Rifki Mengabdi Demi Pendidikan Rakyat
BANJARBARU, WWW.GOLANNUSANTARA.COM– Rifki sekolah rakyat Banjarbaru menjadi perhatian publik, kepala sekolah rakyat terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memilih meninggalkan peluang besar menjadi kepala sekolah reguler. Ia memutuskan mengabdi untuk pendidikan anak-anak miskin dan miskin ekstrem. Keputusan tersebut diambil karena ia percaya pendidikan menjadi jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi atau SRT 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rifki Hakim memilih meninggalkan peluang emas menjadi kepala sekolah reguler demi mengabdi di Sekolah Rakyat. Keputusan itu tidak lahir secara instan. Ia harus menghadapi dilema besar ketika kesempatan karier dan panggilan pengabdian datang hampir bersamaan.
Rifki mengungkapkan dirinya sempat berada dalam kondisi bimbang saat namanya masuk dalam daftar calon Kepala Sekolah Rakyat. Pada waktu yang hampir sama, ia juga memperoleh panggilan untuk melengkapi administrasi sebagai calon kepala sekolah reguler di Kalimantan Selatan. “Ada dilema di situ. Ada dilema yang membuat saya agak ragu-ragu menjadi Kepala Sekolah Rakyat,” ujar Rifki.
Kisah Rifki Sekolah Rakyat Banjarbaru menggambarkan bahwa pengabdian terhadap pendidikan masih menjadi pilihan utama sebagian tenaga pendidik di Indonesia. Di tengah persaingan karier yang semakin ketat, Rifki memilih jalan penuh tantangan. Ia ingin membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan belajar yang layak.
Awalnya, Rifki mendapatkan informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan mengenai seleksi calon kepala Sekolah Rakyat. Ia kemudian mengikuti berbagai tahapan seleksi. Proses itu dimulai dari wawancara, psikotes hingga tes TOEFL. Setelah lolos, ia mengikuti retret kepala sekolah di Jakarta.
Keraguan tidak hanya muncul dari dalam dirinya. Keluarga dan kolega juga mempertanyakan masa depan program Sekolah Rakyat. Mereka khawatir program tersebut belum memiliki arah yang jelas. Mereka juga menilai program itu belum tentu memberikan jaminan karier yang baik bagi tenaga pendidik.
Namun, keyakinan Rifki mulai tumbuh setelah mengikuti retret kepala sekolah. Ia memahami tujuan utama program pendidikan gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Rifki melihat Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Ia menilai sekolah itu mampu mengubah kehidupan anak-anak miskin menjadi lebih baik.
Menurut Rifki, Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak miskin dan miskin ekstrem. Program tersebut diharapkan mampu memberi kesempatan membangun masa depan yang lebih cerah. Pemerintah juga berharap program ini dapat menekan angka putus sekolah di berbagai daerah.
“Saya terus terang, sekarang bukan lagi memikirkan karier. Anak-anak ini sudah dititipkan ke saya, jadi sudah merasa ini tanggung jawab saya, dan saya harus membawa mereka sampai benar-benar jadi orang,” ucapnya.
Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah memang dirancang untuk membantu masyarakat miskin memperoleh akses pendidikan berkualitas. Kehadiran sekolah berasrama dengan fasilitas gratis dianggap menjadi langkah strategis. Program itu diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Rifki juga mengingat pesan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ketika membuka retret kepala Sekolah Rakyat di Jakarta. Pada kesempatan itu, para kepala sekolah diminta menjadi “lilin” bagi orang-orang yang hampir menyerah dalam hidup.
Pesan tersebut menjadi penguat bagi Rifki untuk meninggalkan zona nyaman. Ia memilih fokus mengabdi di Sekolah Rakyat. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal akademik. Pendidikan juga menjadi harapan hidup bagi anak-anak yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
SRT 9 Banjarbaru saat ini membina sebanyak 125 siswa jenjang SMP dan SMA. Para siswa berasal dari latar belakang berbeda. Ada anak putus sekolah. Ada juga siswa yang sebelumnya harus bekerja di usia sekolah demi membantu ekonomi keluarga.
Kondisi para siswa tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Sebagian besar anak datang dengan pengalaman hidup yang tidak mudah. Banyak dari mereka harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan. Mereka juga belajar membangun kedisiplinan yang sebelumnya belum terbentuk secara maksimal.
Menurut Rifki, tantangan terbesar bukan hanya soal akademik. Ia menilai pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa jauh lebih penting. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesabaran bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat. “Jadi kunci dari semua keberhasilan adalah kesabaran,” imbuhnya.
Dalam kurun waktu hampir dua bulan berjalan, Rifki mulai melihat perubahan positif pada para siswa. Anak-anak yang sebelumnya cenderung acuh kini mulai lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka juga mulai menghormati orang yang lebih tua. Bahkan, para siswa kini terbiasa menyapa dan berjabat tangan dengan guru maupun orang lain.
Perubahan perilaku tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang disiplin dan penuh perhatian membantu siswa perlahan meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik.
Kisah perubahan para siswa di SRT 9 Banjarbaru menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan gratis dengan sistem asrama mampu memberikan dampak positif. Program itu membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu. Mereka tidak hanya mendapatkan pelajaran di kelas, tetapi juga pembinaan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Rifki, konsep sekolah berasrama dan gratis merupakan terobosan penting untuk memuliakan masyarakat miskin melalui pendidikan. Ia percaya pendidikan menjadi investasi jangka panjang. Menurutnya, pendidikan yang baik akan membuka peluang besar bagi anak-anak untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka di masa depan.
Karena alasan itu, Rifki berharap pemerintah tidak hanya memperbanyak jumlah Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Ia juga meminta kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang sudah beroperasi terus ditingkatkan. Menurutnya, kualitas tenaga pendidik, fasilitas dan pembinaan karakter harus diperkuat agar tujuan program benar-benar tercapai.
Program Sekolah Rakyat saat ini menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak. Terutama mereka yang selama ini kesulitan memperoleh pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
Rifki Sekolah Rakyat Banjarbaru kini menjadi simbol pengabdian seorang pendidik. Ia rela meninggalkan kenyamanan karier demi masa depan anak-anak kurang mampu. Langkah yang diambil Rifki menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya pekerjaan. Pendidikan juga menjadi panggilan kemanusiaan untuk membantu sesama keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Kalau memang ini jalan yang benar, tidak mungkin saya tersia-siakan. Tujuannya membantu Pak Presiden memutus rantai kemiskinan yang ada di Indonesia,” tuturnya.(*ORJ/RED)
