Viral Tuduhan Pencurian Gelang di Stasiun Gubeng (Foto : Tangkapan Layar CCTV)
SURABAYA, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Peristiwa yang memicu tuduhan pencurian gelang di Stasiun Gubeng Surabaya ini bermula pada Senin, 2 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, seorang penumpang perempuan yang baru saja turun dari kereta api memutuskan untuk menggunakan fasilitas kursi pijat yang tersedia di salah satu tenant di area Stasiun Gubeng.
Namun demikian, setelah selesai menggunakan layanan kursi pijat tersebut, penumpang tersebut menyadari bahwa gelang emas yang sebelumnya dikenakan tidak lagi berada di tangannya. Ia kemudian menduga bahwa gelang tersebut kemungkinan terjatuh di sekitar area kursi pijat.
Penumpang tersebut segera menyampaikan kepada petugas tenant mengenai kehilangan pencurian gelang yang dialaminya. Ia meminta bantuan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kursi pijat, dengan harapan gelang emas tersebut dapat ditemukan.
Akan tetapi, setelah dilakukan pencarian awal oleh petugas tenant di sekitar area tersebut, gelang emas yang dimaksud tidak berhasil ditemukan. Situasi ini kemudian mendorong penumpang tersebut untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan stasiun atau Polisi Khusus Kereta Api (Polsus).
Menanggapi laporan tersebut, tim pengamanan dari KAI Daop 8 Surabaya segera melakukan penelusuran di lokasi kejadian. Proses penanganan dilakukan dengan mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan dari sejumlah pihak yang berada di sekitar area kursi pijat, termasuk petugas tenant serta saksi di lokasi.
Sebagai bagian dari upaya memastikan keakuratan informasi, tim pengamanan juga melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area Stasiun Gubeng Surabaya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara jelas pergerakan orang-orang di sekitar lokasi kejadian serta memastikan apakah benar terjadi tindakan pencurian sebagaimana yang dituduhkan.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan penelusuran secara menyeluruh, tim pengamanan KAI Daop 8 Surabaya tidak menemukan gelang emas yang dimaksud oleh pelapor. Pencarian tidak hanya dilakukan di area kursi pijat, tetapi juga diperluas hingga ke beberapa titik lain di lingkungan stasiun serta di rangkaian kereta.
Namun demikian, berdasarkan hasil penelusuran tersebut, gelang emas yang dilaporkan hilang tidak berhasil ditemukan.
Di sisi lain, proses pemeriksaan rekaman CCTV juga dilakukan guna memastikan bahwa setiap dugaan yang muncul dapat ditelusuri berdasarkan bukti yang ada. Pemeriksaan rekaman tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa penanganan kasus dilakukan secara profesional dan berbasis fakta.
“KAI menerima laporan dan berkewajiban menindaklanjutinya secara profesional. Setiap informasi kami verifikasi melalui pengecekan lapangan dan rekaman CCTV agar penanganannya transparan, dan objektif,” kata Mahendro, Kamis (5/3/2026).
Lebih lanjut, Mahendro menegaskan bahwa pihak KAI memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang berada di lingkungan stasiun.
“Setiap laporan akan kami respons dan tindaklanjuti. Kami memastikan lingkungan stasiun tetap aman, adil, dan kondusif bagi seluruh pelanggan, pekerja, serta mitra usaha,” ujarnya.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh tenant dan mitra kerja di lingkungan stasiun guna memastikan keamanan dan kenyamanan tetap terjaga secara optimal. KAI juga mengimbau seluruh pelanggan dan pihak yang berada di area stasiun untuk senantiasa berhati-hati, waspada, serta menjaga barang pribadi dengan baik selama menggunakan fasilitas dan berada di lingkungan stasiun,” pungkas dia. (*GTC/Red)
