Skip to content
Golan Nusantara

Golan Nusantara

Berita dan Informasi Seputar Nusantara

  • Beranda
  • Sejarah
  • Misteri
  • Berita
  • Informasi
  • Budaya dan Tradisi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Tokoh
  • Wisata
  • Forum & Diskusi
Golan Video
  • Home
  • Berita
  • Kemensos Dampingi Anak Korban Gempa Nagekeo
  • Berita

Kemensos Dampingi Anak Korban Gempa Nagekeo

Husnul Amalia August 21, 2026
Kemensos Dampingi Anak

Anak Korban Gempa Dapat Pendampingan

Post Views: 90

JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Kemensos dampingi anak korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Layanan Dukungan Psikososial (LDP) di posko pengungsian mandiri Stella Maris pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak sekaligus memberikan rasa aman setelah mereka mengalami dampak gempa bumi dan gempa susulan.

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Efata Kupang bersama Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak memberikan pendampingan kepada anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemulihan trauma, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berinteraksi, bercerita, serta memperoleh edukasi mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana.

Sebanyak kurang lebih 20 anak mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Meskipun berada dalam situasi pascabencana, anak-anak tampak ceria ketika mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan petugas. Dengan pendekatan yang lebih ramah anak, proses pendampingan dilakukan melalui permainan, bernyanyi, kegiatan edukatif, pemberian makanan, hingga sesi berbagi pengalaman.

Penyuluh Sosial Sentra Efata Kupang, Rahmat Hidayat Ismail, menjelaskan bahwa Layanan Dukungan Psikososial juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman sederhana kepada anak mengenai kesiapsiagaan menghadapi gempa. Menurutnya, edukasi tersebut penting karena wilayah NTT masih berpotensi mengalami gempa susulan.

“Supaya anak-anak bisa punya kesiapan lah ketika terjadi gempa. Karena kan gempa ini terus terjadi di kawasan NTT, itu yang pertama. Terus kedua, ya kita ada permainan, mungkin model kayak ice breaking gitu untuk mencairkan suasana,” kata Rahmat yang juga hadir di lokasi, Kamis, 20 Agustus 2026.

Melalui metode tersebut, edukasi kebencanaan disampaikan dengan cara yang tidak membuat anak semakin cemas. Sebaliknya, kegiatan dibuat interaktif agar anak-anak dapat memahami tindakan dasar ketika gempa terjadi sekaligus merasa lebih nyaman selama berada di lingkungan pengungsian.

Selain edukasi dan permainan, petugas juga menyediakan makanan berupa bubur kacang hijau. Pemberian makanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendampingan sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih akrab antara petugas dan anak-anak.

Selanjutnya, petugas mengadakan sharing session agar anak-anak memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalaman yang mereka alami selama gempa. Ruang bercerita tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena anak-anak dapat menyampaikan ketakutan, kekhawatiran, maupun pengalaman yang masih mereka ingat.

Rahmat mengatakan bahwa sesi berbagi tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeluarkan perasaan yang selama ini mereka simpan. Dengan demikian, petugas dapat memahami kondisi emosional anak sekaligus memberikan penguatan sesuai kebutuhan mereka.

“Mereka bercerita segala macam untuk mengeluarkan unek-uneknya atau apa sih ketakutannya. Seperti itu, kita coba di situ, dengan harapan kita upayakan anak-anak ini saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen dan observasi di lapangan, sejumlah anak di posko pengungsian masih menunjukkan dampak psikologis akibat gempa. Kondisi tersebut terlihat ketika mereka menceritakan kembali pengalaman saat gempa terjadi.

Rahmat menjelaskan bahwa waktu terjadinya gempa menjadi salah satu faktor yang membuat pengalaman tersebut terasa lebih mengejutkan bagi anak-anak. Gempa yang terjadi pada pagi hari membuat sebagian besar anak masih berada dalam kondisi tidur sehingga mereka terbangun secara tiba-tiba.

