Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • BMKG dan WMO Perkuat Sistem Peringatan Dini
  • Berita

BMKG dan WMO Perkuat Sistem Peringatan Dini

Husnul Amalia September 26, 2026
BMKG dan WMO

BMKG dan WMO Perkuat Peringatan Dini

Post Views: 6

WWW.GOLANNUSANTARA.COM – BMKG dan WMO memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan sistem peringatan dini, pengurangan risiko bencana, teknologi meteorologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan Presiden World Meteorological Organization (WMO) Abdulla Al Mandous ke Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama Indonesia, Uni Emirat Arab (UAE), dan WMO dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG). Selain membahas sistem peringatan dini, pertemuan juga menyoroti pertukaran data, pengembangan teknologi, penguatan sistem observasi, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia untuk menghadapi risiko bencana.

Presiden WMO Abdulla Al Mandous hadir dalam kunjungan tersebut bersama Director of Institutional Development National Center of Meteorology (NCM) UAE Ibrahim Al Hosani, International Affairs Specialist NCM Monikumar Ramakrishnan, serta Advisor to President WMO Mary Power. Kehadiran delegasi tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap penguatan kerja sama antarnegara dalam menghadapi perkembangan risiko cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa kerja sama internasional semakin penting seiring meningkatnya tantangan yang berkaitan dengan cuaca, iklim, dan geofisika. Menurutnya, kolaborasi antarnegara dibutuhkan agar pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendukung perlindungan masyarakat sekaligus pembangunan berkelanjutan.

“Bagi negara-negara seperti Indonesia dan Uni Emirat Arab, kerja sama di bidang sains, teknologi, dan sistem peringatan dini memainkan peran krusial dalam upaya bersama untuk melindungi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Faisal dalam keterangan, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Faisal, WMO mempunyai posisi strategis dalam memperkuat hubungan dan kolaborasi antarnegara melalui pertukaran data, pengetahuan, serta keahlian di bidang cuaca, iklim, dan sumber daya air. Pertukaran tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan negara anggota dalam memahami berbagai potensi ancaman dan mengambil langkah mitigasi secara lebih cepat.

Di sisi lain, meningkatnya kejadian cuaca ekstrem membuat sistem peringatan dini menjadi salah satu bagian penting dalam pengurangan risiko bencana. Informasi yang tersedia lebih awal dapat membantu pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat mempersiapkan langkah antisipasi sesuai dengan jenis ancaman yang berpotensi terjadi.

Bagi Indonesia, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena karakteristik wilayahnya sebagai negara kepulauan. Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari cuaca ekstrem, perubahan iklim, gempa bumi, hingga tsunami. Oleh karena itu, BMKG terus mengembangkan layanan informasi dan sistem peringatan dini agar dapat diterima masyarakat secara cepat, tepat, akurat, serta mudah dipahami.

Upaya tersebut juga mencakup masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan kelompok yang berada di kawasan rentan bencana. Dengan demikian, sistem peringatan dini tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat diterima dan digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan informasi yang andal dan tepat waktu dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Karena itu, Indonesia mendukung penuh inisiatif Early Warnings for All yang dicanangkan WMO,”jelasnya.

Inisiatif Early Warnings for All merupakan salah satu agenda yang mendapatkan perhatian dalam kerja sama tersebut. WMO sendiri menempatkan penguatan sistem peringatan dini sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman hidrometeorologi.

Selanjutnya, BMKG juga terus mengembangkan kemampuan prakiraan dan layanan peringatan dini dengan memanfaatkan teknologi terkini. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung proses pengolahan data sehingga informasi mengenai potensi cuaca dan risiko bencana dapat disampaikan dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam pertemuan tersebut, Faisal juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan NCM UAE. Meskipun Indonesia dan UAE mempunyai karakteristik geografis serta iklim yang berbeda, kedua negara memiliki kepentingan dalam pemanfaatan sains dan teknologi untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kunjungan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat kerja sama antara Indonesia, UAE, dan WMO, sekaligus bertukar pandangan mengenai prioritas bersama di bidang cuaca, iklim, dan pengurangan risiko bencana,”ucapnya.

Sementara itu, Presiden WMO Abdulla Al Mandous memberikan apresiasi terhadap capaian BMKG dalam pengembangan sistem observasi dan layanan meteorologi. Ia melihat pengalaman Indonesia dalam mengelola jaringan radar cuaca sebagai salah satu bidang yang dapat menjadi bagian dari pengembangan kerja sama lebih lanjut.

Jaringan radar cuaca memiliki peran penting dalam mendukung pemantauan kondisi atmosfer. Data dari sistem observasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung analisis dan prakiraan cuaca, termasuk dalam mengidentifikasi potensi kondisi cuaca yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

“Saya melihat Indonesia memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat baik dalam pengelolaan jaringan radar cuaca. Jaringan radar merupakan komponen fundamental dalam layanan meteorologi, dan kami melihat peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi di bidang ini,” ungkap Al Mandous.

