Dosen UBSI Gelar Pelatihan Google Sheet UMKM Bogor. (Dok.Pribadi)
BOGOR, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi mikro di wilayah Jawa Barat, sekelompok dosen dari program studi Manajemen dan Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) telah mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berfokus pada digitalisasi manajemen keuangan. Kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan dengan Menggunakan Google Sheet Sebagai Pondasi Pertumbuhan Usaha pada Pelaku UMKM GKM Bogor” ini dilaksanakan secara tatap muka atau offline pada hari Sabtu, tanggal 25 April 2026. Pemilihan lokasi di Ruko Permata Kp, Jalan Pabuaran Pondok Manggis Asri No.191, Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menjadi titik strategis untuk merangkul para pelaku usaha lokal yang tergabung dalam komunitas Guru Kreatif Mandiri (GKM). Fenomena perkembangan teknologi digital yang kian masif menuntut para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk senantiasa beradaptasi, terutama dalam hal pengelolaan data keuangan yang selama ini mungkin masih dilakukan secara manual atau konvensional. Oleh karena itu, kehadiran tim dosen UBSI di tengah-tengah komunitas GKM diharapkan mampu memberikan pencerahan serta keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam operasional bisnis sehari-hari.
Pelaksanaan pelatihan ini dikomandoi oleh Taufik Akbar, S.E.I., M.Ak, yang bertindak sebagai ketua kegiatan, dengan didukung oleh tim instruktur yang kompeten di bidangnya, antara lain Finarsih Septria, S.E., M.Ak, sebagai tutor utama, serta Edi Purwanto, S.M., M.M, dan Fadli Ilyas, S.E.Sy., M.M. Tidak hanya melibatkan unsur dosen, kegiatan ini juga memperdayakan mahasiswa guna memberikan pengalaman lapangan, di mana Shafiliah Sany dan Sesa Diah Islami turut membantu kelancaran teknis selama acara berlangsung. Antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari wajah para peserta yang berjumlah 12 orang, yang terdiri dari pengurus serta anggota aktif komunitas GKM. Sejalan dengan hal tersebut, penting untuk dipahami bahwa pengelolaan keuangan yang rapi bukan sekadar pencatatan angka, melainkan merupakan instrumen krusial dalam pengambilan keputusan strategis bagi pertumbuhan usaha jangka panjang. Dengan menggunakan perangkat lunak berbasis cloud, diharapkan kendala fisik seperti hilangnya buku catatan atau kerusakan data dapat diminimalisasi secara signifikan melalui fitur penyimpanan otomatis yang menjadi keunggulan utama dari ekosistem Google Workspace.

Pemaparan materi Google Sheets
Menjelaskan lebih dalam mengenai materi teknis yang disampaikan, Finarsih Septria, S.E., M.Ak selaku tutor memberikan paparan komprehensif mengenai definisi dan kegunaan alat yang diajarkan kepada para peserta. Beliau memaparkan bahwa “Google sheet adalah aplikasi spreadsheet berbasis web yang gratis dari Google, bagian dari Google Workspace, yang memungkinkan pengguna membuat, memformat, dan mengedit spreadsheet secara online. Program aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit file laporan keuangan seperti pengeluaran maupun pendapatan usaha dalam bentuk data tabel dan angka, serta melakukan perhitungan, analisis data, dan visualisasi melalui grafik dengan keunggulan seperti rumus (formulas), fungsi statistik/matematika, pivot table, grafik, dan macro. Google sheet memiliki fitur penyimpanan otomatis yaitu semua perubahan akan disimpan ke Google Drive sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan data.” (25 April 2026). Penjelasan ini menitikberatkan pada aspek efisiensi, di mana para pelaku UMKM tidak lagi diharuskan memiliki perangkat keras dengan spesifikasi tinggi atau lisensi perangkat lunak yang mahal, mengingat Google Sheet dapat diakses secara gratis hanya dengan bermodalkan akun Gmail dan koneksi internet yang memadai.
Kendati teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, proses transformasinya tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan yang perlu disikapi dengan bijaksana oleh para tutor maupun peserta. Dalam sesi diskusi dan praktik langsung, Finarsih Septria, S.E., M.Ak., pada Sabtu 25 April 2026, mengakui adanya hambatan teknis yang sempat muncul, sebagaimana kutipan berikut: “Kendala yang dihadapi para tutor dalam mentransfer ilmu dan pengetahuan yaitu kemampuan peserta dalam menggunakan Google Sheet terutama dalam hal fitur-fitur maupun rumus yang ada untuk pengolahan data dan cara mengoperasikannya memerlukan koneksi internet yang stabil”. Di samping itu, variasi tingkat literasi digital di antara para peserta memerlukan pendekatan pengajaran yang lebih personal dan sabar agar setiap individu dapat memahami logika di balik penggunaan rumus atau formula yang diajarkan. Namun, berkat dedikasi tim dosen dan asisten mahasiswa, kesulitan-kesulitan tersebut perlahan dapat teratasi seiring dengan meningkatnya pemahaman peserta mengenai cara mengelola data tabel secara dinamis melalui fitur-fitur canggih seperti pivot table dan visualisasi grafik.
Selain aspek teknis, visi besar dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mencetak pelaku usaha yang tidak hanya sekadar bisa berjualan, namun juga cerdas dalam memantau kesehatan finansial usahanya. Efektivitas waktu menjadi salah satu variabel yang sangat ditekankan, mengingat pelaku UMKM seringkali memiliki keterbatasan sumber daya manusia sehingga satu orang harus merangkap berbagai peran sekaligus. Berkenaan dengan hal tersebut, Finarsih menyampaikan keyakinannya bahwa “Dengan diberikannya pelatihan ini kepada anggota komunitas GKM (Guru Kreatif Mandiri) diharapkan para anggotanya dapat menjadi lebih produktif dan kreatif. Di mana mereka dapat memanfaatkan waktunya untuk pengolahan data menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan pengolahan data secara konvensional karena Google Sheet dapat diakses melalui browser, menjadikannya alat yang fleksibel sehingga dapat diakses dari berbagai perangkat. ” (25 April 2026). Fleksibilitas akses ini memungkinkan seorang pemilik usaha untuk memantau laporan keuangan kapan saja dan di mana saja, baik melalui komputer jinjing maupun ponsel pintar, yang pada akhirnya akan mendukung mobilitas tinggi yang menjadi karakteristik pelaku usaha masa kini.
Keunggulan lain yang menjadi daya tarik bagi para anggota GKM adalah kemampuan Google Sheet untuk melacak riwayat perubahan dokumen. Hal ini sangat penting untuk menjamin akuntabilitas data, terutama jika laporan keuangan tersebut dikelola oleh lebih dari satu orang dalam sebuah tim kecil. Sistem secara otomatis akan menyimpan versi sebelumnya sehingga jika terjadi kesalahan input atau penghapusan data yang tidak sengaja, data asli dapat dipulihkan kembali dengan mudah. Oleh karena itu, penguasaan atas teknologi ini bukan hanya soal mengikuti tren digitalisasi, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk membangun kredibilitas bisnis di mata pemangku kepentingan, seperti calon investor atau lembaga keuangan penyedia modal. Dengan laporan keuangan yang tertata rapi dan terdokumentasi dengan baik di Google Drive, UMKM di Bogor ini akan memiliki landasan yang jauh lebih kuat untuk melakukan ekspansi bisnis ke level yang lebih tinggi.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut, pihak Universitas Bina Sarana Informatika menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam bentuk pendampingan yang berkelanjutan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang ada di kampus dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi. Terkait hal ini, Finarsih Septria menutup sesi dengan pernyataan yang menyentuh esensi dari peran akademisi: “Kami dosen dari Universitas BSI, khususnya dari prodi Akuntansi dan Manajemen, sangat senang berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kepada anggota anggota komunitas GKM (Guru Kreatif Mandiri) agar dapat mempraktekkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh,” (25 April 2026). Harapan besar disematkan agar bekal pengetahuan yang telah dibagikan tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan terus diaplikasikan dan dikembangkan sehingga mampu membawa manfaat luas bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitarnya.
Melalui inisiatif semacam ini, Universitas BSI telah membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha lokal dapat menciptakan ekosistem pertumbuhan yang inklusif. Di masa depan, tantangan ekonomi mungkin akan semakin kompleks, namun dengan pondasi manajemen keuangan digital yang kokoh, para pelaku UMKM GKM Bogor diyakini akan lebih tangguh dalam menghadapi dinamika pasar. Pelatihan Google Sheet ini hanyalah satu langkah awal dari sekian banyak upaya yang diperlukan untuk melakukan akselerasi transformasi digital di tingkat akar rumput. Kendati demikian, antusiasme yang ditunjukkan oleh 12 peserta di Bojonggede tersebut menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnya data sudah mulai tumbuh subur di kalangan pelaku usaha mikro. Dengan dukungan infrastruktur internet yang semakin merata dan pendampingan yang konsisten dari perguruan tinggi, target untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang modern dan kompetitif bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realita yang tengah diperjuangkan bersama. (*SS/Red)
