Sinkronisasi Kurikulum Bersama Golan Digital
WWW.GOLANNUSANTARA.COM- Kerja sama Golan Digital Kreatif menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui sinkronisasi kurikulum berbasis kelas industri di SMK Dian Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri serta lebih siap memasuki dunia profesional.
SMK Dian Jakarta menggelar rapat sinkronisasi kurikulum berbasis kelas industri bersama Golan Digital Kreatif. Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Sekolah Vinny Alvionita Sitorus, S.Pd., M.Pd., Kepala Program Studi Bisnis Ritel Roy Irawan, S.E., M.M., Bagian Kurikulum Iwan, S.E., M.M., serta Direktur Utama Golan Digital Kreatif Esron Rikardo Nainggolan, M.Kom. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyusun pembelajaran yang lebih aplikatif. Tujuannya agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas penyelarasan kurikulum untuk Program Studi Bisnis Ritel. Penyusunan kurikulum dilakukan berdasarkan kebutuhan kompetensi yang saat ini banyak dicari perusahaan. Materi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori. Kurikulum juga mengutamakan praktik yang dapat diterapkan langsung ketika siswa memasuki dunia kerja.
Dalam rapat tersebut, Golan Digital Kreatif secara resmi ditunjuk sebagai mitra industri untuk pelaksanaan kelas industri di SMK Dian Jakarta. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan menyusun kurikulum bersama. Kurikulum tersebut mengintegrasikan kebutuhan sekolah dengan standar kompetensi industri.
Kesepakatan tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif. Sinkronisasi kurikulum membuat sekolah dan mitra industri memiliki pemahaman yang sama mengenai kompetensi peserta didik. Dengan begitu, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah.
Program kelas industri yang disepakati tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas. Program ini juga dilanjutkan dengan pelatihan berbasis industri. Pelatihan dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Selain itu, siswa dapat memahami proses kerja secara profesional.
Pelatihan kelas industri diharapkan mampu membangun budaya kerja sejak dini. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, penyelesaian masalah, dan kedisiplinan. Seluruh kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam lingkungan industri modern.
Setelah mengikuti pelatihan, program akan berlanjut ke tahap magang di dunia industri. Magang menjadi tahapan penting karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di lingkungan kerja.
Pengalaman magang diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi peserta didik. Mereka dapat memahami standar operasional perusahaan, budaya kerja profesional, serta penerapan sistem kerja di dunia usaha dan dunia industri. Pengalaman tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri siswa ketika memasuki dunia kerja setelah lulus.
Tahapan berikutnya dari kerja sama ini adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). UKK menjadi bagian akhir dari rangkaian program kelas industri. Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan peserta didik berdasarkan kompetensi yang telah dipelajari.
Pelaksanaan UKK dengan dukungan mitra industri memberikan peluang bagi siswa untuk memperoleh penilaian yang lebih objektif. Penilaian tersebut mengacu pada standar dunia kerja. Dengan demikian, hasil kompetensi peserta didik dapat mencerminkan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan dan dunia industri.
Program Studi Bisnis Ritel menjadi fokus utama dalam kerja sama ini. Program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang. Penyelarasan kurikulum diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini.
Perkembangan dunia usaha dan dunia industri membuka banyak peluang kerja. Karena itu, sekolah perlu menyesuaikan kurikulum secara berkala. Sinkronisasi bersama mitra industri menjadi langkah yang tepat agar materi pembelajaran tetap relevan. Kurikulum juga menyesuaikan perkembangan bisnis ritel, pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis.
Kepala Sekolah SMK Dian Jakarta Vinny Alvionita Sitorus, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Program Studi Bisnis Ritel Roy Irawan, S.E., M.M., dan Bagian Kurikulum Iwan, S.E., M.M., mendukung penuh sinkronisasi kurikulum tersebut. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Dukungan dari pihak sekolah menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di dunia kerja. Kolaborasi antara sekolah dan mitra industri menjadi strategi penting untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik. Lulusan juga diharapkan memiliki kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Kerja sama antara Golan Digital Kreatif dan SMK Dian Jakarta diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik, khususnya Program Studi Bisnis Ritel. Melalui sinkronisasi kurikulum, pelatihan kelas industri, program magang, hingga Uji Kompetensi Keahlian (UKK), siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi dunia kerja. Melalui kurikulum berbasis kelas industri yang telah disepakati, lulusan SMK Dian Jakarta diharapkan memiliki daya saing tinggi. Khususnya lulusan Program Studi Bisnis Ritel yang mampu memenuhi kebutuhan industri serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor bisnis dan ritel di Indonesia.(*ORJ/RED)