Selain pengelolaan radar, Al Mandous menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini di tengah meningkatnya kejadian cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim. Menurutnya, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi perhatian penting dalam agenda WMO ke depan.

“Mengenai strategi WMO ke depan, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan menjadi isu yang sangat penting. Kita menghadapi semakin banyak kejadian cuaca ekstrem yang membutuhkan perhatian dan respons yang cepat,”tambahnya.

Pembahasan kerja sama tidak hanya mencakup meteorologi dan perubahan iklim. Sistem pemantauan serta peringatan dini tsunami juga menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama antara Indonesia dan UAE.

Indonesia memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem peringatan dini tsunami, terutama melalui Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Sistem tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyebaran informasi terkait potensi tsunami kepada masyarakat dan pihak terkait.

Menurut Al Mandous, Indonesia dan UAE juga sama-sama terlibat dalam sejumlah program internasional di bawah koordinasi UNESCO yang berkaitan dengan sistem peringatan dini tsunami. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi dasar untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

“Kita dapat mengembangkan kolaborasi di bidang ini melalui kerja sama antara pusat meteorologi kedua negara,”ucapnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Abdulla Al Mandous bersama delegasi WMO dan UAE juga meninjau fasilitas Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) milik BMKG. Fasilitas yang dikunjungi mencakup ruang operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Meteorology Early Warning System (MEWS), serta Climatology Early Warning System (CEWS).

Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana BMKG mengelola berbagai layanan peringatan dini untuk menghadapi ancaman yang berbeda. Sistem tersebut mencakup informasi terkait gempa dan tsunami, kondisi meteorologi, serta dinamika iklim yang dapat berdampak terhadap masyarakat dan berbagai sektor pembangunan.

Selain memperlihatkan fasilitas operasional, BMKG juga memaparkan kontribusi Indonesia dalam sejumlah program strategis WMO. Salah satunya melalui keterlibatan Indonesia sebagai Systematic Observations Financing Facility (SOFF) Peer Advisor yang mendukung penguatan sistem observasi meteorologi di Timor-Leste dan Maladewa bersama WMO serta Finnish Meteorological Institute (FMI).

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya berlangsung dalam bentuk pertukaran informasi, tetapi juga melalui dukungan terhadap pengembangan kapasitas observasi di negara lain. Data observasi yang semakin kuat dapat mendukung kualitas prakiraan dan layanan meteorologi dalam skala nasional maupun global.

Indonesia juga berkontribusi dalam implementasi WMO Integrated Global Observing System (WIGOS). Kontribusi tersebut dilakukan melalui penguatan sistem observasi nasional, dukungan terhadap Global Basic Observing Network (GBON), serta pengembangan kapasitas negara anggota melalui kegiatan pelatihan dan bantuan teknis.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, WMO Regional Training Centre (Ina-RTC) turut mempunyai peran dalam meningkatkan kapasitas negara-negara di kawasan Regional Association V (RA V). Program tersebut dilakukan melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kompetensi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan MKG. Sebab, penggunaan teknologi observasi dan sistem peringatan dini membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan, menganalisis, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat.

Pada akhirnya, kunjungan Presiden WMO ke Kantor Pusat BMKG menjadi momentum untuk membahas kelanjutan kolaborasi Indonesia, UAE, dan WMO. Pembahasan mencakup pengembangan sistem observasi, teknologi peringatan dini, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi risiko cuaca, iklim, dan bencana.

Melalui kolaborasi tersebut, penguatan sistem peringatan dini diharapkan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi. Pertukaran pengalaman antara negara dan organisasi internasional juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut sekaligus memperkuat peran dalam jaringan meteorologi internasional. Dengan dukungan observasi, teknologi, sumber daya manusia, dan pertukaran pengetahuan, layanan informasi MKG dapat terus dikembangkan agar semakin mampu mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana.(*HA/RED)

Tags: cuaca ekstrem mitigasi bencana perubahan iklim sistem peringatan dini teknologi meteorologi

Post navigation

Previous Tips Menyusun Skripsi dan Tesis Teologi dengan Efektif dan Tenang
Next Gempa M4,9 Guncang Laut Utara Ruteng

Related Stories

Tim SAR Temukan 2 Korban KM Virgo di Sukamara korban KM virgo
  • Berita

Tim SAR Temukan 2 Korban KM Virgo di Sukamara

September 28, 2026
Penyebab dan Kronologi Menteri PU Marah di Sawah Bekasi menteri
  • Berita

Penyebab dan Kronologi Menteri PU Marah di Sawah Bekasi

September 28, 2026
Gempa M4,9 Guncang Laut Utara Ruteng Gempa Ruteng
  • Berita

Gempa M4,9 Guncang Laut Utara Ruteng

September 26, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara ekonomi kreatif iak renatus kebijakan pemerintah kemensos literasi digital pendidikan pendidikan indonesia pendidikan kristen pendidikan teologi pengabdian masyarakat prabowo subianto purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Promosi Usaha
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Digital
  • Golan Website
  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy