Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam percepatan penurunan stunting. (Dok. bogorkab.go.id)
JAKARTA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang digelar oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Auditorium Gedung Kemenkes RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, guna memperkuat komitmen nasional dalam menurunkan angka stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan penurunan angka stunting.
“Percepatan penurunan stunting ini adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Oleh sebab itu, program ini harus kita kawal bersama, harus kita keroyok bersama. Kuncinya adalah sinergi antara pusat dan daerah,” tegas Wapres.
Selanjutnya, Wapres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menurunkan prevalensi stunting nasional. Berdasarkan data tahun 2024, angka stunting nasional turun menjadi 19,8 persen, lebih baik dari proyeksi 20,1 persen.
“Penurunan ini setara dengan 357 ribu anak, dan disertai pula dengan penurunan angka wasting, overweight, serta anemia pada ibu hamil. Ini adalah hasil kerja kolaboratif dari pusat, daerah, kader posyandu, dan PKK,” ujarnya.
Namun, Wapres Gibran mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14,2 persen pada 2029. Ia juga menyoroti Jawa Barat sebagai provinsi dengan penurunan signifikan, yakni sebesar 5,8 persen, serta Kabupaten Klungkung, Bali, yang berhasil menurunkan angka stunting dari 19,4 persen pada 2021 menjadi 5,1 persen pada 2024.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan penguatan kader di lapangan. Saya berharap praktik baik seperti ini bisa direplikasi di daerah lain,” kata Wapres.
Pada kesempatan itu, Wapres Gibran menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak dalam menangani stunting. Ia mendorong agar kader mendapatkan insentif yang lebih baik sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka di lapangan.
Lebih lanjut, Wapres juga menyoroti perlunya intervensi komprehensif, meliputi aspek kesehatan, sanitasi, lingkungan, serta peningkatan kesadaran gizi bagi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan anak-anak. Ia menegaskan pentingnya keseragaman data lintas kementerian dan daerah agar kebijakan dapat tepat sasaran.
Selain itu, dua program prioritas nasional turut menjadi perhatian, yaitu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Wapres, kedua program ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Program MBG ini masih perlu penyempurnaan, tapi sudah banyak perbaikan di lapangan. Saya harap semua pihak terus menjaga semangat kolaborasi agar hasilnya makin optimal,” tuturnya.
Wapres juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental anak di sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita, bebas dari perundungan. Mari kita jaga bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” pesan Wapres.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan rasa syukur atas capaian penurunan angka stunting nasional.
“Sejak tahun 2013 angka stunting kita mencapai 37%, dan untuk pertama kalinya pada tahun 2024 berhasil turun di bawah 20%, menjadi sekitar 19%. Ini capaian besar berkat kerja keras semua pihak,” ujar Menkes.
Ia menambahkan, semangat kolaborasi lintas sektor harus terus dijaga agar target 14% pada 2029 dapat tercapai.
“Mari kita bekerja bersama agar di tahun 2045 anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas,” tambahnya. (*IM/Red)
