Mahasiswa Universitas Mercu Buana Gelar Kuliah Peduli Negeri di SMK Yadika 2 Jakarta
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Kekerasan seksual masih menjadi isu sosial serius di lingkungan pendidikan yang membutuhkan perhatian bersama. Sebagai bentuk kepedulian nyata, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana yang tergabung dalam Kelompok 3 menggelar program Kuliah Peduli Negeri (KPN) bertajuk “Speak Up: Edukasi Komunikasi untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa SMA terhadap Kekerasan Seksual” di SMK Yadika 2 Tanjung Duren, Jakarta Barat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Mirza Arya Satya, Afifah Nurshafa Yuwono, Ambar Akifah, Sarah Saharani, Chantika Cahya Nabila, Nadila Elensya, dan Fauziah Muftiah.
Kegiatan ini diikuti oleh hampir 67 siswa-siswi kelas X dan XI yang hadir dengan antusias. Program menghadirkan suasana belajar yang informatif dan nyaman untuk berdiskusi mengenai isu sensitif melalui pendekatan komunikasi yang interaktif. Pemaparan materi dibawakan secara apik oleh dua pemateri utama, Mirza Arya Satya dan Nadila Elensya, yang mengupas berbagai bentuk kekerasan seksual, baik yang terjadi secara langsung maupun di ruang digital (cyber harassment), pentingnya konsep consent (persetujuan), hingga cara membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai.

Foto bersama pihak sekolah SMK Yadika 2 Jakarta
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi dari pihak sekolah. Budi Irawan, S.Pd., selaku Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK Yadika 2 Jakarta, menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi aktif mahasiswa Universitas Mercu Buana. Menurutnya, tema talkshow yang diangkat sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi para pelajar saat ini, mengingat masih banyak siswa yang menjadi sasaran perundungan (bullying) maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual, tetapi belum memiliki keberanian untuk speak up.
Untuk menguji pemahaman peserta dengan cara yang menyenangkan, seluruh siswa diajak menyaksikan video edukatif, membedah contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja, serta mengikuti kuis interaktif berbasis Kahoot. Melalui rangkaian sesi tersebut, mahasiswa juga menekankan pentingnya menghargai batasan diri, menghindari perilaku victim blaming, serta membangun sistem dukungan teman sebaya (peer support) yang aman dan saling mendukung.
Program Kuliah Peduli Negeri ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan “Speak Up”, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu komunikasi yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran, keberanian, dan kepedulian untuk bersama-sama mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. (*SS/Red)
