Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Informasi
  • Membangun Literasi Anti Narkoba Berbasis Jurnalisme Empati
  • Informasi

Membangun Literasi Anti Narkoba Berbasis Jurnalisme Empati

Salwa Saumi August 4, 2026
anti narkoba

Membangun Literasi Anti Narkoba Berbasis Jurnalisme Empati

Post Views: 87

WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pemerintah Indonesia mencanangkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang atau  tepat saat Indonesia berusia 100 tahun. Indonesia emas merupakan visi yang merekonstruksi  Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Visi Indonesia emas 2045  sendiri dibangun atas fundamen empat pilar yakni pembangunan manusia serta penguasaan  ilmu penghetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan  pembangunan, pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.  

Berkaca pada visi Indonesia emas tersebut, salah satu aspek krusial yang harus mendapatkan  atensi adalah pembangunan sumber daya mengingat sumberdaya manusia merupakan  lokomotif berjalannya pilar-pilar pembangunan untuk mewujudkan Indonesia emas.  Sayangnya, program pembangunan sumberdaya manusia mengalami beberapa problema  kontemporer, khususnya terkait fenomena penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda  sebagai generasi penerus harapan bangsa. Kondisi Indonesia saat ini dapat dikatakan masuk  dalam kategori darurat narkoba.  

Merujuk data Polri dan BNN, sepanjang tahun 2025, terdapat 48.592 kasus tindak pidana  narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 64.055 orang. Total barang bukti yang berhasil  disita sebanyak 590 ton yang terdiri dari berbagai jenis narkoba. Yang mencengangkan,  prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau  sekitar 4,15 juta jiwa. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang angka prevalensinya  hanya sebesar 1,73%, dengan tren penyalahgunaan didominasi oleh usia produktif umur 15-24  tahun. Realitas tersebut menjadi alarm serius bahwa Narkoba merupakan ancaman serius bagi  kemajuan bangsa Indonesia. Narkoba merusak sumberdaya manusia khususnya para generasi  muda. 

Dampak Negatif Narkoba 

Narkoba (Narkotika, psikotropika dan obat terlarang) merupakan zat atau obat yang bersifat  sintetis maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, ketergantungan dan 

mengakibatkan kerusakan organ tubuh secara berkelanjutan hingga meninggal dunia. Hasil survei BNN (2025) rata-rata 50 orang per hari meninggal dunia karena narkoba atau 18.000 orang  meninggal karena narkoba per tahun. 

Narkoba pada prinsipnya memiliki berbagai dampak negatif dan destruktif baik secara mikro  maupun secara makro. Secara mikro. Pertama, menyebabkan problema kesehatan fisik. Nakoba  memiliki dampak buruk terhadap kondisi dan organ kesehatan salah satunya menyebabkan  kerusakan organ tubuh yang pada akhirnya berakhir dengan meninggal dunia. Sebagaimana survei  BNN (2025) rata-rata 50 orang per hari meninggal dunia karena narkoba atau 18.000 orang  meninggal karena narkoba per tahun. Kedua, menyebabkan problema kesehatan mental. Narkoba  memiliki dampak adiktif yang menyebabkan seorang pengguna narkoba memiliki ketergantungan  dengan narkoba. Ketergantungan narkoba dalam jangka waktu panjang akan dapat berimbas pada  terganggunya kesehatan mental seperti depresi, emosi tinggi, stres, cemas, hingga bunuh diri. 

Ketiga, kriminogen (bibit kejahatan). Narkoba berimbas pada dampak ketergantungan sehingga  seseorang yang terpapar narkoba akan selalu terdorong untuk mengkomsumsi narkoba. Kondisi  inilah yang kemudian mendorong pecandu dan pengguna narkoba untuk melakukan kejahatan kejahatan lainseperti mencuri, merampok, hingga membunuh dengan motif untuk mendapatkan  uang guna membeli narkoba. Artinya, penggunaan dan penyalahgunaan narkoba dapat menjadi  pemicu/bibit untuk melahirkan kejahatan-kejahatan lainnya (kriminogen). Keempat, mengganggu  keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial. Orang yang menggunakan narkoba pasti  mengalami kehidupan yang abnormal baik secara fisik maupun psikis, hal ini tentunya  berpengaruh bagi proses interaksi-sosialisasi yang dapat menyebabkan disharmonisasi keluarga  dan sosial. 

Kelima, mengurangi produktifitas dan prestasi. Orang yang menggunakan narkoba pasti akan  kehilangan produktifitas karena fokus dan kesadaran mereka akan berkurang. Akibatnya,  produktifitas dan prestasi akan berkurang drastis. Sedangkan secara makro, narkoba memiliki  beragam dampak negatif diantaranya: mempersulit pengentasan kemiskinan, menghambat  pembangunan manusia, merusak stabilitas dan keamanan, sertamerusak potensi-potensi generus  bangsa. 

