimkan artikel-artikel edukasi atau buah pikiran mereka ke jaringan media nasional PT Golan Digital Kreatif secara gratis tanpa batasan waktu. Melalui pemberian fasilitas publikasi gratis di portal berita Golan Nusantara dan Golan Education ini, pihak perusahaan berharap dapat terus memfasilitasi dan mengasah kemampuan menulis serta pemikiran kritis para pemenang agar kontribusi nyata mereka di bidang literasi dapat menjangkau khalayak yang lebih luas secara berkelanjutan di masa yang akan datang.
Kisah Inspiratif dan Motivasi di Balik Karya Para Pemenang
Sesi wawancara mendalam yang dipandu oleh pembawa acara mengupas tuntas perjalanan kreatif serta motivasi yang melatarbelakangi lahirnya karya-karya hebat dari ketiga pemenang utama. Sesi perkenalan dimulai dari Irvansyah Putra Agustama yang berhasil menyabet predikat Juara 3 dengan nilai akhir 72,61 melalui artikelnya yang berjudul “Inovasi Literasi Bahaya Narkoba Jurnalistik Nusantara”. Dalam penjelasannya, pemuda yang saat acara berlangsung sedang berada di lapangan tersebut mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bangga atas pencapaiannya tersebut. Ia mengaku sudah beberapa kali aktif berpartisipasi dalam kompetisi menulis artikel serupa; namun, perlombaan yang diselenggarakan oleh PT Golan Digital Kreatif inilah yang menjadi tonggak sejarah pertamanya dalam meraih gelar juara nasional. Irvansyah juga menyampaikan sebuah pesan singkat yang penuh makna bagi generasi muda Indonesia, agar senantiasa menjaga ketertiban masyarakat serta menjauhi narkotika demi mewujudkan kehidupan bangsa yang jauh lebih sehat dan produktif di masa depan.
Selanjutnya, panggung virtual diberikan kepada Pradikta Andi Alvat yang berhasil meraih predikat Juara 2 dengan perolehan nilai akhir sebesar 76,05 melalui sebuah karya artikel yang sangat mengesankan berjudul “Jurnalisme Empati Literasi Antiarkoba”. Ketika ditanya mengenai motivasi terbesarnya dalam mengikuti kompetisi ini, Pradikta menjelaskan secara mendalam tentang pendekatan psikologis yang ia tawarkan di dalam artikelnya tersebut. Beliau menyadari bahwa selama ini kampanye anti narkoba yang beredar di masyarakat sering kali disampaikan melalui pesan-pesan yang bersifat kognitif dan normatif saja, sehingga efektivitasnya dalam mengubah perilaku sasaran kurang optimal. Oleh karena itu, melalui konsep jurnalisme empati, Pradikta mencoba mengetuk sisi emosional para pembaca dengan mengangkat kisah-kisah tragis dan melankolis dari para korban penyalahgunaan narkotika, sehingga perasaan empati yang mendalam akan terbangun di dalam sanubari generasi muda agar mereka secara sadar tidak meniru perilaku destruktif tersebut.
Puncak acara apresiasi ini ditandai dengan kehadiran Juara 1, Naufal Dwi Fakhryan, yang sukses memukau dewan juri hingga meraih nilai sempurna atau nilai mutlak sebesar 100,00 melalui karya artikelnya yang sangat tajam berjudul “Lawan Bahaya Narkoba dengan Pena”. Naufal mengaku sangat kaget dan tidak menduga sama sekali bahwa tulisan pertamanya di ajang kompetisi artikel jurnalistik nasional ini langsung mendapatkan apresiasi yang begitu luar biasa dari dewan juri profesional. Orang pertama yang ia kabari mengenai berita gembira ini adalah kedua orang tuanya, mengingat restu orang tua merupakan hal utama yang ia minta sebelum memutuskan untuk ikut berkompetisi di ajang bergengsi ini. Dalam proses riset lapangan dan penyusunan draf tulisan kemarin, Naufal menemukan fakta yang sangat mengejutkan mengenai modus peredaran narkoba yang kian berkembang pesat di kalangan remaja, salah satunya adalah pemanfaatan rokok elektrik atau vape sebagai media baru untuk menyisipkan zat-zat narkotika berbahaya. Atas dasar temuan tersebut, ia menegaskan bahwa ketika modus kejahatan narkotika terus berevolusi, maka edukasi dan kampanye pencegahannya pun harus ikut berkembang secara adaptif, baik melalui media digital maupun tulisan dan lisan.
Tips Menulis Jurnalistik dan Tindak Lanjut Administratif Lomba
Guna menginspirasi para jurnalis pemula yang berminat di bidang kepenulisan, Naufal Dwi Fakhryan membagikan beberapa tips praktis dan kilat untuk merintis karier di dunia jurnalistik yang tajam serta bermakna bagi masyarakat. Langkah pertama yang paling krusial menurutnya adalah keberanian untuk mulai menulis dan membuang jauh-jauh rasa takut akan kegagalan atau ketidaksempurnaan karya pada tahap awal. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya melakukan riset lapangan secara teliti serta memilih tema yang relevan dan sesuai dengan realitas sosial yang ada di sekitar kita agar artikel memiliki daya pengaruh yang kuat. Naufal menambahkan bahwa sebuah tulisan jurnalistik yang baik haruslah memberikan manfaat yang nyata bagi pembacanya, sehingga informasi yang disajikan tidak hanya sekadar menjadi konsumsi publik melainkan juga dapat menjadi solusi konkret atas permasalahan sosial yang sedang dihadapi oleh bangsa.
Berdasarkan data yang dihimpun dari panitia pelaksana Golan Event, proses penilaian lomba artikel jurnalistik nasional ini dilakukan secara komprehensif dan objektif oleh tim juri profesional yang terdiri atas Esron Rikardo Nainggolan, Jordy Lasmana Putra, Salwa Saumi, dan Naufal Aqil Hidayat. Sistem penilaian didasarkan pada akumulasi skor mentah dari delapan kriteria teknis dengan nilai maksimal mencapai 320 poin, yang kemudian dikonversi ke dalam skala nilai 100 dengan penambahan poin bonus kualitatif berdasarkan rekomendasi podium dari masing-masing juri. Sebaliknya, panitia juga menerapkan pengurangan nilai sebesar lima persen secara objektif bagi peserta yang kedapatan tidak mematuhi standarisasi teknis naskah atau desain gambar cover berukuran 1200×675 piksel yang telah ditentukan di awal perlombaan. Hal ini membuktikan betapa ketat dan profesionalnya proses kurasi yang dilakukan demi menjaring karya-karya jurnalistik yang benar-benar berkualitas tinggi.
Pada akhir sesi pertemuan virtual tersebut, panitia mengimbau seluruh pemenang utama untuk tetap siaga dan selalu memantau telepon genggam masing-masing karena tim Golan Event akan segera menghubungi mereka secara langsung melalui nomor WhatsApp resmi perusahaan. Langkah administratif ini bertujuan untuk memvalidasi nomor rekening bank guna kelancaran pengiriman hadiah uang tunai serta pengiriman e-sertifikat resmi kepada masing-masing pemenang secara aman. Kendati demikian, panitia juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa waspada terhadap segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan PT Golan Digital Kreatif atau pihak panitia selama proses klaim hadiah berlangsung. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama secara virtual yang penuh dengan keceriaan dan energi positif, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang diharapkan mampu mendorong lahirnya jurnalis-jurnalis muda berprestasi yang berdedikasi tinggi demi masa depan Indonesia yang bersih dari narkoba.
