Pelatihan Literasi Digital untuk Pemberdayaan Remaja Tangerang
WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Sejumlah dosen Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara luring pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Komunitas Peduli Anak Bangsa, Jalan Kalimaya Blok D1 No. 16, Kota Bumi 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kegiatan PKM ini mengusung tema “Literasi Digital dan Strategi Pemasaran Online Menuju SDM Unggul dan Mandiri Melalui Pemberdayaan Remaja pada Komunitas Peduli Anak Bangsa Tangerang”. Tim pengabdian diketuai oleh Nur Aini Setyawati, M.Kom., dengan anggota Yuni Siswantoro, M.Kom., selaku tutor atau pemateri, serta Siti Rugayah, M.Mat., dan Alda Zevana Putri Widodo, M.Kom.

Pelatihan literasi digital bersama remaja Tangerang
Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM, Nur Aini Setyawati, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh seluruh dosen Universitas BSI. “Melalui program ini, kami berharap dapat mentransfer ilmu yang bermanfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya bagi para remaja di Komunitas Peduli Anak Bangsa Tangerang,” ujarnya.
Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan lembaga sosial. Selama ini, Komunitas Peduli Anak Bangsa yang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, bergantung pada kepedulian sosial, bantuan logistik, serta donasi dari masyarakat, komunitas pemuda, dan sektor korporasi.
Namun, pergeseran tren kedermawanan masyarakat menuju penggalangan dana digital (digital fundraising) menghadirkan tantangan tersendiri bagi mitra. Salah satu kendala yang dihadapi adalah stagnasi dalam pemasaran digital. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dua permasalahan utama.
Pertama, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan keterampilan digital. Pengurus dan anak asuh usia remaja belum sepenuhnya memiliki keterampilan menggunakan aplikasi desain dasar serta menyusun narasi (storytelling) yang menarik dan kredibel untuk kebutuhan publikasi.
Kedua, tantangan dalam membangun kepercayaan publik. Publikasi yang terbatas dan kurang profesional berpotensi menimbulkan keraguan dari calon donatur digital. Kondisi ini menjadi perhatian penting di tengah maraknya kasus penipuan yang mengatasnamakan komunitas sosial di internet.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM menyelenggarakan pelatihan secara interaktif agar materi dapat dipahami dan diterapkan oleh para peserta. Kegiatan mencakup penyampaian materi dengan bahasa yang mudah dipahami, permainan edukatif, demonstrasi penggunaan aplikasi pemasaran digital (digital marketing), praktik langsung pembuatan desain poster, hingga kuis interaktif.
Melalui pelatihan literasi digital dan strategi pemasaran online ini, para remaja diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan komunitas. Kemampuan membuat desain publikasi yang menarik serta menyusun narasi yang informatif dan kredibel diharapkan dapat membantu komunitas memperluas jangkauan informasi mengenai program kemanusiaan yang dijalankan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi Komunitas Peduli Anak Bangsa dalam mengoptimalkan teknologi digital untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat kemandirian dalam menggalang dukungan, serta menjaga keberlangsungan misi kemanusiaan di tengah masyarakat.