“Gempa ini karena terjadi di pagi hari, anak-anak kebanyakan masih tidur. Hari Sabtu itu kan, jam 6 itu anak-anak kebanyakan masih tidur. Jadi mereka bangun dengan kaget dan ada yang jatuh, ada yang nabrak, mereka melihat sendiri TV-nya pecah, segala macam. Jadi beberapa anak memang cukup-cukup terdampak,” jelasnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik maupun kerusakan lingkungan. Lebih dari itu, situasi bencana dapat meninggalkan pengalaman emosional yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

Terlebih, kondisi tersebut belum sepenuhnya mereda karena gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak. Walaupun kekuatannya tidak sebesar gempa pertama, getaran susulan tetap dapat memunculkan kembali rasa takut yang dialami anak-anak.

“Tapi kan tetap bikin anak-anak ini akhirnya takut lagi. Itulah kenapa semuanya lebih cenderung untuk memilih berada di luar rumah, di lapangan-lapangan,” kata Rahmat.

Karena itu, pendampingan anak korban gempa menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, pendampingan dari orang dewasa, serta kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas yang dapat membangun rasa percaya diri.

Dalam kondisi pengungsian, kegiatan yang bersifat sederhana seperti bermain dan bernyanyi dapat memberikan manfaat dalam menciptakan suasana yang lebih tenang. Selain itu, kegiatan bersama juga dapat membantu anak-anak berinteraksi dengan teman sebaya sehingga mereka tidak merasa menghadapi situasi tersebut seorang diri.

Layanan Dukungan Psikososial yang diberikan Kemensos juga menjadi upaya untuk memastikan penanganan korban bencana tidak hanya berorientasi pada kebutuhan fisik. Pemulihan psikososial perlu dilakukan secara bersamaan agar anak-anak mendapatkan dukungan yang lebih menyeluruh selama berada di tempat pengungsian.

Di sisi lain, pelaksanaan LDP di Kabupaten Nagekeo masih menghadapi tantangan karena lokasi anak-anak terdampak belum terkonsentrasi pada satu titik. Kondisi tersebut membuat petugas harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk memberikan pendampingan.

Rahmat berharap kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah dapat memperkuat kolaborasi dalam menyediakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak terdampak bencana.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan agar proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan. Terlebih, anak-anak yang mengalami trauma membutuhkan pendampingan yang tidak hanya dilakukan satu kali, tetapi dapat dilanjutkan sesuai dengan perkembangan kondisi mereka.

Selain kolaborasi sumber daya manusia, Rahmat juga berharap segera tersedia fasilitas khusus yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial. Kehadiran tenda khusus dinilai dapat membuat proses pendampingan lebih terarah karena anak-anak dapat berkumpul dalam satu lokasi.

“Harapan saya sih, sebenarnya ada satu posko besar yang bisa ngumpulin anak-anak itu semua. Ini kan masih kepecah nih, jadi penanganannya itu gak bisa langsung, walaupun kami ngelakuin, harus pindah-pindah di lokasi,” pungkasnya.

Dengan adanya posko khusus, kegiatan pendampingan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Anak-anak juga dapat memiliki ruang yang aman untuk bermain, berinteraksi, mengikuti kegiatan edukasi, dan memperoleh dukungan psikososial dari petugas.

Sementara itu, dukungan Kemensos untuk Kabupaten Nagekeo tidak hanya diberikan melalui layanan psikososial. Sebelumnya, pada Rabu, 19 Agustus 2026, gudang logistik darurat di Sentra Efata Kupang telah mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Bantuan tersebut terdiri atas 100 paket family kit, 80 paket kids ware, 500 lembar selimut, 500 lembar tenda gulung, lima unit solar panel SHS-500, serta satu unit dapur umum lapangan.

Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak gempa. Sementara itu, pendampingan psikososial kepada anak-anak melengkapi penanganan dengan memperhatikan kebutuhan emosional kelompok yang rentan setelah mengalami bencana.

Dengan demikian, penanganan pascagempa di Kabupaten Nagekeo tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga dukungan psikososial yang berkelanjutan. Anak-anak sebagai salah satu kelompok yang rentan membutuhkan perhatian khusus agar dapat kembali merasa aman dan beraktivitas secara normal.

Melalui sinergi antara Kemensos, pemerintah daerah, lembaga terkait, petugas sosial, serta masyarakat, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Selain memenuhi kebutuhan dasar, pendampingan yang konsisten juga menjadi langkah penting untuk membantu anak-anak melewati pengalaman traumatis akibat gempa.

Pada akhirnya, Layanan Dukungan Psikososial menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam mendampingi anak-anak terdampak bencana. Dengan pendekatan yang ramah anak, edukatif, dan penuh dukungan, mereka diharapkan mampu membangun kembali rasa aman sekaligus memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.(*HA/RED)

Tags: bencana ntt dukungan psikososial gempa nagekeo kemensos posko pengungsian

Post navigation

Previous Rektor Unsoed Kena OTT KPK berikut Profil dan Harta Akhmad Sodiq
Next Tips Instalasi Listrik Gedung Aman. Konsultasi ke PJA

Related Stories

Pemecatan Kalapas Cibinong Wisnu Hani Buntut Klaster Mewah pemecatan kalapas cibinong wisnu
  • Berita

Pemecatan Kalapas Cibinong Wisnu Hani Buntut Klaster Mewah

October 5, 2026
Presiden Prabowo Sampaikan Terima Kasih ke TNI Presiden Prabowo berterima kasih
  • Berita

Presiden Prabowo Sampaikan Terima Kasih ke TNI

October 5, 2026
Keabsahan Ijazah Gibran Sidang Mahkamah Konstitusi keabsahan ijazah gibran sidang
  • Berita

Keabsahan Ijazah Gibran Sidang Mahkamah Konstitusi

October 3, 2026

Advertising room

Cari Kampus Teologi Daerah Jakarta?

STT Lintas Budaya Jakarta Aja, Cek Yuk di

WWW.STTLINTASBUDAYA.AC.ID

iklan banner

Kirimkan iklan banner untuk promosi produk/jasa Anda yang akan ditempatkan disini.

Taq Populer

badan gizi nasional budaya indonesia budaya nusantara ekonomi kreatif iak renatus kebijakan pemerintah literasi digital pendidikan pendidikan indonesia pendidikan kristen pendidikan teologi pengabdian masyarakat polda metro jaya prabowo subianto purbaya yudhi sadewa sejarah indonesia sejarah nusantara tokoh nasional transformasi digital ubsi

Categories

  • Berita
  • Budaya dan Tradisi
  • Forum & Diskusi
  • Informasi
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Misteri
  • Sejarah
  • Tokoh
  • Wisata

Relasi Backlink

Banner BlogPartner Backlink.co.idSeedbacklink

Bergabung:

  • Menjadi Penulis/Jurnalis
  • Menjadi Kordinator/ Kontributor Daerah
  • Program Digitalisasi Sekolah Lebih Profesional
  • Program Penulisan Berita Desa Nasional
  • Program UMKM Go Digital

Kerjasama:

  • Publikasi Artikel Press Release
  • Promosi Usaha
  • Publikasi Artikel Endorsement
  • Liputan Event
  • Program Afiliasi
  • Iklan Banner
  • Backlink/Content Placement
  • Jasa Advertorial

Informasi:

  • Tentang Golan Nusantara
  • Tim Redaksi
  • Kontak

Media Partner:

  • Golan Digital
  • Golan Website
  • Golan Education
Copyright © 2025 PT. Golan Digital Kreatif. All rights reserved. | By Golan Website

Disclaimer - Terms and Conditions - Privacy Policy