Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • Identitas 20 Jenazah Korban KM Virgo Teridentifikasi Tim DVI
  • Berita

Identitas 20 Jenazah Korban KM Virgo Teridentifikasi Tim DVI

Salwa Saumi September 25, 2026
KM Virgo

Identitas 20 Jenazah Korban KM Virgo Teridentifikasi Tim DVI.(Dok.IST)

Post Views: 7

WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Proses penanganan musibah maritim yang menimpa Kapal Motor Virgo Transport 8 kini memasuki babak baru setelah Tim Disaster Victim Identification Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 jenazah korban tenggelam. Berdasarkan data resmi yang dirilis di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Jumat, 25 September 2026, pencapaian ini merupakan bagian dari kerja keras tim medis dan penanggulangan bencana setelah berhasil mengevakuasi total 150 korban dari lokasi kejadian. Dari keseluruhan korban yang dievakuasi tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 42 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia dan dievakuasi dalam bentuk kantung jenazah. Keberhasilan mengidentifikasi 20 jenazah ini memberikan kepastian hukum dan emosional bagi pihak keluarga yang telah menunggu kabar anggota keluarga mereka sejak insiden tenggelamnya kapal penumpang tersebut terjadi di perairan Kalimantan Selatan.

Selain daripada itu, identifikasi yang dilakukan oleh tim ahli tidak hanya berpatokan pada satu metode saja, melainkan menggabungkan berbagai parameter pemeriksaan medis forensik yang sangat rinci. Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti, menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dijalankan dengan ketelitian tinggi guna memastikan tidak ada kekeliruan data para korban. Dalam keterangan resminya saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti menyampaikan secara langsung mengenai langkah penanganan terhadap sisa kantung jenazah yang masih membutuhkan verifikasi lanjutan. Karodokpol Pusdokkes Polri tersebut menyatakan, “22 jenazah yang belum teridentifikasi kami ambil sampel DNA semua, kami berusaha semaksimal mungkin. Mengidentifikasi dari primer, sekunder, dan ante mortem keluarga,” (25 September 2026).

Berhubungan dengan pernyataan tersebut, pemeriksaan terhadap 22 kantung jenazah yang belum teridentifikasi akan difokuskan pada pengujian sampel Deoxyribonucleic Acid atau DNA di laboratorium Tim DVI Mabes Polri. Langkah krusial ini diambil karena kondisi fisik sebagian jenazah memerlukan pencocokan data medis tingkat tinggi yang tidak dapat dilakukan hanya melalui pemeriksaan visual luar semata. Oleh karena itu, pengiriman sampel DNA ke fasilitas Mabes Polri menjadi prosedur standar operasional guna menjamin keakuratan hasil identifikasi akhir. Di sisi lain, tim medis membutuhkan dukungan penuh dari pihak keluarga korban berupa penyediaan data ante mortem yang lengkap, seperti sampel medis gigi, ciri-ciri fisik khusus, serta sampel DNA dari keluarga kandung seperti orang tua atau anak kandung.

Lebih lanjut, estimasi durasi pemeriksaan laboratorium DNA tersebut dipastikan dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin apabila seluruh data ante mortem dari pihak keluarga telah terkumpul dengan sempurna. Kendati demikian, tantangan di lapangan sering kali muncul ketika sanak keluarga korban memerlukan waktu untuk mendatangi posko DVI serta melengkapi berkas medis yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, kepolisian beserta jajaran terkait terus mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam musibah kecelakaan KM Virgo Transport 8 untuk segera berkoordinasi dengan posko penanganan di Banjarmasin. Sinergi antara ketersediaan data ante mortem keluarga dan keahlian tim forensik menjadi kunci utama dalam mempercepat penentuan identitas para korban yang masih tertahan di ruang pendingin jenazah.

