Pradikta Andi Alvat Juara 2 Lomba Anti Narkoba 2026
WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pradikta Andi Alvat Juara 2 dalam Lomba Anti Narkoba 2026 yang diselenggarakan oleh Golan Event. Ia berhasil meraih nilai akhir 76,05 melalui karya jurnalistik berjudul “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba”. Karya tersebut mengangkat pendekatan jurnalisme empati untuk memperkuat literasi dan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba.
Dalam acara pembagian hadiah yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom, Pradikta Andi Alvat mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam menghadirkan karya jurnalistik yang mengedepankan literasi dan pendekatan psikologis. Kegiatan tersebut dipandu oleh Salwa Saumi dan Naufal Aqil Hidayat, serta dihadiri oleh Esron Rikardo Nainggolan, Direktur Utama PT Golan Digital Kreatif yang bertindak sebagai juri utama.
Melalui sesi wawancara, Pradikta membagikan pengalaman mengenai motivasi, proses kreatif, hingga gagasan yang melatarbelakangi karyanya. Ia menggunakan pendekatan jurnalisme empati dengan mengangkat kisah pengguna narkoba untuk membangun rasa empati sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba.
Karya “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba” juga telah tayang secara resmi di Golan Nusantara. Melalui publikasi tersebut, Pradipta berharap tulisannya dapat meningkatkan pemahaman dan literasi antinarkoba serta menginspirasi generasi muda untuk ikut menyuarakan pesan positif melalui karya jurnalistik.
Pembagian Hadiah Lomba Jurnalistik Nasional
Rangkaian acara pembagian hadiah Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 resmi dibuka oleh Salwa Saumi dan Naufal Aqil Hidayat. Dalam kegiatan tersebut, Esron Rikardo Nainggolan hadir sebagai juri yang sebelumnya menilai seluruh draf artikel peserta.
Dalam sambutannya, Esron Rikardo Nainggolan menyampaikan apresiasi kepada para pemenang serta seluruh tim penyelenggara Golan Event yang telah menyukseskan kompetisi tersebut. Ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan gagasan melalui karya jurnalistik.
Selain pembagian hadiah, agenda kegiatan juga mencakup pemberian sertifikat dan sesi wawancara bersama para pemenang. Sesi tersebut menjadi kesempatan untuk mengulik lebih jauh cerita di balik proses kreatif dan gagasan yang dituangkan dalam karya mereka.
Pradikta Andi Alvat Raih Juara 2
Salah satu pemenang dalam Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 adalah Pradikta Andi Alvat. Ia berhasil meraih Juara 2 dengan nilai akhir 76,05 melalui karya berjudul “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba”.
Dalam karyanya, Pradikta mengangkat pendekatan jurnalisme empati sebagai salah satu cara untuk menyampaikan pesan antinarkoba. Pendekatan tersebut digunakan untuk membangun kesadaran pembaca melalui kisah yang lebih dekat dengan sisi kemanusiaan pengguna narkoba.
Artikel karya Pradikta Andi Alvat juga telah tayang secara resmi di situs Golan Nusantara. Publikasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan antinarkoba sekaligus mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi melalui karya jurnalistik.
Para pemenang lainnya juga memberikan kontribusi melalui karya tulis yang mengangkat isu antinarkoba secara kritis dan berbasis riset. Beragam perspektif yang dihadirkan menunjukkan bahwa kampanye antinarkoba dapat disampaikan melalui pendekatan literasi dan jurnalistik yang kreatif.
Motivasi Pradikta Mengikuti Lomba Jurnalistik
Keikutsertaan Pradikta Andi Alvat dalam Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 dilatarbelakangi keinginannya untuk memperkuat literasi mengenai bahaya narkoba. Ia melihat masih banyak kampanye antinarkoba yang disampaikan melalui pendekatan informatif. Karena itu, Pradikta memilih pendekatan yang lebih menyentuh sisi psikologis dan kemanusiaan melalui jurnalisme empati.
“Pertama, motivasi saya sebenarnya untuk memperkuat literasi terkait antinarkoba. Saya menyadari kampanye antinarkoba selama ini sering disampaikan melalui pesan yang sifatnya mainstream atau hanya dari sisi pengetahuan. Karena itu, saya mencoba menggunakan pendekatan psikologis melalui jurnalisme empati, yaitu mengangkat kisah-kisah melankolis pengguna narkoba agar muncul rasa empati dari generasi muda sehingga mereka tidak meniru atau mengonsumsi narkoba.”
Pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar Pradikta dalam menyusun artikel “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba”. Melalui kisah yang mengedepankan sisi kemanusiaan, ia berupaya membuat isu antinarkoba lebih dekat dengan pembaca, khususnya generasi muda.
Gagasan yang Telah Dipersiapkan Sebelumnya
Dari sisi proses kreatif, Pradikta mengaku tidak menghadapi kendala berarti saat mengembangkan artikel. Gagasan mengenai jurnalisme empati telah dimilikinya sebelum mengikuti kompetisi. Kehadiran Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 kemudian menjadi ruang untuk mengembangkan dan menyampaikan gagasan tersebut dalam bentuk karya jurnalistik.
“Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Ide ini sudah saya miliki sejak lama. Ketika bertemu ajang lomba dari PT Golan Digital Kreatif, saya memiliki wadah untuk menyalurkan gagasan tersebut. Jadi, saya sudah memiliki blueprint yang matang untuk menulis artikel ‘Jurnalisme Empati’.”
Kesiapan gagasan tersebut membantu Pradikta menyelesaikan karya yang kemudian berhasil memperoleh nilai akhir 76,05 dan mengantarkannya sebagai Juara 2 dalam kompetisi.
Harapan terhadap Dampak Karya
Setelah artikel “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba” resmi tayang di Golan Nusantara, Pradikta berharap karyanya tidak berhenti sebagai karya perlombaan. Ia ingin pesan yang disampaikan melalui tulisan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih luas sekaligus mendorong generasi muda untuk memiliki kepedulian terhadap isu antinarkoba.
“Menulis itu pada dasarnya adalah bagian dari komunikasi. Harapan saya, artikel ini bisa meningkatkan pemahaman, literasi, dan semangat antinarkoba pada generasi muda serta menginspirasi banyak orang.”
Melalui karya tersebut, Pradikta menunjukkan bahwa jurnalistik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial dengan pendekatan yang lebih humanis. Karyanya juga menjadi bagian dari kontribusi generasi muda dalam memperkuat literasi dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Karya Jurnalistik Pradipta Dorong Literasi Antinarkoba
Pencapaian Pradikta Andi Alvat sebagai Juara 2 Lomba Artikel Jurnalistik Nasional Anti Narkoba 2026 menunjukkan bahwa karya jurnalistik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial secara kreatif dan humanis. Melalui artikel “Jurnalisme: Empati, Literasi, Anti Narkoba”, Pradikta mengangkat pendekatan jurnalisme empati untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.
Karya tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga berupaya menghadirkan sisi kemanusiaan dalam isu penyalahgunaan narkoba. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pesan antinarkoba lebih mudah diterima sekaligus mendorong pembaca untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan tersebut.
Dengan dipublikasikannya karya Pradikta di Golan Nusantara, pesan yang disampaikan melalui artikel tersebut dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. Ke depan, karya seperti ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan menyuarakan kampanye antinarkoba melalui tulisan yang informatif, kritis, dan penuh empati.
