Pertamina Imbau Masyarakat tidak "Panic Buying" Terkait BBM (Foto : Tangkapan Layar)
JAWA BARAT, GOLANNUSANTARA.COM – Pertamina imbau masyarakat tidak panic buying BBM menjadi perhatian penting pemerintah dan perusahaan energi nasional. Imbauan ini muncul karena sebagian masyarakat mulai khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak di beberapa daerah.
PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan atau yang sering disebut panic buying.Imbauan ini disampaikan agar masyarakat tetap tenang. Pasokan energi nasional dipastikan aman dan distribusi BBM berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan langsung imbauan tersebut saat berada di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat, pada Senin. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM karena pasokan telah dipersiapkan sejak jauh hari.
“Terkait panic buying ini, kita minta kepada masyarakat agar tidak panic buying,” ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perusahaan energi milik negara telah menyiapkan sistem distribusi dan cadangan energi secara matang sehingga masyarakat tidak perlu membeli bahan bakar dalam jumlah berlebihan.
Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak telah dipersiapkan jauh sebelum adanya kekhawatiran di masyarakat.
“Kalau panic buying ini nanti malah menimbulkan efek yang kurang baik,” tambah Mars Ega.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak selalu tersedia di seluruh tanah air. Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau panik dengan membeli bahan bakar secara berlebihan.
Menurut pemerintah, sistem pengelolaan energi nasional telah dirancang untuk memastikan pasokan tetap stabil. Produksi dari kilang dalam negeri, distribusi logistik, serta pasokan dari luar negeri menjadi bagian dari strategi untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Standar operasional tersebut mencakup pengaturan cadangan energi, sistem distribusi berlapis, serta pemantauan konsumsi masyarakat di berbagai wilayah.
Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.
Dengan sistem tersebut, aliran energi di Indonesia terus bergerak secara berkelanjutan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi setiap saat. Pemerintah memastikan bahwa distribusi bahan bakar tetap berjalan secara terkoordinasi antara produsen, distributor, serta operator SPBU di seluruh daerah.
Menteri Bahlil juga menjelaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak tidak hanya bergantung pada satu sumber saja. Diversifikasi sumber pasokan energi menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan energi nasional dalam menghadapi berbagai kondisi global.
Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz.
Sebagai langkah jangka panjang, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, menurut Bahlil, pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan energi nasional.
Rencana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM setidaknya untuk tiga bulan.
Pembangunan fasilitas penyimpanan energi ini diharapkan dapat memberikan cadangan strategis yang lebih besar sehingga Indonesia memiliki kemampuan menjaga stabilitas pasokan energi dalam jangka panjang. (*ORJ/Red)