Faktor Yang Mempersulit Pemberantasan Narkoba

Masifnya kasus narkoba di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang kompleks. Pertama,  penegakan hukum yang belum optimal. Hal ini dapat disebabkan oleh tiga hal yakni keterbatasan  sumber daya aparatur, rendahnya vonis terhadap terpidana kasus narkotika, juga adanya beberapa  oknum penegak hukum yang justru menjadi becking dari peredaran narkoba. Kedua, faktor  kemiskinan dan kesenjangan sosial. Faktor ini menyebabkan banyak masyarakat yang terjun di  dunia hitam narkoba untuk mendapatkan penghasilan ekonomi dengan menjadi kurir narkoba.  

Ketiga, faktor daya dukung masyarakat yang belum optimal dalam mendukung pemberantasan  narkoba. Masyarakat merupakan grassroots dan palang pintu utama untuk menghentikan  peredaran narkoba, karena masyarakat merupakan pintu pertama dimana jaringan dan eksistensi  narkoba beredar. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk melibatkan masyarakat di dalam upaya  pemberantasan narkoba. Keempat, rendahnya edukasi terhadap masyarakat dan khususnya  generasi muda akan dampak negatif dan bahaya narkoba. Hal ini merupakan fakta sosial,  mengingat edukasi tentang narkoba masih terbatas.  

Jurnalisme Anti Narkoba Masih Bersifat Ortodoks 

Salah dua faktor atau kondisi yang menyebabkan narkoba susah diberantas adalah belum  optimalnya daya dukung dan kesadaran masyarakat serta rendahnya edukasi bahaya narkoba. Dua  faktor ini pada dasarnya berafiliasi erat dengan mobilisasi informasi dan kerja-kerja jurnalistik.  Secara a contrario dapat diartikan bahwa kerja-kerja jurnalistik terkait edukasi dan literasi narkoba  masih belum optimal. Menurut Penulis, edukasi dan literasi anti narkoba melalui kerja-kerja  jurnalistik masih bersifat ortodoks yakni mengkonstruksi informasi anti narkoba sebagai value kognitif seperti bahaya menggunakan narkoba, dampak negatif menggunakan narkoba, ajakan  untuk memerangi narkoba, dan penekanan informasi mengenai ancaman hukuman jika melakukan  tindak pidana terkait dengan narkoba. Kerja-kerja jurnalistik seperti ini hanya sekadar  menanamkan penghetahuan akan dampak bahaya narkoba namun belum mampu menggugah  perasaan intrinsik dan nurani seseorang. Dalam teori psikologi kontemporer sebagaimana  dipaparkan oleh David R. Krathwohl atau Robert Zajonc, bahwa sikap seseorang untuk melakukan  atau tidak melakukan sesuatu itu cenderung didorong oleh aspek perasaan (afeksi) daripada  pengetahuan (kognitif), hal ini dijelaskan melalui model komponen sikap (tri-component model /  ABC model of attitudes). Oleh sebab itu, diperlukan transformasi pendekatan jurnalisme anti narkoba yang mampu memadukan value kognitif dan value intrinsik yakni melalui jurnalisme  empati melalui pembelajaran empatetik. 

Edukasi Anti Narkoba Melalui Jurnalisme Empati 

Jurnalisme empati merupakan pendekatan jurnalistik yang menekankan pada nilai empati  kemanusiaan yang mengkonstruksikan kerja jurnalistik untuk memahami, merasakan, dan  menyampaikan penderitaan dan perspektif narasumber secara etis untuk membangun kesadaran bagi masyarakat. Jurnalisme empati berusaha menempatkan perasaan, pengalaman, dan  kemanusiaan sebagai inti dari pemberitaan. Jurnalisme empati merupakan filosofi kerja jurnalistik  yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap subjek yang diberitakan, bagaimana  memahami konteks emosional, sosial, dan psikologis dari sebuah peristiwa sehingga dapat  menggugah perasaan dan inspirasi dari pembaca. 

Dalam konteks literasi anti narkoba, jurnalisme empati masih belum menjadi atensi dalam kerja kerja jurnalistik baik jurnalistik mainstream maupun jurnalistik komunitas/sekolah/citizen.  Pemberitaan dalam konteks edukasi anti narkoba masih bersifat edukasi kognitif yang  mengeksploitasi informasi terkait penghetahuan nakroba, penyebab, dan dampaknya saja tanpa  dilakukan penekanan pada konstruksi realitas dari bahaya dan dampak narkoba dalam narasi  empatetik. Oleh sebab itu, kerja-kerja jurnalistik terkait edukasi dan literasi anti narkoba harus  ditransformasi untuk membangun informasi literasi yang tidak sekadar menekankan nilai kognitif  melainkan juga nilai afeksi melalui pendekatan empati dengan mengekplorasi realitas kehidupan  pengguna narkoba. Jurnalisme empati bertujuan untuk menyentuh perasaan dan empati  kemanusiaan melalui kisah nyata pengguna narkoba pada sisi kehidupan yang tragis sehingga  menumbuhkan efek detterance bagi pembaca sehingga kesadaran intrinsik untuk tidak  menggunakan narkoba dapat menguat. 

