Pemuda Magelang Bersihkan 431 Makam Terlantar (Foto: Dok. Instagram @makamcleaner
MAGELANG, WWW. GOLANNUSANTARA.COM – Perhatian publik tertuju pada Agus Ponco Nugroho, seorang pemuda 22 tahun asal Kota Magelang, yang viral berkat aksi sosialnya membersihkan makam-makam tidak terurus. Melalui akun TikTok @makamcleaner, ia secara rutin membagikan dokumentasi kegiatannya menyapu area pemakaman, mencabuti rumput liar, serta membersihkan nisan yang tertutup kotoran dan ilalang.
Hingga kini, total 431 makam telah ia bersihkan tanpa memungut biaya sepeser pun dari ahli waris. Dedikasi tersebut membuat banyak pihak terharu, terutama karena dilakukan secara sukarela dan konsisten.
Unggahannya telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali dan dibanjiri ribuan komentar positif dari warganet. Respons publik menunjukkan bahwa aksi sederhana namun bermakna ini berhasil menyentuh hati masyarakat luas.
Agus Ponco Nugroho adalah pemuda berusia 22 tahun yang akrab disapa Ponco. Di usianya yang relatif muda, ia memilih untuk mengabdikan waktu dan tenaganya membersihkan makam-makam yang telah lama terbengkalai.
“Di 22 tahun ini aku udah bersihin 431 makam sampai saat ini,” ungkap Ponco.
Sebagai generasi muda, langkah yang diambil Ponco dinilai tidak biasa. Namun justru di situlah letak kekuatannya. Ia membuktikan bahwa kepedulian sosial tidak mengenal usia.
Aksi yang dilakukan Ponco berfokus pada perawatan makam-makam tidak terurus di berbagai Tempat Pemakaman Umum (TPU). Ia membersihkan nisan yang kusam, menyapu area sekitar makam, mencabut ilalang, hingga merapikan lingkungan pemakaman agar kembali layak dipandang.
Selain itu, Ponco juga membantu menghidupkan perekonomian pedagang bunga di sekitar makam dengan turut mempromosikan dan membeli bunga untuk keperluan ziarah.
Dengan peralatan sederhana seperti sapu lidi dan sikat, ia memulai gerakan ini secara mandiri. Tidak ada sponsor besar atau dukungan institusi, melainkan murni dari niat pribadi.
Motivasi utama gerakan ini bermula dari pengalaman pribadi yang sangat emosional. Ponco mengaku bahwa kebiasaan berziarah ke makam ibunya menjadi titik awal munculnya inisiatif tersebut.
“Dulu tiap hari minggu rajin ke makam mama, terus liat makam sekeliling mama banyak yang nggak keurus, kepikiran ini keluarganya di mana apa karena jauh, ongkos mahal, males, atau memang udah lupa. Terus aku coba bersihin dan videoin dengan harapan keluarganya nonton terus bersihin makamnya, lama-lama beranjak dari blok mama ke blok lain, dan mulai ramai, sejak saat itu targetku jadi ke seluruh Indonesia, untuk sekadar mengingatkan tidak lupa dengan yang sudah tiada,” jelasnya mengenai ide awal gerakan tersebut.
“Karena berawal dari makam mama.” tegasnya.
Aksi sosial ini dimulai di Kota Magelang dan secara bertahap meluas ke wilayah sekitarnya, termasuk Yogyakarta. Ponco aktif mendatangi berbagai TPU secara mandiri.
“Untuk sekarang masih bersih-bersih makam tidak terawat kadang terima request area kota Magelang, Yogya kota dan sekitarnya,” pungkas Ponco.
Meskipun terlihat sederhana, kegiatan ini tidak lepas dari tantangan. Faktor cuaca menjadi hambatan utama yang harus dihadapi setiap hari.
“Kesulitan yang dihadapi ada di cuaca kalau hujan, biasanya lebih berhati-hati dan berangkat ke makamnya agak pagi siang karna sore biasanya hujan,” tambahnya.
Viralnya aksi ini memunculkan berbagai tanggapan dari warganet. Mayoritas memberikan pujian dan doa atas ketulusan yang ditunjukkan.
“Anak atau keluarganya kemana ya ☹️,” kata akun @JS👽.
“Bang klw hbis bersihin makan gni suka ada yg datengin ke mimpi atau ada tanda tanda lain ??” ujar akun @🍎🍀ᴍɪᴋᴏᴅᴇsᴜ✧・゚📚.
“Semoga kelak jika aku mati dan keluarga ku gak sempat ngurusin aku, semoga ada orang baik sepertimu,” timpal akun @Dewa1505.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa aksi Ponco tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memicu refleksi mendalam tentang hubungan keluarga dan kepedulian sosial. (*GTC/Red)
