Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

www.golandigital.com
  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • BMKG Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat saat Awal Puasa Ramadan 2026, Ini Penyebabnya
  • Berita

BMKG Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat saat Awal Puasa Ramadan 2026, Ini Penyebabnya

Husnul Amalia February 19, 2026
cuaca ekstrem awal ramadan

BMKG Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat saat Awal Puasa Ramadan 2026 (Dok Ilustrasi Hujan)

Post Views: 11

JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Cuaca ekstrem awal Ramadan 2026 menjadi perhatian serius setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode 17–23 Februari 2026 yang bertepatan dengan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dan Tahun Baru Imlek 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, yakni pada 17–23 Februari 2026. Periode tersebut bertepatan dengan momen penting, yaitu Tahun Baru Imlek 2026 serta awal puasa Ramadan 1447 Hijriah, sehingga mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.

Dalam keterangan resminya, BMKG menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca secara berkala, terutama saat merencanakan aktivitas perjalanan darat, laut, dan udara maupun kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.

Fakta pentingnya, BMKG menekankan bahwa dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan dipengaruhi oleh kombinasi fenomena skala global, regional, hingga lokal yang secara simultan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada skala global, BMKG menjelaskan bahwa nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur.

Secara klimatologis, La Niña dikenal sebagai fenomena yang meningkatkan curah hujan di kawasan maritim Indonesia. Ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur mengalami pendinginan, pola sirkulasi atmosfer berubah dan memicu peningkatan suplai uap air ke wilayah Indonesia. Akibatnya, peluang terjadinya hujan lebat meningkat, terutama saat musim hujan masih berlangsung.

Selain La Niña lemah, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diprediksi berperan dalam memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia. Dalam beberapa hari ke depan, aktivitas MJO diprakirakan berada pada fase Indian Ocean.

Fase tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, kombinasi antara MJO dan kondisi atmosfer lainnya memperbesar potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga mencatat adanya kombinasi sejumlah gelombang atmosfer, seperti Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, dan Low Frequency, yang terpantau aktif di sejumlah wilayah perairan dan daratan Indonesia.

Wilayah yang terdampak meliputi Samudra Hindia barat Sumatera hingga barat daya Jawa, perairan barat Sumatera, Sumatera bagian utara hingga tengah, Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Samudra Pasifik utara Papua dan timur laut Papua Nugini.

Aktivitas gelombang atmosfer tersebut meningkatkan potensi konvergensi massa udara yang mendorong pembentukan awan hujan secara lebih intensif. Oleh sebab itu, sejumlah daerah diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan dalam beberapa hari ke depan

Di sisi lain, Monsun Asia masih terpantau aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia dalam jumlah besar. Kondisi ini diperkuat oleh Indeks Surge yang diprediksi signifikan dalam beberapa hari mendatang.

Monsun Asia yang menguat biasanya membawa massa udara lembap dari daratan Asia menuju kawasan Indonesia. Ketika bertemu dengan kondisi laut yang hangat, proses penguapan semakin intens sehingga memperbesar peluang hujan lebat.

Selain faktor-faktor tersebut, BMKG juga mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung, barat Aceh, perairan barat Kalimantan Barat, serta Samudera Pasifik utara Papua.

Sirkulasi siklonik ini menyebabkan perlambatan angin dan peningkatan konvergensi udara di sekitarnya. Dengan kelembapan udara yang masih tinggi di berbagai lapisan atmosfer, kondisi ini semakin memperbesar peluang terjadinya hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut, sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat dalam sepekan ke depan. Wilayah Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta sebagian wilayah Papua diperkirakan menjadi daerah dengan potensi curah hujan tinggi.

Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat di berbagai daerah tetap diminta untuk waspada, terutama di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Pada saat yang sama, kawasan pesisir dan perairan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dipicu angin kencang dan dinamika atmosfer aktif.

Cuaca ekstrem awal Ramadan 2026 berpotensi berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Mengingat periode tersebut bertepatan dengan awal puasa dan libur Imlek, mobilitas diperkirakan meningkat baik untuk kegiatan ibadah, silaturahmi, maupun wisata.

Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat mengganggu perjalanan darat, laut, dan udara. Di sektor penerbangan, misalnya, potensi turbulensi dan jarak pandang terbatas dapat memengaruhi jadwal keberangkatan. Sementara itu, di jalur laut, gelombang tinggi berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Di sisi lain, kegiatan ibadah Ramadan seperti salat tarawih dan aktivitas sosial di luar ruangan juga berpotensi terganggu jika hujan turun dengan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari.

Sebagai upaya mitigasi risiko, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT). Layanan ini telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia dan memungkinkan masyarakat memperoleh informasi cuaca sepanjang rute perjalanan.

Melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman resmi signature.bmkg.go.id/dwt, masyarakat dapat mengakses prakiraan cuaca dari lokasi keberangkatan hingga tujuan akhir sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perencanaan perjalanan dapat dilakukan secara lebih aman dan matang.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.(*HA/RED)

Tags: fenomena mjo hujan lebat februari 2026 monsun asia aktif potensi banjir indonesia prakiraan cuaca indonesia

Post navigation

Previous Bawaslu Kemenag Jakarta Pusat teken MoU untuk tingkatkan Literasi
Next Pemuda Magelang Bersihkan 431 Makam Terlantar

Related Stories

Wamendagri Penugasan Praja IPDN Misi Kemanusiaan dan Kebangsaan penugasan praja ipdn
  • Berita

Wamendagri Penugasan Praja IPDN Misi Kemanusiaan dan Kebangsaan

March 4, 2026
Viral Parkir Dobel Malioboro, Dishub Bertindak parkir dobel
  • Berita

Viral Parkir Dobel Malioboro, Dishub Bertindak

March 4, 2026
Agnez Mo Tangkis Rumor Terjebak di Dubai Gara-gara Israel dan AS Serang Iran, Saya Baik-Baik Saja agnez mo terjebak dubai
  • Berita

Agnez Mo Tangkis Rumor Terjebak di Dubai Gara-gara Israel dan AS Serang Iran, Saya Baik-Baik Saja

March 3, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

agus fatoni badan gizi nasional fenomena alam gaya hidup sehat kebijakan pemerintah kerukunan umat beragama literasi digital pahlawan nasional pengabdian kepada masyarakat pengabdian masyarakat politik indonesia prabowo subianto program makan bergizi gratis purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional ubsi umkm universitas bina sarana informatika

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Mengunakan Jasa Advertorial
  • Meggunakan Jasa Backlink

Kerjasama:

Golan Nusantara Bekerjasama dibidang: Artikel Press Release, Artikel Endorsement, Liputan event, Program afiliasi, Iklan Banner, Backlink/Content Placement

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy