Viral Nikah Sederhana di KUA, Biaya Rp15 Juta. Foto: Dok. Instagram @florandacherissa & @jacky.leggs.
MEDAN, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Nikah sederhana di KUA kembali menjadi sorotan publik setelah sepasang pengantin membagikan momen pernikahan mereka yang berlangsung hangat, intim, dan penuh makna tanpa pesta mewah. Melalui unggahan di media sosial, pasangan ini memperlihatkan bahwa pernikahan yang sakral tidak selalu harus identik dengan biaya besar, melainkan dapat diwujudkan dengan kesederhanaan dan perencanaan matang.
Unggahan tersebut pun sontak menarik perhatian warganet karena merinci secara transparan anggaran pernikahan yang dikeluarkan. Selain menginspirasi banyak pasangan muda, kisah ini juga membuka diskusi luas mengenai makna pernikahan, efisiensi biaya, serta prioritas dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Fenomena nikah sederhana di KUA ini bermula dari unggahan akun Instagram @florandacherissa dan @jacky.leggs. Dalam unggahan tersebut, keduanya membagikan potret suasana pernikahan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan konsep sederhana namun tetap tertata rapi.
Selanjutnya, pasangan ini juga mengungkapkan detail pengeluaran pernikahan mereka secara terbuka. Biaya awal meliputi tes kesehatan calon pengantin dan foto dengan total Rp 205 ribu. Selain itu, mereka menyediakan konsumsi berupa nasi kotak untuk 250 porsi dengan anggaran Rp 10 ribu per porsi.
“Budget nikah KUA & syukuran keluarga ini saja,” tulis akun Instagram @florandacherissa & @jacky.leggs.
Untuk busana, pasangan ini memilih baju seragam pengantin senilai Rp 1,3 juta, serta henna dengan biaya Rp 300 ribu. Sementara itu, cincin nikah berbahan silver dibeli dengan harga Rp 702.500.
Tidak hanya itu, sewa alat makan menghabiskan biaya Rp 250 ribu. Buket bunga dan souvenir berupa phone strap dibuat sendiri dengan total biaya Rp 500 ribu. Konsumsi khusus untuk staf KUA disiapkan dengan anggaran Rp 600 ribu.
Pasangan ini juga menggunakan jasa fotografer dan wedding content creator dengan biaya Rp 1,250 juta. Adapun untuk sepatu, hijab, dan celana pengantin pria, mereka tidak mengeluarkan biaya tambahan karena memanfaatkan barang yang sudah dimiliki.
Dengan perhitungan tersebut, total keseluruhan biaya pernikahan mencapai Rp 15.107.500.
Menariknya, dalam konsep nikah sederhana di KUA ini, pengantin wanita memilih untuk tidak menggunakan jasa makeup artist. Ia merias wajahnya sendiri demi menekan biaya sekaligus menyesuaikan dengan gaya riasan yang diinginkan.
Selain itu, terdapat pula kontribusi dari keluarga mempelai pria berupa sumbangan aneka camilan. Hal ini semakin menambah nuansa kekeluargaan dalam prosesi pernikahan tersebut.
Langkah ini pun menuai banyak pujian karena dinilai mencerminkan kerja sama keluarga serta semangat gotong royong yang kian jarang terlihat dalam pernikahan modern.
“Nah gini maksudnya gpapa gaes nikah d KUA tp tetap lah memuliakan undangan, keluarga atau mungkin tetangga… insyaallah berkah gaes klau ngasih rezeki k orang tuh,” ucap pengguna Instagram @ro2khoir.
“Cara ijin ke ortunya gimana mas?😭,” saut akun @ruhiasandi.
“Gapapa masakan mahal, justru itu nikmat buat para tamu. Biar jadi berkah juga kak, semoga samawa kak, minta doanya semoga aku cepet nyusul nikah KUA😁✌,” timpal akun @akf.bellaa.
Lebih lanjut, pengantin wanita yang akrab disapa Cheis (31 tahun). Cheis merupakan perempuan asal Yogyakarta yang menikah dengan pasangannya, M Ilham Hazmy Afif Wallad.
Pernikahan mereka dilangsungkan pada 12 Desember 2025 di KUA Medan Sunggal, Sumatera Utara. Cheis menjelaskan bahwa konsep pernikahan sederhana ini dipilih dengan pertimbangan matang.
“Pernikahan sederhana kami di KUA dilanjut syukuran makan bersama keluarga inti dan tetangga,” ungkap Cheis
Menurut Cheis, ide untuk menggelar pernikahan sederhana datang dari dirinya sendiri. Ia pun bersyukur karena sang suami memberikan dukungan penuh terhadap konsep tersebut.
Meski demikian, Cheis tidak menampik bahwa proses meyakinkan keluarga besar bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka agar semua pihak memahami tujuan mereka.
“Orang tua tidak melarang tapi nggak semulus itu juga. Tapi karena kami menjelaskan dengan baik tujuan dan makna pernikahan bagi kami apa, orang tua merestui sepenuhnya,” jelasnya.
Di balik rincian biaya nikah sederhana di KUA yang relatif hemat, terdapat pertimbangan besar terkait kondisi geografis keluarga. Cheis mengungkapkan bahwa orang tua mereka tinggal berjauhan, sehingga terdapat biaya transportasi dan akomodasi yang cukup besar di luar anggaran pernikahan.
Selain itu, pasangan ini juga memilih untuk mengalokasikan dana bagi kehidupan rumah tangga mereka ke depan.
“Sebenernya diluar budget itu ada juga budget transportasi dan akomodasi yang lumayan gede, karena org tua kami juga tinggal jauh dari Medan, saya juga di Yogya. Alokasi lainnya adalah untuk kehidupan kami selanjutnya yang masih panjang dan long distance married (LDM),” tutup Cheis. (*GTC/Red)