Selaras dengan penanganan medis yang sedang berlangsung, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan secara resmi merilis daftar nama 20 jenazah yang telah teridentifikasi beserta asal daerah dan usia masing-masing korban. Ke-20 jenazah yang berhasil dikenali ini didominasi oleh warga yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Kalimantan. Korban pertama yang berhasil teridentifikasi adalah Reyner Fausta Yosilianto, seorang pemuda berusia 22 tahun yang diketahui berasal dari Malang, Jawa Timur. Selanjutnya, jenazah kedua yang teridentifikasi yakni Nurul Rian Hidayat yang berusia 33 tahun dan berasal dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Di samping itu, korban ketiga yang terdaftar dalam rilis resmi tim forensik adalah Deny Ridzal Saputra, pria berusia 29 tahun yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Sementara itu, jenazah keempat diketahui merupakan korban senior bernama Imam Soeparno yang telah berusia 66 tahun dan tercatat sebagai warga Kota Surabaya, Jawa Timur. Adapun korban kelima yang berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data medis adalah Erick Maisul Latif, seorang pria berusia 37 tahun yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tidak jauh dari daerah asal korban sebelumnya, korban keenam juga berasal dari Garut, Jawa Barat, yakni Risyan Kurnia Putra yang menghembuskan napas terakhir pada usia 28 tahun.

Sementara itu, korban ketujuh dalam daftar teridentifikasi tersebut bernama Surya, seorang warga berusia 59 tahun yang berasal dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Korban kedelapan merupakan seorang wanita bernama Yuli, berusia 29 tahun, yang berdomisili di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selanjutnya, korban kesembilan yang teridentifikasi oleh tim medis adalah Muhammad Abdiannoor, pria berusia 30 tahun yang juga berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Memasuki korban kesepuluh, tim DVI mencatat nama Annas, seorang pria berusia 48 tahun yang diketahui berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Sebagai tambahan, korban kesebelas yang berhasil diidentifikasi adalah Bagus Mahendra, seorang pemuda berusia 20 tahun yang berasal dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Adapun korban kedua belas yakni Aldo Nurrahmansyah yang berusia 19 tahun dan tercatat berasal dari Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kemudian, korban ketiga belas dalam rilis resmi tersebut adalah Jumbrik, pria berusia 25 tahun asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sementara untuk korban keempat belas, tim medis berhasil mengidentifikasi pemuda bernama I Putu Angga Santyana yang berusia 21 tahun dan diketahui berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Tidak hanya itu, korban kelima belas yang berhasil dikenali oleh tim forensik adalah Deny Dwi Saputra, pria berusia 32 tahun yang berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Selanjutnya, korban keenam belas bernama Abdul Fikri, pemuda berusia 27 tahun asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Adapun korban ketujuh belas yang teridentifikasi adalah seorang wanita bernama Tuti, berusia 29 tahun, yang tercatat sebagai warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Korban kedelapan belas yang berhasil dipastikan identitasnya yakni Mashudi, berusia 27 tahun, yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Seterusnya, korban kesembilan belas yang teridentifikasi adalah Feris Sudaryanto, pria berusia 37 tahun yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Akhirnya, korban kedua puluh yang melengkapi daftar rilis tahap awal ini adalah Aditya Firmansyah, seorang pemuda berusia 19 tahun asal Kediri, Jawa Timur. Keberhasilan verifikasi identitas ke-20 korban ini menjadi titik terang bagi proses pemulangan jenazah kepada pihak keluarga masing-masing. Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga akan segera dilaksanakan setelah seluruh dokumen administrasi dan berita acara identifikasi medis diselesaikan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Mengenai operasional evakuasi di perairan, pengerahan personil gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta sukarelawan masyarakat setempat telah dilakukan secara masif sejak saat awal diterimanya laporan bahaya dari KM Virgo Transport 8. Operasi penyelamatan laut tersebut berfokus pada pencarian korban selamat serta penyisiran area perairan guna menemukan seluruh penumpang yang terhempas saat kapal mengalami musibah. Hasil kerja keras tim pencari di lapangan berhasil menyelamatkan 108 penumpang dalam kondisi bernyawa, meskipun sebagian di antaranya memerlukan perawatan medis intensif akibat dehidrasi dan benturan fisik. Keberhasilan menyelamatkan mayoritas penumpang tersebut menjadi capaian penting di tengah suasana duka yang mendalam akibat jatuhnya korban jiwa.

Dalam konteks penanganan jenazah, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin difungsikan sebagai pusat komando operasional DVI untuk memfasilitasi seluruh proses penerimaan kantung jenazah dari tim evakuasi laut. Setiap kantung jenazah yang tiba di fasilitas medis langsung diberi nomor register khusus dan menjalani pemeriksaan awal oleh tim dokter forensik. Pemeriksaan luar tersebut mencakup pencatatan properti yang melekat pada tubuh korban, pakaian yang dikenakan, serta tanda-tanda medis sekunder seperti bekas luka atau tato. Langkah penanganan yang terstruktur ini terbukti mempercepat proses pencocokan awal ketika pihak keluarga mendatangi posko ante mortem dengan membawa dokumen pendukung.