Contoh Jurnalisme Empati Edukasi Anti Narkoba 

Layu Sebelum Berkembang: Kisah Tragis Juara Olimpiade Matematika yang Terjerumus  Narkoba

Sucipto Santoso merupakan siswa berprestasi, langganan juara olimpiade matematika sejak  bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Cita-citanya adalah dapat menimba ilmu di  Institut Teknologi Bandung (ITB). Sucipto juga memiliki orang tua yang berkecukupan, ayahnya  seorang dokter gigi dan ibunya seorang dosen. Dengan bekal prestasinya di bidang matematika,  masa depan Sucipto dapat dikatakan sangat cerah. Sebelum lulu SMA, Sucipto telah diteirma di  ITB jurusan teknik mesin bekat jalur khusus prestasi. Di saat teman-teman smanya masih berjuang  untuk mendapatkan tempat kuliah impian, Sucipto telah mendapatkan tiket khusus untuk kuliah di  ITB, kampus favorit di Indonesia tanpa melalui tes. Suatu hari di saat perpisahan sma secara non  formal atau dikenal prom night, Sucipto yang sedang gak enak bandan dikasih obat oleh temannya  bernama Deni yang ternyata pengguna narkoba, tanpa pikir panjang Sucipto menelan obat itu yang  dikiranya adalah obat. Tapi ternyata itu bukan obat melainkan ekstasi. Setelah kejadian itu,  kehidupan Sucipto tidak sama lagi, Sucipto mulai mengkonsumsi Narkoba. Sucipto tidak lagi  fokus memprsiapkan dunia kuliahnya di ITB, hidupnya hanya dihabiskan untuk bergulat dengan  narkoba. Sucipto mulai ketergantungan tinggi terhadap narkoba. Untuk mendapatkan uang demi  membeli narkoba, Sucipto menjual perhiasan ibunya, motor hingga mobil. Yang semakin tragis  adalah kedua orang tua Sucipto akhirnya meninggal dibunuh oleh Sucipto karena menolak menjual  rumah satu-satunya yang mereka miliki. Setelah membunuh orang tuanya, Sucipto membunuh  kedua adiknya yang masih berusia 12 dan 7 tahun. Setelah membunuh kedua orang tua dan kedua  adiknya, Sucipto bunuh diri dengan cara gantung diri. Kelima jasad keluarga Sucipto akhirnya  dimakamkan dalam satu liang lahat. Ketika prosesi pemakamam, isak tangis dari teman-teman  sekolah Sucipto, tetangga, dan keluarga tak terhindarkan. Ratusan orang yang melayat menangis  meraung-raung meratapi kisah tragis keluarga Sucipto.  

Esensi dari pada jurnalisme empati adalah menarasikan potret tragis dari realitas pengguna  narkoba untuk menumbuhkan efek detterance pada pembaca sehingga tumbuh nilai kesadaran  intrinsik untuk tidak menggunakan narkoba maupun memitigasi agar tidak menjadi korban  penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, jurnalisme dalam konteks literasi dan edukasi anti  narkoba harus diarahkan pada pendekatan jurnalisme empati. Kisah-kisah tragis pengguna narkoba  di sekitar harus diangkat untuk menjadi pengingat serius bahaya penggunaan narkoba. Yang tidak  hanya merenggut kesehatan tetapi juga kehidupan, penghidupan, kebahagiaan, dan nyawa. Agar 

menjadi sebuah gerakan mainstream maka perlu dibentuk gerakan jurnalisme citizen atau  jurnalisme masyarakat dimana setiap masyarakat berhak membuat karya jurnalistik berupa berita  dan artikel feature yang menceritakan kisah-kisah tragis pengguna narkoba disekitarnya untuk  menggugah kepekaan, perasaan, dan kesadaran intrinsik akan efek merusak narkoba bagi  kehidupan. 

Ditulis Oleh: Pradikta Andi Alvat 

Tags: bahaya narkoba edukasi jurnalisme jurnalisme empati literasi anti narkoba pencegahan narkoba

Post navigation

Previous 62 Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Selamat
Next Bangun Gedung Impian? Ini Rahasia Konstruksi PT PJA!

Related Stories

Apa Perbedaan Mendasar Antara Kegiatan Ekspor dan Impor  Ekspor dan Impor 
  • Informasi

Apa Perbedaan Mendasar Antara Kegiatan Ekspor dan Impor 

September 19, 2026
Kunci Fondasi Gedung Kokoh? Serahkan pada PT PJA! fondasi gedung kokoh
  • Informasi

Kunci Fondasi Gedung Kokoh? Serahkan pada PT PJA!

September 18, 2026
Sistem Mekanikal Hemat Energi? Konsultasi ke PJA! Sistem Mekanikal
  • Informasi

Sistem Mekanikal Hemat Energi? Konsultasi ke PJA!

September 18, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara ekonomi kreatif iak renatus kebijakan pemerintah literasi digital pendidikan pendidikan indonesia pendidikan kristen pendidikan teologi pengabdian masyarakat prabowo subianto purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi universitas bsi

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Promosi Usaha
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Digital
  • Golan Website
  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy