ODGJ Bacok Pria di Sukabumi (Dok. Ilustrasi AI)
SUKABUMI, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – ODGJ bacok pria di Sukabumi menjadi perhatian publik setelah seorang warga mengalami luka serius akibat serangan mendadak di kediamannya. Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu respons cepat dari aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk menangani pelaku serta memastikan kondisi lingkungan kembali aman.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di Kampung Bojong Duren, tepatnya di Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Kejadian berlangsung saat korban, Wandi (53), sedang melakukan aktivitas rutin di rumahnya, yakni mencuci.
Namun demikian, situasi yang awalnya tenang berubah menjadi mencekam ketika pelaku yang diketahui bernama Ujun (58) tiba-tiba datang membawa senjata tajam berupa golok. Tanpa adanya interaksi atau pemicu yang jelas, pelaku langsung menyerang korban.
“Pelaku yang diduga ODGJ datang membawa sebilah golok dan langsung membacok leher korban tanpa sebab,” ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian leher. Meski demikian, korban masih dapat diselamatkan setelah mendapatkan pertolongan medis dengan enam jahitan.
Setelah kejadian berlangsung, kepala desa bersama perangkat setempat segera bertindak cepat untuk mengevakuasi korban. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis awal.
Selanjutnya, setelah kondisi korban dinyatakan stabil oleh tenaga medis, Wandi diperbolehkan untuk kembali ke rumah dan menjalani masa pemulihan. Hal ini menunjukkan bahwa respons cepat dari pihak desa dan tenaga kesehatan berperan penting dalam meminimalisir dampak fatal dari serangan tersebut.
Sementara itu, setelah melakukan aksinya, pelaku tidak langsung melarikan diri jauh dari lokasi. Sebaliknya, ia sempat bersembunyi di dalam rumahnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Oleh karena itu, aparat keamanan bersama warga setempat melakukan upaya persuasif dengan cara negosiasi agar pelaku bersedia menyerahkan diri. Situasi ini berlangsung cukup menegangkan mengingat pelaku masih memegang senjata tajam.
Namun demikian, aparat bersama warga bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa menimbulkan korban tambahan.
“Pelaku kemudian diamankan dan langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk penanganan medis kejiwaan,” katanya.
Dalam proses penanganan kejadian ini, berbagai unsur turut terlibat secara aktif. Mulai dari pihak kecamatan, kepolisian, TNI, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi situasi darurat, terutama yang melibatkan individu dengan gangguan kejiwaan dan potensi ancaman terhadap keselamatan publik.
Selain itu, keterlibatan warga juga menjadi faktor penting dalam membantu aparat mengendalikan situasi tanpa memperparah kondisi.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis terkait kondisi kejiwaannya.
Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Unit Reskrim Polsek Gunungguruh masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. (*GTC/Red)
