Pembina dan Pengurus ORMAS G-BRAN Diskusi dalam Persiapan Pembentukan Kepengurusan di Banten (Dok. Pribadi)
TANGERANG, WWW.GOLANNUSANTARA.COM – Pembina Organisasi Masyarakat (ORMAS) G-BRAN Wilayah Banten, Bapak Haji Ibrahim, menyampaikan berbagai persiapan strategis organisasi dalam rangka pembentukan kepengurusan ORMAS G-BRAN di wilayah Provinsi Banten. Diskusi ini menjadi bagian penting dari langkah awal organisasi dalam memperkuat struktur kelembagaan sekaligus memperkenalkan visi dan misi ORMAS G-BRAN kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut yang dihadiri oleh Ibu Yenti sebagai ketua serta beberapa calon pengurus lainnya yaitu Zaki, Esron Rikardo Nainggolan, Nelson Silitonga dan Jasa Butarbutar.
Dalam pemaparannya, Haji Ibrahim menjelaskan bahwa ORMAS G-BRAN dibentuk berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) serta mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, fokus utama organisasi adalah pada proses pengenalan ORMAS G-BRAN kepada masyarakat serta penyusunan tahapan teknis pengukuhan pengurus yang akan segera dilaksanakan.
“Kita sedang melakukan tahap penyebaran informasi mengenai ORMAS G-BRAN ke berbagai kalangan, baik di tingkat kecamatan maupun desa, agar masyarakat mengetahui bahwa kami hadir untuk berkontribusi dalam kemajuan daerah,” ujarnya.
Diskusi tersebut turut membahas arah dan visi jangka panjang ORMAS G-BRAN, termasuk agenda politik nasional tahun 2029. Haji Ibrahim menegaskan bahwa ORMAS G-BRAN memiliki visi dan misi untuk mendukung Gibran agar aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dan direalisasikan secara nyata, khususnya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat Banten.
Selain itu, ORMAS G-BRAN juga merancang sejumlah program kerja prioritas, salah satunya adalah pengembangan UMKM. Program ini disusun secara realistis dan aplikatif, dengan menjadikan ORMAS G-BRAN sebagai wadah fasilitasi bagi pelaku UMKM untuk memperluas usaha dan meningkatkan daya saing.
“UKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat, oleh karena itu ORMAS G-BRAN berkomitmen untuk mendukung perkembangannya melalui berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing para pengusaha lokal,” tambah Bapak Haji Ibrahim.
ORMAS G-BRAN juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah, khususnya dalam pemanfaatan program koperasi desa yang sedang berjalan. Melalui sinergi tersebut, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembinaan dan pengembangan usaha.
Menurut Haji Ibrahim, tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan pola pikir masyarakat agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman. Sebagai langkah konkret, ORMAS G-BRAN akan mengadakan seminar dan pelatihan usaha secara berkala guna membangun mental, keterampilan, dan kemandirian ekonomi anggota.
Untuk menjaga marwah dan kredibilitas organisasi, ORMAS G-BRAN juga menekankan pentingnya edukasi internal bagi setiap anggota agar senantiasa mematuhi AD-ART serta menjauhi kegiatan yang berpotensi merugikan organisasi, ucap Yenti.
Dalam perencanaan jangka menengah, ORMAS G-BRAN menargetkan agar UMKM binaan dapat berjalan stabil dan berkontribusi nyata terhadap ekonomi kerakyatan. Sementara dalam jangka panjang, organisasi bercita-cita menjadi ORMAS yang memberikan manfaat luas bagi bangsa dan negara.
Persiapan pengukuhan pengurus ORMAS G-BRAN di wilayah Banten direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan mengikuti tata cara yang berlaku serta melibatkan berbagai unsur terkait, guna memastikan proses berjalan tertib, lancar, dan efektif. (*Red)