Guna mendukung kelancaran proses ilmiah tersebut, Tim DVI menerapkan tiga kriteria identifikasi utama yang diakui secara internasional, yaitu data primer, data sekunder, dan data ante mortem. Data primer meliputi sidik jari, rekam medis gigi, serta profil genetik DNA yang memiliki tingkat keakuratan sangat tinggi dalam menentukan identitas seseorang. Sementara itu, data sekunder mencakup rekam medis umum, riwayat penyakit, serta properti atau barang pribadi yang digunakan oleh korban sebelum musibah terjadi. Penggabungan kedua kelompok data ini kemudian dicocokkan secara cermat dengan data ante mortem yang dihimpun dari keterangan serta dokumen keluarga terdekat.

Oleh karena itu, peran serta keluarga korban dalam memberikan informasi yang jujur dan akurat sangat menentukan kecepatan kinerja tim forensik di lapangan. Bagi keluarga yang telah berhasil mengidentifikasi anggota keluarga mereka dari daftar 20 nama yang dirilis, proses pendampingan psikologis juga disediakan oleh tim kepolisian guna membantu meringankan beban trauma. Pelayanan konseling dan trauma healing ini diberikan secara intensif di posko RS Bhayangkara Banjarmasin agar keluarga korban siap secara mental dalam menerima kondisi yang terjadi. Langkah kemanusiaan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari standar pelayanan kepolisian dalam menangani bencana massal.

Sementara itu, bagi keluarga 22 korban lainnya yang jenazahnya belum teridentifikasi, tim medis terus memberikan pemahaman bahwa pemeriksaan DNA membutuhkan ketelitian laboratorium yang tidak bisa terburu-buru. Pengambilan sampel DNA dari 22 kantung jenazah tersebut dikirimkan langsung ke laboratorium Pusdokkes Mabes Polri di Jakarta menggunakan prosedur pengiriman bahan biologis yang sangat ketat. Ketelitian dalam proses pemutakhiran data genetik ini dilakukan demi mencegah terjadinya kesalahan penyerahan jenazah kepada pihak yang tidak berhak. Kerja sama lintas sektoral antara jajaran Polda Kalimantan Selatan dan Mabes Polri memastikan bahwa seluruh prosedur hukum dan medis terpenuhi secara utuh.

Seiring berjalannya waktu, kepolisian berjanji akan terus memperbarui informasi perkembangan proses identifikasi 22 jenazah tersisa secara transparan kepada publik dan media massa. Setiap ada kemajuan data pencocokan DNA yang terkonfirmasi, rilis resmi berikutnya akan segera diterbitkan agar pihak keluarga mendapatkan kepastian secepatnya. Penggunaan metode ilmiah modern dalam penanganan bencana ini membuktikan komitmen tinggi instansi penegak hukum dan tim kesehatan dalam menghormati martabat para korban kecelakaan laut. Diharapkan seluruh proses identifikasi KM Virgo Transport 8 ini dapat diselesaikan secara menyeluruh dalam waktu dekat demi memberikan kedamaian bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. (*SS/RED)

Tags: evakuasi korban laut jenazah kapal tenggelam km virgo transport 8 rs bhayangkara banjarmasin tim dvi polri

Post navigation

Previous KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Pengendara Tak Terobos Palang
Next Tips Menyusun Skripsi dan Tesis Teologi dengan Efektif dan Tenang

Related Stories

Tim SAR Temukan 2 Korban KM Virgo di Sukamara korban KM virgo
  • Berita

Tim SAR Temukan 2 Korban KM Virgo di Sukamara

September 28, 2026
Penyebab dan Kronologi Menteri PU Marah di Sawah Bekasi menteri
  • Berita

Penyebab dan Kronologi Menteri PU Marah di Sawah Bekasi

September 28, 2026
Gempa M4,9 Guncang Laut Utara Ruteng Gempa Ruteng
  • Berita

Gempa M4,9 Guncang Laut Utara Ruteng

September 26, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara ekonomi kreatif iak renatus kebijakan pemerintah kemensos literasi digital pendidikan pendidikan indonesia pendidikan kristen pendidikan teologi pengabdian masyarakat prabowo subianto purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Promosi Usaha
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Digital
  • Golan Website
  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy